alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Terpuruk, Pedagang Kecil Bersatu Dirikan Pasar Bunga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Melihat nasib pedagang bunga di Kabupaten Jember yang terpuruk akibat pandemi, membuat Abdul Rosid Ridho berinisiatif mendirikan pasar bunga. Warga Jalan Merpati, Linkungan Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Patrang ini mendirikan pasar tersebut pada Januari awal tahun ini.

Sebenarnya, saat awal Covid-19 merebak di Jember, pencinta bunga sedang booming. Hanya saja, pedagang bunga kecil tidak sempat menikmati keuntungan dari tren tersebut. Malah mereka kian terjepit oleh pedagang bunga besar dan sulit untuk mengembangkan usaha.

“Seketika muncul gagasan untuk mempersatukan pedagang kecil dengan membuka usaha pasar bunga. Lokasi pasar tersebut menempati lahan kafe seluas 2.600 meter yang tutup akibat terdampak Covid-19,” ungkap Ridho, yang memiliki hobi bunga sejak 15 tahun lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika usulan itu dilontarkan kepada mereka, pedagang bunga merasa gembira karena memiliki keinginan untuk bangkit dari keterpurukan.Dalam kurun waktu dua bulan, Ridho berhasil menghimpun 25 pedagang kecil. Tidak saja dari kawasan perkotaan, tapi juga perdesaan.

“Pengunjung di pasar bunga ini tidak sekadar melihat-lihat bunga, namun bisa bersantai di kafe sembari menikmati hidangan. Selain bunga, di tempat ini orang juga bisa beli bibit tanaman buah,” imbuh Ridho.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Melihat nasib pedagang bunga di Kabupaten Jember yang terpuruk akibat pandemi, membuat Abdul Rosid Ridho berinisiatif mendirikan pasar bunga. Warga Jalan Merpati, Linkungan Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Patrang ini mendirikan pasar tersebut pada Januari awal tahun ini.

Sebenarnya, saat awal Covid-19 merebak di Jember, pencinta bunga sedang booming. Hanya saja, pedagang bunga kecil tidak sempat menikmati keuntungan dari tren tersebut. Malah mereka kian terjepit oleh pedagang bunga besar dan sulit untuk mengembangkan usaha.

“Seketika muncul gagasan untuk mempersatukan pedagang kecil dengan membuka usaha pasar bunga. Lokasi pasar tersebut menempati lahan kafe seluas 2.600 meter yang tutup akibat terdampak Covid-19,” ungkap Ridho, yang memiliki hobi bunga sejak 15 tahun lalu.

Ketika usulan itu dilontarkan kepada mereka, pedagang bunga merasa gembira karena memiliki keinginan untuk bangkit dari keterpurukan.Dalam kurun waktu dua bulan, Ridho berhasil menghimpun 25 pedagang kecil. Tidak saja dari kawasan perkotaan, tapi juga perdesaan.

“Pengunjung di pasar bunga ini tidak sekadar melihat-lihat bunga, namun bisa bersantai di kafe sembari menikmati hidangan. Selain bunga, di tempat ini orang juga bisa beli bibit tanaman buah,” imbuh Ridho.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Melihat nasib pedagang bunga di Kabupaten Jember yang terpuruk akibat pandemi, membuat Abdul Rosid Ridho berinisiatif mendirikan pasar bunga. Warga Jalan Merpati, Linkungan Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Patrang ini mendirikan pasar tersebut pada Januari awal tahun ini.

Sebenarnya, saat awal Covid-19 merebak di Jember, pencinta bunga sedang booming. Hanya saja, pedagang bunga kecil tidak sempat menikmati keuntungan dari tren tersebut. Malah mereka kian terjepit oleh pedagang bunga besar dan sulit untuk mengembangkan usaha.

“Seketika muncul gagasan untuk mempersatukan pedagang kecil dengan membuka usaha pasar bunga. Lokasi pasar tersebut menempati lahan kafe seluas 2.600 meter yang tutup akibat terdampak Covid-19,” ungkap Ridho, yang memiliki hobi bunga sejak 15 tahun lalu.

Ketika usulan itu dilontarkan kepada mereka, pedagang bunga merasa gembira karena memiliki keinginan untuk bangkit dari keterpurukan.Dalam kurun waktu dua bulan, Ridho berhasil menghimpun 25 pedagang kecil. Tidak saja dari kawasan perkotaan, tapi juga perdesaan.

“Pengunjung di pasar bunga ini tidak sekadar melihat-lihat bunga, namun bisa bersantai di kafe sembari menikmati hidangan. Selain bunga, di tempat ini orang juga bisa beli bibit tanaman buah,” imbuh Ridho.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/