alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Cara Endang Achadiyati Mendapatkan Konsumen Luar Negeri

Perajin batik di Jember sudah cukup banyak. Namun, mereka punya cara berbeda-beda untuk memasarkan produknya. Seperti yang dilakukan Endang Achadiyati. Ia mengenalkan batiknya dengan cara unik, melalui tulisan di blog pribadinya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SOSOK perempuan ini sederhana. Namun, siapa sangka ide kreatifnya mampu membawa produk batik menembus pasar mancanegara. Ya, dalam blog pribadinya itu, Endang banyak mengulas tentang filosofi batik yang ia garap. Termasuk mengulas tentang estetika seninya. Padahal, motif-motif batik yang ia buat tidak memiliki pakem khusus. Semua motifnya adalah hasil eksplorasi pribadi.

Setiap kali hendak membuat batik, Endang selalu merenungkan terlebih dahulu melalui karya tulisan dalam blognya itu. Semuanya ia tulis menggunakan bahasa Inggris. “Saya berupaya memperkenalkan dengan mengulas tentang batik untuk skala internasional,” kata Endang ketika ditemui di rumahnya, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, belum lama ini.

Dengan itu, para pembeli karya Endang tidak hanya rekan atau tetangga terdekatnya, tapi juga para pelanggan dari luar negeri. Utamanya Belanda. Endang menceritakan, batiknya pernah ditawar dari Negeri Kincir Angin itu. Tak main-main, nilainya setara dengan 80 helai kain. Jumlah yang cukup besar bagi pembatik pemula seperti dirinya. Corak warna yang dipesan adalah cokelat dengan motif tembakau kering.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang mengungkapkan, mayoritas konsumen asing lebih memilih batik dengan corak warna yang lebih gelap. Tidak ngejreng seperti batik khas Jember yang identik dengan warna kuning, hijau, dan biru. “Kalau orang luar lebih memilih batik yang warnanya kalem. Kayak ini, motif tembakau kering,” ungkap Endang sembari menunjuk kain batiknya yang memiliki motif daun tembakau kering warna kecokelatan.

Ekspansi pemasaran batik ke luar negeri akan tetap dan terus ia lakukan melalui blog pribadinya. Bagi Endang, hal ini tidak hanya berdampak pada kepuasan finansial saja. Namun, juga sebagai bentuk semangatnya dalam menggaungkan atau mempromosikan batik lokal di kancah internasional.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SOSOK perempuan ini sederhana. Namun, siapa sangka ide kreatifnya mampu membawa produk batik menembus pasar mancanegara. Ya, dalam blog pribadinya itu, Endang banyak mengulas tentang filosofi batik yang ia garap. Termasuk mengulas tentang estetika seninya. Padahal, motif-motif batik yang ia buat tidak memiliki pakem khusus. Semua motifnya adalah hasil eksplorasi pribadi.

Setiap kali hendak membuat batik, Endang selalu merenungkan terlebih dahulu melalui karya tulisan dalam blognya itu. Semuanya ia tulis menggunakan bahasa Inggris. “Saya berupaya memperkenalkan dengan mengulas tentang batik untuk skala internasional,” kata Endang ketika ditemui di rumahnya, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, belum lama ini.

Dengan itu, para pembeli karya Endang tidak hanya rekan atau tetangga terdekatnya, tapi juga para pelanggan dari luar negeri. Utamanya Belanda. Endang menceritakan, batiknya pernah ditawar dari Negeri Kincir Angin itu. Tak main-main, nilainya setara dengan 80 helai kain. Jumlah yang cukup besar bagi pembatik pemula seperti dirinya. Corak warna yang dipesan adalah cokelat dengan motif tembakau kering.

Endang mengungkapkan, mayoritas konsumen asing lebih memilih batik dengan corak warna yang lebih gelap. Tidak ngejreng seperti batik khas Jember yang identik dengan warna kuning, hijau, dan biru. “Kalau orang luar lebih memilih batik yang warnanya kalem. Kayak ini, motif tembakau kering,” ungkap Endang sembari menunjuk kain batiknya yang memiliki motif daun tembakau kering warna kecokelatan.

Ekspansi pemasaran batik ke luar negeri akan tetap dan terus ia lakukan melalui blog pribadinya. Bagi Endang, hal ini tidak hanya berdampak pada kepuasan finansial saja. Namun, juga sebagai bentuk semangatnya dalam menggaungkan atau mempromosikan batik lokal di kancah internasional.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SOSOK perempuan ini sederhana. Namun, siapa sangka ide kreatifnya mampu membawa produk batik menembus pasar mancanegara. Ya, dalam blog pribadinya itu, Endang banyak mengulas tentang filosofi batik yang ia garap. Termasuk mengulas tentang estetika seninya. Padahal, motif-motif batik yang ia buat tidak memiliki pakem khusus. Semua motifnya adalah hasil eksplorasi pribadi.

Setiap kali hendak membuat batik, Endang selalu merenungkan terlebih dahulu melalui karya tulisan dalam blognya itu. Semuanya ia tulis menggunakan bahasa Inggris. “Saya berupaya memperkenalkan dengan mengulas tentang batik untuk skala internasional,” kata Endang ketika ditemui di rumahnya, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, belum lama ini.

Dengan itu, para pembeli karya Endang tidak hanya rekan atau tetangga terdekatnya, tapi juga para pelanggan dari luar negeri. Utamanya Belanda. Endang menceritakan, batiknya pernah ditawar dari Negeri Kincir Angin itu. Tak main-main, nilainya setara dengan 80 helai kain. Jumlah yang cukup besar bagi pembatik pemula seperti dirinya. Corak warna yang dipesan adalah cokelat dengan motif tembakau kering.

Endang mengungkapkan, mayoritas konsumen asing lebih memilih batik dengan corak warna yang lebih gelap. Tidak ngejreng seperti batik khas Jember yang identik dengan warna kuning, hijau, dan biru. “Kalau orang luar lebih memilih batik yang warnanya kalem. Kayak ini, motif tembakau kering,” ungkap Endang sembari menunjuk kain batiknya yang memiliki motif daun tembakau kering warna kecokelatan.

Ekspansi pemasaran batik ke luar negeri akan tetap dan terus ia lakukan melalui blog pribadinya. Bagi Endang, hal ini tidak hanya berdampak pada kepuasan finansial saja. Namun, juga sebagai bentuk semangatnya dalam menggaungkan atau mempromosikan batik lokal di kancah internasional.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/