alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Panen Raya, Banyak Kopi Tak Terjual

Sejumlah Petani Pilih Olah Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID– Memasuki musim panen raya, petani kopi tak lagi tersenyum. Panen kopi yang mereka harapkan bisa membawa keuntungan kali ini tak bisa terkabulkan. Sebaliknya, mereka justru merasa sedih akibat hasil panennya banyak yang tak laku.

Seperti yang dialami oleh sejumlah petani di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Aini adalah salah satunya. Dia menyebut, pada musim panen kali ini jarang ada pengepul yang berani menawar kopinya.

Padahal, lanjut dia, biasanya sejak satu bulan sebelum panen raya, para pengepul berdatangan mulai menanyakan hasil panen ke rumah-rumah petani. “Ada satu dua pengepul, tapi main harganya masih rendah,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama ini, sebagai petani yang mengolah kopi hingga proses pengeringan, Aini hanya menggantungkan usahanya pada penjualan kopi kepada pengepul. “Kalau dulu, dijual ke tengkulak. Mereka berani ngasih uang dulu sebelum panen, tapi harganya jauh di bawah harga pasar,” ungkapnya.

- Advertisement -

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID– Memasuki musim panen raya, petani kopi tak lagi tersenyum. Panen kopi yang mereka harapkan bisa membawa keuntungan kali ini tak bisa terkabulkan. Sebaliknya, mereka justru merasa sedih akibat hasil panennya banyak yang tak laku.

Seperti yang dialami oleh sejumlah petani di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Aini adalah salah satunya. Dia menyebut, pada musim panen kali ini jarang ada pengepul yang berani menawar kopinya.

Padahal, lanjut dia, biasanya sejak satu bulan sebelum panen raya, para pengepul berdatangan mulai menanyakan hasil panen ke rumah-rumah petani. “Ada satu dua pengepul, tapi main harganya masih rendah,” katanya.

Selama ini, sebagai petani yang mengolah kopi hingga proses pengeringan, Aini hanya menggantungkan usahanya pada penjualan kopi kepada pengepul. “Kalau dulu, dijual ke tengkulak. Mereka berani ngasih uang dulu sebelum panen, tapi harganya jauh di bawah harga pasar,” ungkapnya.

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID– Memasuki musim panen raya, petani kopi tak lagi tersenyum. Panen kopi yang mereka harapkan bisa membawa keuntungan kali ini tak bisa terkabulkan. Sebaliknya, mereka justru merasa sedih akibat hasil panennya banyak yang tak laku.

Seperti yang dialami oleh sejumlah petani di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Aini adalah salah satunya. Dia menyebut, pada musim panen kali ini jarang ada pengepul yang berani menawar kopinya.

Padahal, lanjut dia, biasanya sejak satu bulan sebelum panen raya, para pengepul berdatangan mulai menanyakan hasil panen ke rumah-rumah petani. “Ada satu dua pengepul, tapi main harganya masih rendah,” katanya.

Selama ini, sebagai petani yang mengolah kopi hingga proses pengeringan, Aini hanya menggantungkan usahanya pada penjualan kopi kepada pengepul. “Kalau dulu, dijual ke tengkulak. Mereka berani ngasih uang dulu sebelum panen, tapi harganya jauh di bawah harga pasar,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/