Koleksi fashion dari limbah karya Mel Ahyar dikenakan oleh model Devona Cools (Instagram Devona Cools)

JawaPos.com – Pekan mode bergengsi Jakarta Fashion Week 2020 telah usai. Puncak pagelaran fashion terakhir ditutup oleh perhelatan Dewi Fashion Knights yang terdiri dari empat desainer yakni Auguste Soesastro, Mel Ahyar, Jeffry Tan, dan Andrian Gan.

IKLAN

Saat pertunjukan runway desainer Mel Ahyar, diperlihatkanlah 16 koleksi yang ceria dengan warna-warna cerah yang beragam. Uniknya lagi, Mel menggunakan bahan-bahan dari limbah yang diaplikasikan dalam desainnya bertajuk Skins.

Dengan mengusung tema Skins, para model bercerita tentang media sosial dan kesehatan mental. Sehingga para model merefleksikan upaya melawan bully lewat media sosial.

“Saya tampilkan bagaimana posisi sosial media punya pengaruh besar. Dan Skins menjadi gambaran pada karakter orang di media sosial,” ujar Mel, Senin (28/10).

Dengan menggunakan bahan limbah, Mel menyisipkan sustainable fashion dengan membawa bahan ramah lingkungan lewat fashion. Limbah sampah diolahnya untuk jadi suatu karya. Salah satunya busana dari limbah bio dan mika yang berkilau.

“Saya berusaha berkarya tanpa sampah. Polanya dibuat sedemikian rupa, jika masih ada yang sisa maka saya gunakan untuk detail,” kata Mel.

Dalam peragaan salah satu busana tersebut diperagakan oleh model yang juga Jakarta Fashion Week Icons, Devona Cools. Dia tampil cantik dengan busana unik dari limbah yang berwarna-warni.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani