alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Gagal Jadi YouTuber, Raih Hoki dengan Berbisnis Dimsum

Perjalanan Diah Pratiwi Menapaki Usaha Kuliner

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DAMPAK positif pandemi adalah memperbanyak para pebinis home industry, khususnya usaha makanan. Seperti yang dilakukan oleh Diah Pratiwi, pebisnis kuliner dimsum yang sekarang lagi naik daun.

Diah memulai membuka usaha dimsum sejak Juni 2020 lalu, tepatnya setelah pandemi melanda dan kebijakan work from home (WFH) resmi diberlakukan. Sebelum memulai bisnis, Diah dan suaminya berinisiatif untuk membuat konten YouTube. Ide ini tak semulus perencanaan yang sudah disusun. Keduanya pun memutuskan berhenti membuat konten karena keterbatasan alat dan waktu. “Akhirnya coba buat dimsum,” kata Diah.

Dia mulai membuat dimsum dengan resep ala kadarnya. Hasil olahan pertamanya ia berikan ke orang tuanya yang juga seorang pengusaha katering. “Sempat dikomentari kurang enak,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lalu, orang tuanya pun memberikan masukan untuk membenahi cita rasa dimsum yang sudah diracik itu. Dari evaluasi orang tuanya itu, Diah makin percaya diri untuk mempromosikan dagangannya pada beberapa kolega, rekan kerja, dan teman-temannya di grup WhatsApp. “Akhirnya coba sharing ke WA. Ternyata ada teman yang mau order. Kami kasih ke istri teman dan teman kerja. Alhamdulillah baru pesan, eh, besoknya pesen lagi,” tuturnya.

Diah dan suaminya pun makin menggenjot promosi dimsum melalui berbagai platform media sosial. Usahanya membuahkan hasil. Hingga dalam sehari ia mendapatkan pesanan sampai 10 kg. Semua prosesnya dilakoni sendiri. Diah bersama dengan suaminya.

Pesanan dimsum-nya pun makin banyak. Puncaknya, ketika malam takbiran, Diah dan suaminya begadang hingga dini hari untuk menyelesaikan pesanan. Sebab, dimsumdimsun itu akan disajikan pada hari Idul Fitri. Total pemesanannya lebih dari 10 kg.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DAMPAK positif pandemi adalah memperbanyak para pebinis home industry, khususnya usaha makanan. Seperti yang dilakukan oleh Diah Pratiwi, pebisnis kuliner dimsum yang sekarang lagi naik daun.

Diah memulai membuka usaha dimsum sejak Juni 2020 lalu, tepatnya setelah pandemi melanda dan kebijakan work from home (WFH) resmi diberlakukan. Sebelum memulai bisnis, Diah dan suaminya berinisiatif untuk membuat konten YouTube. Ide ini tak semulus perencanaan yang sudah disusun. Keduanya pun memutuskan berhenti membuat konten karena keterbatasan alat dan waktu. “Akhirnya coba buat dimsum,” kata Diah.

Dia mulai membuat dimsum dengan resep ala kadarnya. Hasil olahan pertamanya ia berikan ke orang tuanya yang juga seorang pengusaha katering. “Sempat dikomentari kurang enak,” ungkapnya.

Lalu, orang tuanya pun memberikan masukan untuk membenahi cita rasa dimsum yang sudah diracik itu. Dari evaluasi orang tuanya itu, Diah makin percaya diri untuk mempromosikan dagangannya pada beberapa kolega, rekan kerja, dan teman-temannya di grup WhatsApp. “Akhirnya coba sharing ke WA. Ternyata ada teman yang mau order. Kami kasih ke istri teman dan teman kerja. Alhamdulillah baru pesan, eh, besoknya pesen lagi,” tuturnya.

Diah dan suaminya pun makin menggenjot promosi dimsum melalui berbagai platform media sosial. Usahanya membuahkan hasil. Hingga dalam sehari ia mendapatkan pesanan sampai 10 kg. Semua prosesnya dilakoni sendiri. Diah bersama dengan suaminya.

Pesanan dimsum-nya pun makin banyak. Puncaknya, ketika malam takbiran, Diah dan suaminya begadang hingga dini hari untuk menyelesaikan pesanan. Sebab, dimsumdimsun itu akan disajikan pada hari Idul Fitri. Total pemesanannya lebih dari 10 kg.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DAMPAK positif pandemi adalah memperbanyak para pebinis home industry, khususnya usaha makanan. Seperti yang dilakukan oleh Diah Pratiwi, pebisnis kuliner dimsum yang sekarang lagi naik daun.

Diah memulai membuka usaha dimsum sejak Juni 2020 lalu, tepatnya setelah pandemi melanda dan kebijakan work from home (WFH) resmi diberlakukan. Sebelum memulai bisnis, Diah dan suaminya berinisiatif untuk membuat konten YouTube. Ide ini tak semulus perencanaan yang sudah disusun. Keduanya pun memutuskan berhenti membuat konten karena keterbatasan alat dan waktu. “Akhirnya coba buat dimsum,” kata Diah.

Dia mulai membuat dimsum dengan resep ala kadarnya. Hasil olahan pertamanya ia berikan ke orang tuanya yang juga seorang pengusaha katering. “Sempat dikomentari kurang enak,” ungkapnya.

Lalu, orang tuanya pun memberikan masukan untuk membenahi cita rasa dimsum yang sudah diracik itu. Dari evaluasi orang tuanya itu, Diah makin percaya diri untuk mempromosikan dagangannya pada beberapa kolega, rekan kerja, dan teman-temannya di grup WhatsApp. “Akhirnya coba sharing ke WA. Ternyata ada teman yang mau order. Kami kasih ke istri teman dan teman kerja. Alhamdulillah baru pesan, eh, besoknya pesen lagi,” tuturnya.

Diah dan suaminya pun makin menggenjot promosi dimsum melalui berbagai platform media sosial. Usahanya membuahkan hasil. Hingga dalam sehari ia mendapatkan pesanan sampai 10 kg. Semua prosesnya dilakoni sendiri. Diah bersama dengan suaminya.

Pesanan dimsum-nya pun makin banyak. Puncaknya, ketika malam takbiran, Diah dan suaminya begadang hingga dini hari untuk menyelesaikan pesanan. Sebab, dimsumdimsun itu akan disajikan pada hari Idul Fitri. Total pemesanannya lebih dari 10 kg.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/