alexametrics
30.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Habis Pandemi, Terbitlah Batasan Mudik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah Rudy Hantoro masih tampak mengantuk, siang itu. Maklum, warga di Jalan Letjen Suprapto, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, tersebut baru saja bangun dari tidurnya. Tak berselang beberapa lama, dia berjalan ke halaman rumah untuk mengelap salah satu mobil yang terparkir di halaman.

Sembari membersihkan mobilnya, pria berusia 34 tahun itu menceritakan pengalaman selama terdampak pandemi. “Awal-awal dulu, tidak ada yang menyewa mobil saya. Takut terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, dia berupaya untuk bangkit. Yakni dengan menggunakan berbagai hal untuk menarik pelanggan. Salah satunya dengan membeli peralatan kebersihan. Sejak awal, dia berupaya untuk membangun rasa aman dan nyaman untuk pelanggan. “Saya siapkan masker di mobil dan menyemprotkan cairan disinfektan setelah disewa orang,” jelasnya. Dia juga membuat gantungan kunci sebagai buah tangan untuk para pelanggan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kalau tidak pintar-pintar putar otak, bakal kewalahan untuk membayar cicilan. Ada tiga mobil miliknya yang semuanya masih kredit, dengan kisaran Rp 3-4 juta per bulan. Hal itu juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. “Dan, pandemi benar-benar berdampak terhadap seluruh pengusaha sewa mobil,” lanjutnya.

Pihaknya bersyukur, satu per satu pelanggan mulai kembali. “Bahkan, saya juga membuat peminjaman sistem paket untuk beberapa bulan, agar bisa meraup rupiah,” papar Rudy. Jadi, setidaknya pendapatan per bulan cukup untuk membayar cicilan. Sayang, setelah upayanya untuk bangkit mulai tertata, terbit larangan mudik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah Rudy Hantoro masih tampak mengantuk, siang itu. Maklum, warga di Jalan Letjen Suprapto, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, tersebut baru saja bangun dari tidurnya. Tak berselang beberapa lama, dia berjalan ke halaman rumah untuk mengelap salah satu mobil yang terparkir di halaman.

Sembari membersihkan mobilnya, pria berusia 34 tahun itu menceritakan pengalaman selama terdampak pandemi. “Awal-awal dulu, tidak ada yang menyewa mobil saya. Takut terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, dia berupaya untuk bangkit. Yakni dengan menggunakan berbagai hal untuk menarik pelanggan. Salah satunya dengan membeli peralatan kebersihan. Sejak awal, dia berupaya untuk membangun rasa aman dan nyaman untuk pelanggan. “Saya siapkan masker di mobil dan menyemprotkan cairan disinfektan setelah disewa orang,” jelasnya. Dia juga membuat gantungan kunci sebagai buah tangan untuk para pelanggan.

Kalau tidak pintar-pintar putar otak, bakal kewalahan untuk membayar cicilan. Ada tiga mobil miliknya yang semuanya masih kredit, dengan kisaran Rp 3-4 juta per bulan. Hal itu juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. “Dan, pandemi benar-benar berdampak terhadap seluruh pengusaha sewa mobil,” lanjutnya.

Pihaknya bersyukur, satu per satu pelanggan mulai kembali. “Bahkan, saya juga membuat peminjaman sistem paket untuk beberapa bulan, agar bisa meraup rupiah,” papar Rudy. Jadi, setidaknya pendapatan per bulan cukup untuk membayar cicilan. Sayang, setelah upayanya untuk bangkit mulai tertata, terbit larangan mudik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah Rudy Hantoro masih tampak mengantuk, siang itu. Maklum, warga di Jalan Letjen Suprapto, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, tersebut baru saja bangun dari tidurnya. Tak berselang beberapa lama, dia berjalan ke halaman rumah untuk mengelap salah satu mobil yang terparkir di halaman.

Sembari membersihkan mobilnya, pria berusia 34 tahun itu menceritakan pengalaman selama terdampak pandemi. “Awal-awal dulu, tidak ada yang menyewa mobil saya. Takut terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, dia berupaya untuk bangkit. Yakni dengan menggunakan berbagai hal untuk menarik pelanggan. Salah satunya dengan membeli peralatan kebersihan. Sejak awal, dia berupaya untuk membangun rasa aman dan nyaman untuk pelanggan. “Saya siapkan masker di mobil dan menyemprotkan cairan disinfektan setelah disewa orang,” jelasnya. Dia juga membuat gantungan kunci sebagai buah tangan untuk para pelanggan.

Kalau tidak pintar-pintar putar otak, bakal kewalahan untuk membayar cicilan. Ada tiga mobil miliknya yang semuanya masih kredit, dengan kisaran Rp 3-4 juta per bulan. Hal itu juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya. “Dan, pandemi benar-benar berdampak terhadap seluruh pengusaha sewa mobil,” lanjutnya.

Pihaknya bersyukur, satu per satu pelanggan mulai kembali. “Bahkan, saya juga membuat peminjaman sistem paket untuk beberapa bulan, agar bisa meraup rupiah,” papar Rudy. Jadi, setidaknya pendapatan per bulan cukup untuk membayar cicilan. Sayang, setelah upayanya untuk bangkit mulai tertata, terbit larangan mudik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/