Ajak Anak Muda Nobar Film Perjuangan di Museum

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semarak terasa di Museum Kereta Api Bondowoso pada Kamis (22/08), kemarin. PT KAI Daop 9 Jember menggelar nonton bareng anak muda Bondowoso film perjuangan Soekarno berjudul Ketika Bung di Ende yang diikuti oleh ratusan pelajar Bondowoso.

IKLAN

Nonton bareng film berdurasi sekitar 90 menit yang dilaksanakan di Museum Kereta Api Bondowoso ini juga dalam rangka memperingati Kemerdekaan ke-74 RI dan hari jadi ke-3 Museum Kereta Api Bondowoso.

Menurut Vice President PT KAI Daop 9 Jember Joko Widagdo, ide menggelar nobar film perjuangan itu karena BUMN transportasi tersebut ingin memupuk semangat pratriotisme dan persatuan di yang digelorakan para pejuang kemerdekaan pada anak muda. Film yang dibintangi oleh Baim Wong sebagai Soekarno ini menceritakan episode Sang Proklamator itu ketika diasingkan ke Ende pada tahun 1934.

“Pemilihan lokasi nobar di Bondowoso Rail and Train Museum tak lain juga untuk mengingatkan bahwa peristiwa sejarah besar juga pernah terjadi di Bondowoso, yakni peristiwa Gerbong Maut,” tuturnya.

Sebelum itu, kata Joko, PT KAI juga telah menggelar Museum Goes to School (MGTS) ke sekolah-sekolah selama tiga hari pada tanggal 20-22 Agustus 2019. Sedikitnya, ada enam sekolah di Bondowoso yaitu SD Muhammadiyah, SDN Dabasah 5, SMP N 3 Bondowoso, MTS N 2 Bondowoso, SMAN 2 Bondowoso, dan SMKN 2 Bondowoso.

“Tujuan MGTS ini ya sebagai upaya edukasi, promosi, dan publikasi museum perkeretaapian kepada masyarakat. Harapannya, sekolah-sekolah, baik kepala sekolah, guru, maupun pelajar, dapat lebih mengenal dengan dalam keberadaan Bondowoso Rail and Train Museum sebagai saksi peristiwa  sejarah Gerbong Maut dan tempat belajar yang menyenangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten 1 Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono yang turut membuka kegiatan tersebut menambahkan, keberadaan museum menjadi hal yang penting bagi sejarah perjuangan masyarakat Bondowoso. Artinya, cerita ini jangan sampai hilang sejarah dan jangan sampai dilupakan. Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi kegiatan ini. “Peristiwa Gerbong Maut itu memang gerbongnya ada di Malang, di Museum Brawijaya, tapi peristiwanya mulai dari rel ini,” ungkapnya.

Agung berharap agar kegiatan nobar ini bisa berkelanjutan di titik-titik lain di Bondowoso. “Barangkali besok-besok di gilir. Pariwisata bisa gelar nobar perjuangan di Museum Kereta Api. Gelar Festival Muharram, Harjabo, yang salah satu venue-nya di Stasiun ini,” tambah Agung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Harimas mengapresiasi diselenggarakannya nobar film besutan sutradara Viva Westi itu pada kalangan anak muda. Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu upaya menanamkan jiwa patritosme pada anak muda. “Ini salah satu bentuk kegiatan penanaman pendidikan karakter yang paling cepat diingat oleh anak  muda,” pungkasnya.

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Adi Faizin

Editor : Hafid Asnan