Poin Penting TM Festival Band Akustik

Wajib All Out di Grand Final

MASUK GRAND FINAL: Trinity Band menjadi salah satu peserta festival band akustik yang lolos ke babak grand final. Para perwakilan band yang lolos ke grand final festival band akustik GNNT-BI, kemarin ikut dalam pertemuan teknis di kantor Jawa Pos Radar Jember.

RADAR JEMBER.ID – Jelang acara puncak Cashless Attack Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, tiga lomba keren yang digelar dalam event tersebut sudah memasuki babak akhir. Salah satunya adalah festival band akustik yang sudah memasuki sepuluh besar dan akan tampil pada akhir pekan mendatang (25/8).

IKLAN

Memasuki persiapan grand final, perwakilan dari seluruh band tersebut hadir dalam technical meeting (TM), kemarin (21/8). Beberapa keputusan pun dibuat, yang tak merugikan peserta dan keputusan semua pihak. Salah satunya mengenai materi lagu. “Apabila membawakan lagu ciptaan sendiri, lirik tidak boleh mengandung unsur SARA, politik, penghinaan, atau pornografi,” jelas Reza Oki Arjiansyah, salah satu juri festival band akustik.

Selain itu, dari sisi persiapan penampilan, para peserta harus standby di back stage paling lambat sepuluh menit sebelum penampilan. Total waktu yang diberikan beserta persiapannya, sama seperti semula, yakni hanya 15 menit saja. Lima menit untuk persiapan, dan sepuluh menit untuk penampilannya.

“Nantinya para peserta harus memberikan penampilan terbaiknya. Tak hanya skill, tetapi performa di atas panggung. Mulai dari interaksi kepada penonton, sampai kostum yang dikenakan,” imbuh pria yang akrab disapa Cecep ini.

Dalam TM kemarin, seluruh perwakilan dari sepuluh band yang lolos ke babak grand final hadir. Mereka adalah perwakilan dari Ferma 2’Coustik, Accous Band, Sky High Band, Trinity, The Nevo, Exotic, Classico, The Seri Band, Papermint, dan Black Eye. Para peserta berasal dari pelajar tingkat SMA sederajat. Sebab, tiga lomba GNNT-BI ini memang diperuntukkan untuk pelajar tingkat SMA. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti