Peringatan HSN, Imaji Sociopreneur Launching Pesantren Kopi

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2021 di Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tanwir Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (22/10) lalu. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk me-launching produk kopi dengan merk Pesantren Kopi.

Nama produk ‘Pesantren Kopi’ sebenarnya sebutan lain dari Ponpes At-Tanwir yang terletak di kaki Gunung Raung. Pada peringatan HSN 2021 itulah, ponpes bekerjasama dengan Imaji Sociopreneur. Tema yang diusung yakni Literasi, Santri, dan Kopi. “Momentum HSN menjadi semangat untuk terus mengembangkan produksi kopi dan kami launching nama produk Pesantren Kopi’, kata Pengasuh Ponpes At-Tanwir, KH Zainul Wasik.

Melalui hasil kopi tersebut, santri dibebaskan dari biaya pendidikan. Santri di tempat ini bukan saja diwajibkan menimba ilmu agama, tetapi juga dibekali edukasi pengolahan kopi dari hulu ke hilir. Dengan kata lain, mulai pembibitan, pengolahan, sampai manajemen pemasaran.

“Potensi kopi di sini sangat besar. Bagaimana ke depan potensi ini bisa dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar. Jadi sejak dini para santri sudah kami beri edukasi, supaya ke depan bisa mengelola potensi wilayahnya sendiri,” ujar kiai berusia 42 tahun itu.

Menurut Direktur Imaji Sociopreneur Moch Musta’Anul Khusni, kerjasama produk ‘Pesantren Kopi, tersebut, senafas dengan visi lembaganya. Yaitu berkontribusi untuk memberdayakan dan mengembangkan UMKM lokal. “Terlebih, ‘Pesantren Kopi’ juga mengusung konsep sociopreneur,” ujarnya.

Produk ‘Pesantren Kopi’ ini setidaknya meluncurkan tiga varian. Ada medium robusta, premium robusta, dan kopi lanang. Seluruhnya diolah dari biji kopi Raung pilihan. Seluruh varian itu juga telah dipasarkan baik secara offline maupun online di marketplace, Instagram, serta di media sosial lainnya.

Tukar Buku dengan Kopi

Upaya untuk lebih mengenalkan produk ‘Pesantren Kopi’ kepada masyarakat, Imaji dan Ponpes At-Tanwir memberi kesempatan untuk mencicipi sensasi ngopi di bawah Gunung Raung secara langsung. Selain itu melalui gerakan ‘tukar buku dengan kopi’ masyarakat juga bisa membawa pulang produk Pesantren Kopi 100 gram. Gerakan itu pun menjadi salah satu andalah yang ditetapkan pada peresmian Kedai Kopi & Literasi Raung.

“Ini bagian ikhtiar untuk menyediakan akses dan distribusi bahan bacaan kepada santri. Lagi pula, membaca buku dan kopi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan,” jelas Anul. Launching produk ‘Pesantren Kopi’ selanjutnya ditutup dengan sesi ngopi bersama di bawah Gunung Raung.

Jurnalis : Yerri A Aji
Redaktur : Nur Hariri
Fotografer : Imaji Sociopreneur  For Radar Jember
Design : Tri Joko Santoso