BACA JUGA : Baliho Erick Thohir Dinilai Wujud Bangga Mendorong Kemajuan NU
Bagus Hariyanto, pemuda asal Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, menjelaskan beberapa tips dalam merawatnya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah rumah pertumbuhan jamur, media tanam, dan proses pertumbuhan. Ruangan untuk meletakkan kumbung pun perlu diperhatikan suhu dan kelembapannya. Semakin lembap ruangan akan menghasilkan jamur yang sehat.
Setelah pemilihan kumbung yang baik, penggunaan serbuk gergaji atau yang biasa diketahui dengan sebutan baglog pada media tumbuh bagi jamur juga perlu dipahami. Hal ini berfungsi sebagai penyedia nutrisi untuk masa perkembangan. Namun, untuk menjaga nutrisi bagi jamur tiram, serbuk kayu harus dikompos terlebih dahulu. “Serbuk kayu yang dipilih harus yang sedikit keras. Gunanya untuk memberi banyak nutrisi. Jadi, tumbuhnya bisa makin besar dan sehat,” jelasnya.
Baglog yang sudah tertutup rapat akan menghasilkan jamur tiram yang siap untuk dipanen. Namun, sebelum itu, tutup baglog haruslah dibuka terlebih dahulu. Hingga dapat menumbuhkan jamur dari sisi yang terbuka. Setelah 1-2 minggu sejak baglog dibuka, akan bisa menghasilkan 3-8 hasil panen jamur jika memiliki perawatan yang tepat. “Kalau dirawat dengan baik, bisa sampai 8 kali panen. Tapi, kalau mungkin ada kelalaian yang tidak disengaja, biasanya hanya bisa sampai 3 atau 4 kali saja panennya,” tuturnya.
Panen jamur harus disesuaikan waktunya. Apabila terlambat, warna jamur bisa menguning. Untuk itu, perlu perhitungan waktu yang tepat dalam memanen. “Pernah sempat terlambat memanen, hasil jamurnya tidak seputih biasnya. Namun, teksturnya tetap bagus. Hanya saja, warnanya yang kurang bagus,” tambahnya.
Budi daya jamur memerlukan banyak perhatian dalam proses pertumbuhannya. Oleh sebab itu, setiap pembudi daya jamur perlu memperhatikan dan mempelajari tips dan triknya terlebih dahulu dalam memeliharanya. (mg1/c2/nur)
Editor : Safitri