alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Harga Umbi-umbian Porang Melejit, Rawan Pencurian

Pengusaha Porang Siagakan Penjaga Tambahan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, mendung tampak menyelimuti kawasan Kertonegoro di Kecamatan Jenggawah. Sejumlah pekerja tampak sibuk. Mereka segera meletakkan olahan porang untuk segera ditata, lalu ditutup menggunakan plastik. Beberapa pekerja lain terlihat mengemasi porang, menimbangnya, dan membersihkan sisa-sisa kulit.

Seperti diketahui, porang merupakan umbi-umbian yang menjadi komoditas ekspor. Ada beberapa negara tujuan yang menjadi pangsa pasar. Di antaranya Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Porang tersebut banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, serta pembuatan lem.

Diterjang Covid-19 atau tidak, harganya tetap tinggi. Sebab, kebutuhan di pasaran cukup besar. Salah seorang pengusaha porang, Abdul Latif, mengungkapkan, harga porang panen basah sekitar Rp 7.500 per kilogram. Namun, jauh lebih mahal jika diolah lebih dulu. “Kalau sudah dirajang dan dikeringkan menjadi chip porang, harganya bisa Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram,” ucap warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena mahal inilah, maka kerap terjadi kasus pencurian. Bulan lalu, Latif mengungkapkan, dirinya sampai kecolongan sekitar 1 kuintal porang, persis menjelang Subuh. Sebagian porang yang digondol kawanan maling itu masih basah, sebagian sudah kering. Akibat pencurian tersebut, dirinya merugi hingga jutaan rupiah. “Sejak peristiwa itu, saya menambah orang untuk menjaga porang saat malam hari,” ucap pria 63 tahun tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, mendung tampak menyelimuti kawasan Kertonegoro di Kecamatan Jenggawah. Sejumlah pekerja tampak sibuk. Mereka segera meletakkan olahan porang untuk segera ditata, lalu ditutup menggunakan plastik. Beberapa pekerja lain terlihat mengemasi porang, menimbangnya, dan membersihkan sisa-sisa kulit.

Seperti diketahui, porang merupakan umbi-umbian yang menjadi komoditas ekspor. Ada beberapa negara tujuan yang menjadi pangsa pasar. Di antaranya Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Porang tersebut banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, serta pembuatan lem.

Diterjang Covid-19 atau tidak, harganya tetap tinggi. Sebab, kebutuhan di pasaran cukup besar. Salah seorang pengusaha porang, Abdul Latif, mengungkapkan, harga porang panen basah sekitar Rp 7.500 per kilogram. Namun, jauh lebih mahal jika diolah lebih dulu. “Kalau sudah dirajang dan dikeringkan menjadi chip porang, harganya bisa Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram,” ucap warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, itu.

Karena mahal inilah, maka kerap terjadi kasus pencurian. Bulan lalu, Latif mengungkapkan, dirinya sampai kecolongan sekitar 1 kuintal porang, persis menjelang Subuh. Sebagian porang yang digondol kawanan maling itu masih basah, sebagian sudah kering. Akibat pencurian tersebut, dirinya merugi hingga jutaan rupiah. “Sejak peristiwa itu, saya menambah orang untuk menjaga porang saat malam hari,” ucap pria 63 tahun tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, mendung tampak menyelimuti kawasan Kertonegoro di Kecamatan Jenggawah. Sejumlah pekerja tampak sibuk. Mereka segera meletakkan olahan porang untuk segera ditata, lalu ditutup menggunakan plastik. Beberapa pekerja lain terlihat mengemasi porang, menimbangnya, dan membersihkan sisa-sisa kulit.

Seperti diketahui, porang merupakan umbi-umbian yang menjadi komoditas ekspor. Ada beberapa negara tujuan yang menjadi pangsa pasar. Di antaranya Tiongkok, Thailand, dan Vietnam. Porang tersebut banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, serta pembuatan lem.

Diterjang Covid-19 atau tidak, harganya tetap tinggi. Sebab, kebutuhan di pasaran cukup besar. Salah seorang pengusaha porang, Abdul Latif, mengungkapkan, harga porang panen basah sekitar Rp 7.500 per kilogram. Namun, jauh lebih mahal jika diolah lebih dulu. “Kalau sudah dirajang dan dikeringkan menjadi chip porang, harganya bisa Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram,” ucap warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, itu.

Karena mahal inilah, maka kerap terjadi kasus pencurian. Bulan lalu, Latif mengungkapkan, dirinya sampai kecolongan sekitar 1 kuintal porang, persis menjelang Subuh. Sebagian porang yang digondol kawanan maling itu masih basah, sebagian sudah kering. Akibat pencurian tersebut, dirinya merugi hingga jutaan rupiah. “Sejak peristiwa itu, saya menambah orang untuk menjaga porang saat malam hari,” ucap pria 63 tahun tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/