alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ramadan, Bisnis Kaligrafi Justru Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa, biasanya bisnis kaligrafi sangat banyak diminati. Umumnya adalah kaligrafi canva. Yaitu, model kaligrafi yang diaplikasikan pada dinding bangunan. Jasa pembuatan kaligrafi jenis ini cukup ramai. Harganya pun relatif mahal. Mulai Rp 3,5 juta setiap meternya. Bergantung pada tingkat kesulitannya. Namun, Ramadan kali ini, kondisinya berbeda.

Salah satu perajin kaligrafi adalah Yasir Amrullah. Bagi Yasir, bulan Ramadan merupakan panen tersendiri. Sebab, banyak masjid yang memesan kaligrafi canva. Biasanya Yasir mengerjakan pesanan kaligrafi bersama dengan beberapa rekannya. Sebab, proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari situ, Yasir dan teman-temannya mendapat laba yang menggiurkan.

Namun, kondisi ini berbanding terbalik akibat pandemi yang belum usai. Hingga saat ini, Yasir dan teman-temannya belum mendapat pesanan untuk kaligrafi canva. “Penurunannya sampai 50 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, Yasir sempat menurunkan harga jual jasa agar permintaan dari konsumen kembali meningkat. Untuk jenis kaligrafi canva, Yasir menurunkan harga hingga 25 persen. “Kalau harganya Rp 500 ribu, berarti tinggal Rp 350 ribu,” ujarnya.

Menurut Yasir, penurunan saat ini dipengaruhi oleh kondisi pandemi. Walaupun masyarakat sudah mulai abai, namun beberapa masjid masih memberlakukan pembatasan. Imbasnya, masjid yang mulanya ramai, menjadi sepi. Jarang ada jamaah yang istiqamah. Ini pula yang menjadi pengaruh mandeknya beberapa pengurus masjid untuk mempersolek tempat ibadahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa, biasanya bisnis kaligrafi sangat banyak diminati. Umumnya adalah kaligrafi canva. Yaitu, model kaligrafi yang diaplikasikan pada dinding bangunan. Jasa pembuatan kaligrafi jenis ini cukup ramai. Harganya pun relatif mahal. Mulai Rp 3,5 juta setiap meternya. Bergantung pada tingkat kesulitannya. Namun, Ramadan kali ini, kondisinya berbeda.

Salah satu perajin kaligrafi adalah Yasir Amrullah. Bagi Yasir, bulan Ramadan merupakan panen tersendiri. Sebab, banyak masjid yang memesan kaligrafi canva. Biasanya Yasir mengerjakan pesanan kaligrafi bersama dengan beberapa rekannya. Sebab, proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari situ, Yasir dan teman-temannya mendapat laba yang menggiurkan.

Namun, kondisi ini berbanding terbalik akibat pandemi yang belum usai. Hingga saat ini, Yasir dan teman-temannya belum mendapat pesanan untuk kaligrafi canva. “Penurunannya sampai 50 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Bahkan, Yasir sempat menurunkan harga jual jasa agar permintaan dari konsumen kembali meningkat. Untuk jenis kaligrafi canva, Yasir menurunkan harga hingga 25 persen. “Kalau harganya Rp 500 ribu, berarti tinggal Rp 350 ribu,” ujarnya.

Menurut Yasir, penurunan saat ini dipengaruhi oleh kondisi pandemi. Walaupun masyarakat sudah mulai abai, namun beberapa masjid masih memberlakukan pembatasan. Imbasnya, masjid yang mulanya ramai, menjadi sepi. Jarang ada jamaah yang istiqamah. Ini pula yang menjadi pengaruh mandeknya beberapa pengurus masjid untuk mempersolek tempat ibadahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan puasa, biasanya bisnis kaligrafi sangat banyak diminati. Umumnya adalah kaligrafi canva. Yaitu, model kaligrafi yang diaplikasikan pada dinding bangunan. Jasa pembuatan kaligrafi jenis ini cukup ramai. Harganya pun relatif mahal. Mulai Rp 3,5 juta setiap meternya. Bergantung pada tingkat kesulitannya. Namun, Ramadan kali ini, kondisinya berbeda.

Salah satu perajin kaligrafi adalah Yasir Amrullah. Bagi Yasir, bulan Ramadan merupakan panen tersendiri. Sebab, banyak masjid yang memesan kaligrafi canva. Biasanya Yasir mengerjakan pesanan kaligrafi bersama dengan beberapa rekannya. Sebab, proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari situ, Yasir dan teman-temannya mendapat laba yang menggiurkan.

Namun, kondisi ini berbanding terbalik akibat pandemi yang belum usai. Hingga saat ini, Yasir dan teman-temannya belum mendapat pesanan untuk kaligrafi canva. “Penurunannya sampai 50 persen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini.

Bahkan, Yasir sempat menurunkan harga jual jasa agar permintaan dari konsumen kembali meningkat. Untuk jenis kaligrafi canva, Yasir menurunkan harga hingga 25 persen. “Kalau harganya Rp 500 ribu, berarti tinggal Rp 350 ribu,” ujarnya.

Menurut Yasir, penurunan saat ini dipengaruhi oleh kondisi pandemi. Walaupun masyarakat sudah mulai abai, namun beberapa masjid masih memberlakukan pembatasan. Imbasnya, masjid yang mulanya ramai, menjadi sepi. Jarang ada jamaah yang istiqamah. Ini pula yang menjadi pengaruh mandeknya beberapa pengurus masjid untuk mempersolek tempat ibadahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/