BACA JUGA : Tiap Tahun Sekolah Gresik Ini Cuma Peroleh Satu Murid Saja
Usaha batu piring tetap dilakukan oleh masyarakat, karena memiliki nilai ekonomis. Seperti yang digeluti Jubaidah. Dia menjalankan usahanya sudah satu dekade. Menurut perempuan asal Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, itu penjualan batu piring tidak pernah surut apalagi sepi. “Ada saja pesanan dan permintaan dari para pembeli,” katanya.
Jubaidah memperoleh batu piring tersebut dari penambang langsung yang menambang di daerah Jember dan Banyuwangi. Meskipun cara berjualannya hanya dijajakan di depan rumahnya yang jauh dari keramaian atau jauh dari kota. Namun, dirinya juga melakukan pemasaran secara daring.
Meskipun cara penjualannya sederhana, namun ia tetap mendapat banyak pesanan untuk mengirim keluar kota seperti Banyuwangi, Bali, Jombang, Surabaya, hingga ke Gresik.
Perincian harga batu alam yang dijual berdasarkan ketebalan batu tersebut. “Paling murah Rp 35 ribu per meter dan paling mahal Rp 75 ribu per meter,” katanya. Kondisi paling sepi dalam satu bulan setidaknya Jubaidah mengirim 4 sampai 6 truk batu alam ke berbagai kota. (mg2/c2/dwi)
Editor : Safitri