alexametrics
21.7 C
Jember
Wednesday, 29 September 2021

Apa Kabar Kisruh Nelayan-Pengusaha Tambak?

Mediasi hingga Polsek

Mobile_AP_Rectangle 1

GUMUKMAS, RADARJEMBER.ID – Polemik antara nelayan dan warga setempat dengan pengusaha tambak di sekitar pesisir pantai selatan Gumukmas masih pasang surut. Banyaknya pihak yang terlibat di dalamnya memantik isu ini terus menghangat.

Kabar terakhir menyebutkan, sejumlah nelayan, warga setempat, dan pengusaha tambak sempat datang ke Mapolsek Gumukmas, siang kemarin (29/7). Kedatangan mereka itu sebagai dampak perselisihan hingga menyeret puluhan warga tersandung hukum, medio Mei lalu. “Informasinya ada kesempatan pencabutan laporan atas warga,” beber Ketua BPD Kepanjen Gumukmas Muhklas.

Dia membenarkan jika pertemuan warga dan pengusaha tambak itu ada kaitannya dengan pelaporan terhadap warga yang sempat dilakukan oleh sejumlah pengusaha tambak di sekitar Gumukmas. “Iya benar, pertemuan itu membahas mediasi atas beberapa warga yang dilaporkan ke Polres Jember, pasca-Idul Fitri kemarin,” sebut Setyo Ramires dari kelompok perwakilan nelayan Kepanjen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gumukmas AKP Subagio mengatakan, pertemuan itu merupakan mediasi sekaligus kelanjutan atas pencabutan laporan terhadap warga dan nelayan oleh pengusaha tambak yang dilayangkan ke Polres Jember, Mei lalu. Menurut dia, seusai pertemuan itu, laporan yang dilayangkan pengusaha tambak itu sudah dicabut dan dianggapnya selesai. “Pertemuan itu kelanjutan kesepakatan yang sudah ada, waktu mediasi di polres dulu,” jelasnya.

- Advertisement -

GUMUKMAS, RADARJEMBER.ID – Polemik antara nelayan dan warga setempat dengan pengusaha tambak di sekitar pesisir pantai selatan Gumukmas masih pasang surut. Banyaknya pihak yang terlibat di dalamnya memantik isu ini terus menghangat.

Kabar terakhir menyebutkan, sejumlah nelayan, warga setempat, dan pengusaha tambak sempat datang ke Mapolsek Gumukmas, siang kemarin (29/7). Kedatangan mereka itu sebagai dampak perselisihan hingga menyeret puluhan warga tersandung hukum, medio Mei lalu. “Informasinya ada kesempatan pencabutan laporan atas warga,” beber Ketua BPD Kepanjen Gumukmas Muhklas.

Dia membenarkan jika pertemuan warga dan pengusaha tambak itu ada kaitannya dengan pelaporan terhadap warga yang sempat dilakukan oleh sejumlah pengusaha tambak di sekitar Gumukmas. “Iya benar, pertemuan itu membahas mediasi atas beberapa warga yang dilaporkan ke Polres Jember, pasca-Idul Fitri kemarin,” sebut Setyo Ramires dari kelompok perwakilan nelayan Kepanjen.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gumukmas AKP Subagio mengatakan, pertemuan itu merupakan mediasi sekaligus kelanjutan atas pencabutan laporan terhadap warga dan nelayan oleh pengusaha tambak yang dilayangkan ke Polres Jember, Mei lalu. Menurut dia, seusai pertemuan itu, laporan yang dilayangkan pengusaha tambak itu sudah dicabut dan dianggapnya selesai. “Pertemuan itu kelanjutan kesepakatan yang sudah ada, waktu mediasi di polres dulu,” jelasnya.

GUMUKMAS, RADARJEMBER.ID – Polemik antara nelayan dan warga setempat dengan pengusaha tambak di sekitar pesisir pantai selatan Gumukmas masih pasang surut. Banyaknya pihak yang terlibat di dalamnya memantik isu ini terus menghangat.

Kabar terakhir menyebutkan, sejumlah nelayan, warga setempat, dan pengusaha tambak sempat datang ke Mapolsek Gumukmas, siang kemarin (29/7). Kedatangan mereka itu sebagai dampak perselisihan hingga menyeret puluhan warga tersandung hukum, medio Mei lalu. “Informasinya ada kesempatan pencabutan laporan atas warga,” beber Ketua BPD Kepanjen Gumukmas Muhklas.

Dia membenarkan jika pertemuan warga dan pengusaha tambak itu ada kaitannya dengan pelaporan terhadap warga yang sempat dilakukan oleh sejumlah pengusaha tambak di sekitar Gumukmas. “Iya benar, pertemuan itu membahas mediasi atas beberapa warga yang dilaporkan ke Polres Jember, pasca-Idul Fitri kemarin,” sebut Setyo Ramires dari kelompok perwakilan nelayan Kepanjen.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gumukmas AKP Subagio mengatakan, pertemuan itu merupakan mediasi sekaligus kelanjutan atas pencabutan laporan terhadap warga dan nelayan oleh pengusaha tambak yang dilayangkan ke Polres Jember, Mei lalu. Menurut dia, seusai pertemuan itu, laporan yang dilayangkan pengusaha tambak itu sudah dicabut dan dianggapnya selesai. “Pertemuan itu kelanjutan kesepakatan yang sudah ada, waktu mediasi di polres dulu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca