Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cerita Alifio, Dirikan Startup di Usia Muda

Safitri • Kamis, 13 April 2023 | 18:56 WIB
BERPESTASI: Alifio Rachel Safira W., pendiri startup bidang pertanian yang tergolong sukses di usia muda.
BERPESTASI: Alifio Rachel Safira W., pendiri startup bidang pertanian yang tergolong sukses di usia muda.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Pagi itu, di bawah teriknya matahari terlihat seorang mahasiswa yang juga wirausaha sedang duduk bersantai di gazebo Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije). Dia asyik berdiskusi dengan temannya. Mahasiswa ini merupakan salah satu mahasiswa yang mendirikan startup wadah untuk penjualan hasil pertanian.

BACA JUGA : Arhan dan Marselino Dipastikan Gabung Timnas U-22 untuk SEA Games Kamboja

Mahasiswa semester akhir ini menceritakan perjuangannya mendirikan startup. Meski sempat putus asa dengan idenya saat itu, semangat yang tinggi terus mendobrak di dalam dirinya hingga bisa terjun sampai sekarang.

Dia adalah Alifio Rachel Safira W., salah satu mahasiswa Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember yang bisa mendirikan startup di usianya yang terbilang cukup muda. “Awal mulanya saya tidak punya dasar untuk berwirausaha. Tetapi, saya risih dengan alur distribusi pertanian yang cukup dibilang merugikan petani,” bebernya.

Mahasiswa semester akhir itu mulai menceritakan kisahnya. Berawal dari keresahan akan alur distribusi pertanian yang merugikan petani, hingga mempunyai ide untuk memangkas alur distribusi pertanian.

Melalui startup ini, Alifio menyebut, para petani banyak yang menjual hasil pertanian kepadanya. Dia berhasil memotong mata rantai pertanian. Selanjutnya, hasil tanaman petani yang sudah dibeli dijual lagi ke pedagang pasar.

Nah, dengan mitra kerjanya, Alifio kerap memberikan modal untuk menanam tanaman padi atau tanaman yang lain. Kini, dia pun terus menggelutinya dan mengembangkan usahanya itu.

Tahun lalu, Alifio sempat mendaftarkan idenya tersebut di ajang perlombaan startup nasional bagi seluruh mahasiswa di Indonesia yang diselenggarakan Kampus Merdeka tahun 2022. Berbagai rintangan telah dilalui. Termasuk kendala dengan petani, promosi, hingga mendapatkan juara 3 nasional dalam ide startup-nya.

Hingga saat ini, uang yang telah diperoleh saat menjuarai lomba startup dilanjutkan untuk membuka startup atau perusahaan yang sesungguhnya. Dia pun telah memiliki mitra lebih dari 20 petani.

Meskipun perannya sebagai mahasiswa masih menempel di benaknya, tapi dia masih bisa membagi waktunya. Itu untuk menghidupkan perusahaan yang telah didirikan dan kegiatan kampusnya.

Membagi waktu menurutnya penting dilakukan agar kuliahnya terus jalan dan usaha yang dibangun terus berkembang. Saat ini, omzet yang didapatkan per bulan sebesar Rp 60 juta sampai Rp 90 juta. Dia bersemangat dan meyakini usaha startup yang digeluti akan terus berkembang. (c2/nur)

 

  Editor : Safitri
#Jember