BONDOWOSO, Radar Jember - Cash Management System (CMS) adalah sistem aplikasi dan informasi yang menyediakan informasi saldo, transfer antar rekening, pembayaran penerimaan negara dan utilitas, maupun fasilitas-fasilitas lain dalam pelaksanaan transaksi perbankan secara realtime online.
Sehingga CMS dapat meningkatkan efisiensi dan transparasi.
CMS dapat diibaratkan sebagai internet banking versi entitas/perusahaan.
CMS merupakan fitur yang wajib disediakan oleh bank dari pembukaan Virtual Account pengeluaran.
CMS bersama KKP dan platform Digipay mendorong cashless society khususnya di lingkup Pemerintahan.
Terkait CMS diatur pada PMK Nomor 183/PMK.05/2019 tentang Pengelolaan Rekening Pengeluaran Milik Kementerian Negara/Lembaga.
Sampai dengan 30 September 2025 dari 82 Satker wajib menggunakan CMS, masih terealisasi 63 Satker yang sudah memanfaatkan CMS yaitu sekitar 76,83 %.
Manfaat penggunaan CMS:
Penggunaan CMS memberikan banyak kemudahan bagi satuan kerja, khususnya Bendahara Pengeluaran.
Berikut beberapa manfaat Cash Management System (CMS) bagi Bendahara Pengeluaran pada satuan kerja:
Transaksi keuangan yang lebih efisien: CMS memungkinkan satuan kerja melakukan transaksi keuangan secara online seperti pembayaran ke rekening penerima/pihak ketiga, penyetoran pajak/PNBP melalui MPN G3, pembayaran langganan daya dan jasa, monitoring mutasi transaksi, mencetak rekening koran secara mandiri sehingga menghemat waktu dan biaya.
Peningkatan transparansi: CMS menyediakan informasi transaksi keuangan yang akurat dan terkini, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Pengelolaan kas yang lebih baik: CMS membantu satuan kerja mengelola kas dengan lebih efektif, sehingga mengurangi risiko kehilangan atau penyalahgunaan dana.
Pengurangan birokrasi: CMS memungkinkan satuan kerja melakukan transaksi keuangan tanpa perlu mengunjungi bank, sehingga mengurangi birokrasi dan meningkatkan efisiensi.
Peningkatan keamanan: CMS dilengkapi dengan fitur keamanan yang canggih, sehingga melindungi transaksi keuangan satuan kerja dari risiko penipuan dan penyalahgunaan.
Laporan keuangan yang lebih akurat: CMS dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan terkini, sehingga membantu satuan kerja dalam pengambilan keputusan.
Pengelolaan anggaran yang lebih efektif: CMS membantu satuan kerja mengelola anggaran dengan lebih efektif, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.
Selain CMS sangat bermanfaat bagi bendahara, semakin optimalnya penggunaan CMS oleh Satuan kerja memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penurunan antrian nasabah/bendahara pengeluaran di teller di Bank Mitra kerja.
Mekanisme Maker dan Checker:
CMS memiliki mekanisme maker dan checker yang menjamin keamanan transaksi.
Bendahara bertindak sebagai maker, sedangkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai checker.
Mekanisme ini memastikan bahwa semua transaksi yang dilakukan melalui CMS dapat termonitor dan terjamin keamanannya.
Tantangan Implementasi CMS
Meskipun CMS memiliki banyak kelebihan, pada implementasinya masih terdapat kekurangan yaitu :
proses pembuatan user ID dan password yang memerlukan waktu yang tidak bisa cepat ( 1 hari selesai) namun pada beberapa satuan kerja bisa memerlukan waktu beberapa hari sehingga satuan kerja menganggap prosesnya lama, terutama ketika terdapat pergantian pejabat pada satuan kerja.
Hal ini sehubungan proses pemenuhan dokumen oleh satuan kerja serta proses yang memerlukan koordinasi antara Bank Mitra satker di daerah, Kantor Regional Bank Mitra serta dengan Kantor Pusat Perbankkan.
Seringnya terjadi pergantian Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara Pengeluaran pada satuan kerja maka hal ini akan berpengaruh terhadap proses pendaftaran user CMS baru lagi dan hal ini tergantung dari kecepatan satuan kerja untuk memenuhi kelengkapan dokumen persyaratan yang diperlukan.
Apabila ada pergantian petugas (Syasadmin, admin) pada Satuan Kerja, sering trejadi Satuan Kerja memberikan informasinya mendadak, karena dari pihak Bank Mitra untuk pergantian membutuhkan waktu minimal beberapa hari kerja.
SDM pada satuan kerja yang sering tidak menyimpan user dan Pasword dengan baik untuk User Setting maupun user transaksional (Syaadmin, admin, maker, signer) sehingga satker sering lupa password dan mengakibatkan terjadinya kendala penggunaan CMS.
Terjadinya kesalahan pendebitan pada rekening bendahara pengeluaran akibat kesalahan system perbankkan sehingga berakibat tidak sesuainya saldo bendahara pengeluaran pada CMS disandingkan dengan saldo bendahara pengeluaran pada aplikasi sakti. Dimana hal ini dapat mengganggu percepatan dan ketepatan waktu satuan kerja dalam menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban Bendahara ke KPPN.
Terdapat transaksi CMS untuk pembayaran Digipay, tagihan KKP atau tagihan Indihome namun masih terbaca sebagai transaksi Kartu Debit/Teller Bank/ATM.
Hal ini mengakibatkan satker dianggap menggunakan transaksi tunai dan bukan nontunai.
Untuk hal ini diharapkan Bank Mitra untuk segera melakukan perbaikan system pengelompokan channel transaksi pendebitan agar sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Upaya Meningkatkan Penggunaan CMS
Untuk yang telah dilakukan KPPN Bondowoso
KPPN Bondowoso dapat berperan sebagai penghubung antara satuan kerja dan pihak perbankan. Selain itu, KPPN juga dapat mengedukasi satuan kerja terkait penggunaan CMS melalui focus group discussion.
Dengan demikian, penggunaan CMS dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan negara, serta mendukung program pemerintah terkait gerakan transaksi non-tunai.
Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KPPN Bondowoso di tahun 2025 :
FGD Implementasi CMS dan KKP Bersama bank mitra kerja, pada hari kamis, tanggal 16 Januari 2025 di Probolinggo
Penyampaian surat ke Satuan Kerja terkait Optimalisasi Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) dan Cash Management System (CMS) di tahun 2025 tanggal 7 Februari 2025
Penyampaian surat ke Satuan Kerja terkait Optimalisasi Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) dan Cash Management System (CMS) dan Dugipay di tahun 2025 tanggal 2 September 2025
Pelaksanaan Central Government Advisory yang meliputi standardisasi Quality Assurance, Layanan Penggunaan dan Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi yang didalamnya selalu melakukan asistensi dan mendorong satuan kerja untuk bertransaksi non tunai yaitu menggunakan CMS, KKP dan bertransaksi melalui Digipay yang dilakukan secara rutin triwulanan.
Dan asistensi secara rutin yang dilakukan oleh Pembina Teknis Perbendaharaan Negara (PTPN) baik setiap saat bila dibutuhkan dan dilakukan secara rutin setiap bulan.
Upaya yang telah dilakukan perbankkan guna peningkatan layanan CMS
Perbankkan terus meningkatkan performa aplikasi CMSnya agar selaras dengan dinamisnya perkembangan teknologi, misalnya :
CMS BRI migrasi menjadi Qlola yaitu Integrated Corporate Solution : QLola BRI adalah platform terintegrasi BRI untuk nasabah korporasi dan UMKM yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan perbankan bisnis hanya dengan satu kali login.
Layanan ini mencakup cash management, trade finance, supply chain management, foreign exchange, investment services, dan financial dashboard, yang dirancang untuk mengoptimalkan dan menyederhanakan aktivitas bisnis.
MCM Mandiri migrasi menjadi Kopra by Mandiri adalah layanan wholesale Bank Mandiri yang komprehensif untuk memenuhi seluruh kebutuhan bisnis para nasabahnya untuk Manajemen Kas, Rantai Nilai, dan Perdagangan, semuanya dalam satu portal.
CMS BNI adalah BNI Direct
CMS Bank Tabungan Negara adalah BTN Cash Management
Untuk Triwulan IV 2025 KPPN Bondowoso akan mengupayakan dan mendorong satuan kerja yang belum memanfaatkan CMS, untuk segera menggunakan/memanfaatkannya, sehingga semua satuan kerja akan menjadi terbiasa bertransaksi non tunai, dapat meminimalisir terjadi Fraud/kecurangan dan semua satuan kerja telah sukses ikut berpartisipasinya mendukung keberhasilan program pemerintah untuk mengoptimalkan transaksi nontunai. (faq)
Opini : Ismu Karyanto, Pegawai KPPN Bondowoso
Editor : M. Ainul Budi