Sajikan Episode Penting Perjalanan Bung Besar

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Film Ketika Bung di Ende merupakan film yang dirilis sejak tahun 2013 oleh Kemendikbud. Meski demikian, film ini masih akan selalu relevan ditonton masyarakat sebagai bentuk pembelajaran sejarah dengan cara yang menarik. Tujuannya untuk membangkitkan jiwa nasionalisme generasi muda.

IKLAN

Dibintangi oleh Baim Wong sebagai Soekarno muda dan Paramitha Rusady sebagai Inggit Garnasih (istri Bung Karno saat itu), film ini mengisahkan tentang episode hidup Sang Proklamator ketika dibuang ke Ende yang kini masuk wilayah provinsi NTT. Pembuangan itu berlangsung sejak tahun 1934 hingga sekitar dua tahun berikutnya. Bung Karno dibuang karena aktivitas politiknya dianggap membahayakan eksistensi penjajah kolonial.

Masa pembuangan itu terasa menyakitkan secara psikologis dan fisik, hingga Bung Karno mengalami sakit beberapa kali. Pengawasan ketat dari polisi kolonial masa itu membuat rakyat sempat tidak berani mendekat kepada Bung Karno yang memang dikenal suka merakyat. Namun, hal itu tidak membuat Bung Karno patah arang.

Dengan penuh semangat, Bung Karno menularkan virus kepada masyarakat awam, agar mereka berani berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bahkan, Bung Karno juga mengajarkan mereka cara membaca, sesuatu yang masih langka pada masa itu. “Kita harus berani berjuang untuk Indonesia Merdeka,” begitu cuplikan ucapan Bung Karno di depan rakyat jelata di NTT.

Tak pelak, dialog film ini mengundang decak kagum para pelajar Bondowoso yang hadir. “Salut banget Bung Karno. Tidak cuma karismatik, tapi benar-benar patriotik. Hidupnya benar-benar untuk bangsa yang dicintainya,” ujar Saras, salah satu pelajar Bondowoso yang ikut menyaksikan film tersebut di Museum Kereta Api Bondowoso, kemarin malam.

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Hafid Asnan