Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tren Batu Akik Sudah Redup

Safitri • Senin, 25 Juli 2022 | 17:57 WIB
LAYANI PENGUNJUNG: Saputro, salah satu pedagang batu akik, sedang melayani pengunjung. Kini penjualan batu akik menurun drastis.
LAYANI PENGUNJUNG: Saputro, salah satu pedagang batu akik, sedang melayani pengunjung. Kini penjualan batu akik menurun drastis.
JEMBER LOR, Radar Jember – Beberapa lapak penjual batu akik di Pasar Tanjung, Minggu (24/7), terlihat sepi pengunjung. Beberapa penjual di antaranya menyibukkan diri menggosok batu yang dijual. Sejak tren batu akik meredup, para penjual di Pasar Tanjung perlahan berkurang. Beberapa memilih profesi lain yang lebih menghasilkan. Sisanya bertahan berjualan batu karena hobi dan tidak ada pilihan.

BACA JUGA : Polres Semarang Belum Pastikan Jenis Kelamin Penemuan Potongan Tubuh

Tren batu akik sempat memuncak beberapa tahun silam. Batu akik sempat diburu banyak pembeli sekitar tahun 2014–2016 lalu. Namun, kini berbalik 180 derajat. Salah satu penjual yang masih setia menjajakan dagangannya adalah Saputro, 35. Dirinya mengaku bahwa tiga tahun ke belakang penjualan batu sedang lesu. Beberapa kawan-kawannya yang dulu juga berjualan memilih beralih pekerjaan. "Kalau dulu batu akik jadi tren dan banyak peminatnya,  banyak yang mencari batu akik,” katanya.

Saputro menggeluti batu akik sudah cukup lama. Hingga kini terhitung sudah hampir 12 tahun Saputro menggeluti dunia batu akik. Berangkat dari hobi, laki-laki tersebut mulai belajar merintis usaha batu akik. "Dulu saya hobi, sampai akhirnya memberanikan diri membangun usaha batu akik," tambah laki-laki asal Rambipuji tersebut.

Kisah manis dan kejayaan pedagang batu akik tidak bertahan lama. Sejak tahun 2016 hingga saat ini harga penjualan batu akik semakin mengalami penurunan tiap tahunnya. Hanya tersisa pehobi dan kolektor barang antik saja yang masih mempunyai ketertarikam di bidang batu akik. "Yang sering datang itu kebanyakan bukan membeli, tetapi hanya memperbaiki batu akik miliknya sendiri,” bebernya. (mg5/c2/bud) Editor : Safitri
#Jember #TREND