alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Panen Raya, Banyak Kopi Tak Terjual

Sejumlah Petani Pilih Olah Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain Aini, Suyitno, petani kopi asal Kecamatan Silo Kabupaten Jember, juga mengalami hal yang sama. Dia mengaku kesulitan menjual hasil panennya. Lantaran tak ada pengepul yang datang ke rumahnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Suyitno akhirnya mencoba mengolah hasil panennya menjadi bubuk kopi siap saji dan dijual di toko-toko terdekat. “Nggak ada pilihan lain. Saya coba kemas sendiri karena kebetulan kopi saya nggak begitu banyak. Dan hasilnya lumayan daripada dijual keringnya,” tutur ayah dua anak itu.

Berkat keuntungan tersebut, dia ingin memproduksi kopi dengan kemasan yang lebih bagus dan mengikuti gaya kemasan yang sedang tren saat ini. “Mungkin ke depannya akan saya kemas lebih menarik, seperti yang beredar di medsos,” paparnya. (del/c2/lin)

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Selain Aini, Suyitno, petani kopi asal Kecamatan Silo Kabupaten Jember, juga mengalami hal yang sama. Dia mengaku kesulitan menjual hasil panennya. Lantaran tak ada pengepul yang datang ke rumahnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Suyitno akhirnya mencoba mengolah hasil panennya menjadi bubuk kopi siap saji dan dijual di toko-toko terdekat. “Nggak ada pilihan lain. Saya coba kemas sendiri karena kebetulan kopi saya nggak begitu banyak. Dan hasilnya lumayan daripada dijual keringnya,” tutur ayah dua anak itu.

Berkat keuntungan tersebut, dia ingin memproduksi kopi dengan kemasan yang lebih bagus dan mengikuti gaya kemasan yang sedang tren saat ini. “Mungkin ke depannya akan saya kemas lebih menarik, seperti yang beredar di medsos,” paparnya. (del/c2/lin)

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Selain Aini, Suyitno, petani kopi asal Kecamatan Silo Kabupaten Jember, juga mengalami hal yang sama. Dia mengaku kesulitan menjual hasil panennya. Lantaran tak ada pengepul yang datang ke rumahnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Suyitno akhirnya mencoba mengolah hasil panennya menjadi bubuk kopi siap saji dan dijual di toko-toko terdekat. “Nggak ada pilihan lain. Saya coba kemas sendiri karena kebetulan kopi saya nggak begitu banyak. Dan hasilnya lumayan daripada dijual keringnya,” tutur ayah dua anak itu.

Berkat keuntungan tersebut, dia ingin memproduksi kopi dengan kemasan yang lebih bagus dan mengikuti gaya kemasan yang sedang tren saat ini. “Mungkin ke depannya akan saya kemas lebih menarik, seperti yang beredar di medsos,” paparnya. (del/c2/lin)

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/