BACA JUGA : Polres Semarang Belum Pastikan Jenis Kelamin Penemuan Potongan Tubuh
Tren batu akik sempat memuncak beberapa tahun silam. Batu akik sempat diburu banyak pembeli sekitar tahun 2014–2016 lalu. Namun, kini berbalik 180 derajat. Salah satu penjual yang masih setia menjajakan dagangannya adalah Saputro, 35. Dirinya mengaku bahwa tiga tahun ke belakang penjualan batu sedang lesu. Beberapa kawan-kawannya yang dulu juga berjualan memilih beralih pekerjaan. "Kalau dulu batu akik jadi tren dan banyak peminatnya, banyak yang mencari batu akik,” katanya.
Saputro menggeluti batu akik sudah cukup lama. Hingga kini terhitung sudah hampir 12 tahun Saputro menggeluti dunia batu akik. Berangkat dari hobi, laki-laki tersebut mulai belajar merintis usaha batu akik. "Dulu saya hobi, sampai akhirnya memberanikan diri membangun usaha batu akik," tambah laki-laki asal Rambipuji tersebut.
Kisah manis dan kejayaan pedagang batu akik tidak bertahan lama. Sejak tahun 2016 hingga saat ini harga penjualan batu akik semakin mengalami penurunan tiap tahunnya. Hanya tersisa pehobi dan kolektor barang antik saja yang masih mempunyai ketertarikam di bidang batu akik. "Yang sering datang itu kebanyakan bukan membeli, tetapi hanya memperbaiki batu akik miliknya sendiri,” bebernya. (mg5/c2/bud) Editor : Safitri