22.1 C
Jember
Friday, 9 June 2023

Tukang Jagal Tambah Pasokan Sapi

Permintaan Menjelang Lebaran Meningkat Signifikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Rumah Potong Hewan (RPH) Jember kota mulai mengalami lonjakan permintaan. Tidak seperti biasanya. Sejak H-7 menuju Lebaran tukang jagal bisa menyembelih hingga 7 sapi dalam sehari.

Baca Juga : Lebaran Siap Nobar, Akhirnya KKN di Desa Penari Tayang

Tukang jagal di RPH Jember kota, Ahmad Baburrohman, mengatakan, mendekati Lebaran permintaan daging sapi di pasaran mulai mengalami peningkatan. Hal tersebut seiring dengan tingginya jumlah konsumsi daging sapi di masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tingginya permintaan ini terjadi mulai hari Senin kemarin atau 1 minggu sebelum Lebaran,” terang Rohman kepada Jawa Pos Radar Jember di RPH yang berlokasi di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, kemarin (29/4).

Rohman mengatakan, tingginya pemintaan daging sapi cukup signifikan, tidak seperti hari biasanya yang hanya menyembelih 2 sampai 3 sapi. Sedangkan saat ini dia bisa menyembelih 7 sampai 8 sapi dalam sehari. “Jadi pelanggan yang biasanya ambil ke saya cuma 50 kilogram, saat ini bisa ngambil 2 sampai 3 kuintal. Itu belum ke tukang jagal yang lain,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan ketersediaan stok daging sapi selama Lebaran. Namun, dia mengeluhkan tingginya harga beli sapi di pasaran, sehingga sangat berdampak terhadap harga jual daging potong kepada para pedagang. “Saat ini harga sapi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Memang pada bulan puasa seperti ini permintaan daging banyak, sehingga peternak menjualnya dengan harga tinggi,” terangnya.

Dia mengaku pernah rugi sebesar Rp 8 juta. Tujuh sapi yang ia sembelih dijual dengan harga yang sama persis sebelum harga sapi naik. Karenanya, semenjak saat itu dia mulai menaikkan harga jual daging sapi potong kepada pedagang. “Masih awal pertama harga sapi naik itu, saya jual dengan harga tetap. Terkadang sapi yang kita beli setelah dipotong tidak nutupi ke harga belinya,” paparnya.

Aktivitas pemotongan di RPH Jember kota tersebut masih akan berlangsung sampai malam Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok daging sapi di pasaran. “Teman-teman jagal di sini tetap akan melakukan pemotongan, tapi mulai berkurang biasanya,” tegasnya. (mg7/c2/nur)

 

 

 

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Rumah Potong Hewan (RPH) Jember kota mulai mengalami lonjakan permintaan. Tidak seperti biasanya. Sejak H-7 menuju Lebaran tukang jagal bisa menyembelih hingga 7 sapi dalam sehari.

Baca Juga : Lebaran Siap Nobar, Akhirnya KKN di Desa Penari Tayang

Tukang jagal di RPH Jember kota, Ahmad Baburrohman, mengatakan, mendekati Lebaran permintaan daging sapi di pasaran mulai mengalami peningkatan. Hal tersebut seiring dengan tingginya jumlah konsumsi daging sapi di masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Tingginya permintaan ini terjadi mulai hari Senin kemarin atau 1 minggu sebelum Lebaran,” terang Rohman kepada Jawa Pos Radar Jember di RPH yang berlokasi di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, kemarin (29/4).

Rohman mengatakan, tingginya pemintaan daging sapi cukup signifikan, tidak seperti hari biasanya yang hanya menyembelih 2 sampai 3 sapi. Sedangkan saat ini dia bisa menyembelih 7 sampai 8 sapi dalam sehari. “Jadi pelanggan yang biasanya ambil ke saya cuma 50 kilogram, saat ini bisa ngambil 2 sampai 3 kuintal. Itu belum ke tukang jagal yang lain,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan ketersediaan stok daging sapi selama Lebaran. Namun, dia mengeluhkan tingginya harga beli sapi di pasaran, sehingga sangat berdampak terhadap harga jual daging potong kepada para pedagang. “Saat ini harga sapi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Memang pada bulan puasa seperti ini permintaan daging banyak, sehingga peternak menjualnya dengan harga tinggi,” terangnya.

Dia mengaku pernah rugi sebesar Rp 8 juta. Tujuh sapi yang ia sembelih dijual dengan harga yang sama persis sebelum harga sapi naik. Karenanya, semenjak saat itu dia mulai menaikkan harga jual daging sapi potong kepada pedagang. “Masih awal pertama harga sapi naik itu, saya jual dengan harga tetap. Terkadang sapi yang kita beli setelah dipotong tidak nutupi ke harga belinya,” paparnya.

Aktivitas pemotongan di RPH Jember kota tersebut masih akan berlangsung sampai malam Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok daging sapi di pasaran. “Teman-teman jagal di sini tetap akan melakukan pemotongan, tapi mulai berkurang biasanya,” tegasnya. (mg7/c2/nur)

 

 

 

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Rumah Potong Hewan (RPH) Jember kota mulai mengalami lonjakan permintaan. Tidak seperti biasanya. Sejak H-7 menuju Lebaran tukang jagal bisa menyembelih hingga 7 sapi dalam sehari.

Baca Juga : Lebaran Siap Nobar, Akhirnya KKN di Desa Penari Tayang

Tukang jagal di RPH Jember kota, Ahmad Baburrohman, mengatakan, mendekati Lebaran permintaan daging sapi di pasaran mulai mengalami peningkatan. Hal tersebut seiring dengan tingginya jumlah konsumsi daging sapi di masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Tingginya permintaan ini terjadi mulai hari Senin kemarin atau 1 minggu sebelum Lebaran,” terang Rohman kepada Jawa Pos Radar Jember di RPH yang berlokasi di Jalan Sentot Prawirodirdjo, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, kemarin (29/4).

Rohman mengatakan, tingginya pemintaan daging sapi cukup signifikan, tidak seperti hari biasanya yang hanya menyembelih 2 sampai 3 sapi. Sedangkan saat ini dia bisa menyembelih 7 sampai 8 sapi dalam sehari. “Jadi pelanggan yang biasanya ambil ke saya cuma 50 kilogram, saat ini bisa ngambil 2 sampai 3 kuintal. Itu belum ke tukang jagal yang lain,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan ketersediaan stok daging sapi selama Lebaran. Namun, dia mengeluhkan tingginya harga beli sapi di pasaran, sehingga sangat berdampak terhadap harga jual daging potong kepada para pedagang. “Saat ini harga sapi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Memang pada bulan puasa seperti ini permintaan daging banyak, sehingga peternak menjualnya dengan harga tinggi,” terangnya.

Dia mengaku pernah rugi sebesar Rp 8 juta. Tujuh sapi yang ia sembelih dijual dengan harga yang sama persis sebelum harga sapi naik. Karenanya, semenjak saat itu dia mulai menaikkan harga jual daging sapi potong kepada pedagang. “Masih awal pertama harga sapi naik itu, saya jual dengan harga tetap. Terkadang sapi yang kita beli setelah dipotong tidak nutupi ke harga belinya,” paparnya.

Aktivitas pemotongan di RPH Jember kota tersebut masih akan berlangsung sampai malam Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok daging sapi di pasaran. “Teman-teman jagal di sini tetap akan melakukan pemotongan, tapi mulai berkurang biasanya,” tegasnya. (mg7/c2/nur)

 

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca