BACA JUGA : Banjir di Jalan Gajah Mada Jember, Tersumbat karena Selokan Banyak Sampah
Ada hal yang perlu diperhatikan saat merawat ikan hias dalam akuarium. Salah satunya adalah kualitas air. Yan Vicky Permadi, owner Aquascape Jember, mengatakan, agar ikan hias sehat dan tahan, yang terpenting adalah kualitas air yang digunakan. Jenis air juga menentukan penggunaan filter dan penanganannya.
Air PDAM bisa saja digunakan. Asalkan bisa meminimalisasi kadar klorin atau kaporit yang terkandung di dalamnya. “Jadi, biasanya kalau nggak diberi antiklorin, ya diendapkan airnya satu sampai dua hari dahulu sebelum dipakai dalam akuarium,” terang Vicky.
Menurutnya, kandungan klorin dan partikel-partikel kimia lainnya harus dihilangkan dengan cara diendapkan. Diusahakan agar klorin tidak ikut tercampur dalam air di akuarium berisi ikan hias yang dipelihara. “Bagus lagi saat mengendapkan ditambah gelembung aerator biar oksigen terlarut dalam air semakin banyak,” paparnya.
Sebagai zat kimia, klorin bisa meracuni ikan. Kaporit akan mengubah air menjadi mengandung asam hipoklorit. Residunya berdampak kerusakan sel protein dan sistem enzim pada ikan.
Vicky menyebut, air yang lebih bagus digunakan adalah air sumur atau air PAM. Bukan tanpa perlakuan. Dia mengatakan, sebaiknya melakukan hal yang sama seperti pada air PDAM. Air sumur diendapkan terlebih dahulu selama sehari sebelum digunakan. Hal ini untuk mengantisipasi ikutnya partikel kimia lain yang bisa saja ada ke dalam akuarium.
Kualitas air selama ikan berada di akuarium juga harus dijaga. Salah satunya dengan menggunakan filter. Penggunaannya bisa mempermudah pemeliharaan ikan agar tidak sering mengganti air. Namun, cukup filter secara otomatis yang membersihkan dari kotoran. (sil/c2/nur) Editor : Safitri