23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Dongkrak Ekonomi dengan Parade Drum Band dan Marching Band Peringati HGN

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peringatan hari guru nasional (HGN) di Jember masih belum usai. Para peserta didik dari SD hingga SMP ikut berpartisipasi dalam peringatan itu. Juga sebagai unjuk skill dari apa yang telah diajarkan di sekolah masing-masing.

Peringatan itu dikemas dalam kemeriahan parade drum band dan marching band tingkat pelajar. Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui bahwa Jember memang memiliki talent pelajar yang berprestasi dalam bidang tersebut. Dengan momen HGN, dia sepakat bahwa siswa bisa menyalurkan bakat sekaligus memberikan apresiasi kepada guru lewat aksi-aksi hebatnya.

Bupati Hendy yang juga ditemani oleh Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dan Plt Sekda Jember Arief Tjahjono mengucapkan rasa terimakasih atas jasa para guru. Sehingga bisa melahirkan anak-anak yang lihai memainkan peralatan musik drum band dengan atraksi-atraksi yang memukau. “Terimakasih kepada kepala sekolah yang telah membimbing,” ucapnya saat sambutan pelepasan parade, kemarin pagi (26/11) di tepi jalan raya depan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Merdeka belajar bagi anak didik dan merdeka mengajar bagi guru. Begitulah cuplikan pesan yang dirangkum Bupati Hendy dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI Nadiem Makarim. Pesan itu ditekankan kembali kepada para guru yang ikut berkumpul mendampingi siswa-siswinya.

Diketahui, sebanyak 1500 pelajar yang mengikuti parade. Semua itu tergabung dalam 25 grup. Sebanyak 7 grup yang terdiri dari sekolah SD, 16 grup tingkat SMP/MTs, dan 2 grup SMA.  Baik sekolah negeri maupun swasta se Jember. Rute yang dilalui dimulai dari Jalan Gajah Mada dan berakhir di Alun-Alun Jember.

Menurutnya, parade drum band dan marchinh band mampu menjadi alternatif menjalurkan bakat siswa. Dia juga berencana akan menggeber kegiatan tersebut tiap tahun. “Melalui parade drum band, selain bisa mengangkat eksistensi sekolah juga sebagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Jember,” papar Bupati Hendy.

Ribuan peserta parade dan orang tua hadir dalam satu event. Banyak para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut menikmati keuntungan. Dagangannya bisa laris dan ekonomi jadi berputar. Ini merupakan komitmen yang terus dilakukan bupati.

Semangat kebangkitan ekonomi adalah upaya yang selalu diselipkan di berbagai event. Bahkan, tidak lama ini, Pemkab Jember telah me-launching event yang akan dihelat selama 2023 nanti. “Semua akan kami kemas dalam seni budaya, maknanya tersampaikan dan ekonomi juga bisa bangkit,” pungkasnya. (sil/mun)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peringatan hari guru nasional (HGN) di Jember masih belum usai. Para peserta didik dari SD hingga SMP ikut berpartisipasi dalam peringatan itu. Juga sebagai unjuk skill dari apa yang telah diajarkan di sekolah masing-masing.

Peringatan itu dikemas dalam kemeriahan parade drum band dan marching band tingkat pelajar. Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui bahwa Jember memang memiliki talent pelajar yang berprestasi dalam bidang tersebut. Dengan momen HGN, dia sepakat bahwa siswa bisa menyalurkan bakat sekaligus memberikan apresiasi kepada guru lewat aksi-aksi hebatnya.

Bupati Hendy yang juga ditemani oleh Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dan Plt Sekda Jember Arief Tjahjono mengucapkan rasa terimakasih atas jasa para guru. Sehingga bisa melahirkan anak-anak yang lihai memainkan peralatan musik drum band dengan atraksi-atraksi yang memukau. “Terimakasih kepada kepala sekolah yang telah membimbing,” ucapnya saat sambutan pelepasan parade, kemarin pagi (26/11) di tepi jalan raya depan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Jember.

Merdeka belajar bagi anak didik dan merdeka mengajar bagi guru. Begitulah cuplikan pesan yang dirangkum Bupati Hendy dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI Nadiem Makarim. Pesan itu ditekankan kembali kepada para guru yang ikut berkumpul mendampingi siswa-siswinya.

Diketahui, sebanyak 1500 pelajar yang mengikuti parade. Semua itu tergabung dalam 25 grup. Sebanyak 7 grup yang terdiri dari sekolah SD, 16 grup tingkat SMP/MTs, dan 2 grup SMA.  Baik sekolah negeri maupun swasta se Jember. Rute yang dilalui dimulai dari Jalan Gajah Mada dan berakhir di Alun-Alun Jember.

Menurutnya, parade drum band dan marchinh band mampu menjadi alternatif menjalurkan bakat siswa. Dia juga berencana akan menggeber kegiatan tersebut tiap tahun. “Melalui parade drum band, selain bisa mengangkat eksistensi sekolah juga sebagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Jember,” papar Bupati Hendy.

Ribuan peserta parade dan orang tua hadir dalam satu event. Banyak para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut menikmati keuntungan. Dagangannya bisa laris dan ekonomi jadi berputar. Ini merupakan komitmen yang terus dilakukan bupati.

Semangat kebangkitan ekonomi adalah upaya yang selalu diselipkan di berbagai event. Bahkan, tidak lama ini, Pemkab Jember telah me-launching event yang akan dihelat selama 2023 nanti. “Semua akan kami kemas dalam seni budaya, maknanya tersampaikan dan ekonomi juga bisa bangkit,” pungkasnya. (sil/mun)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peringatan hari guru nasional (HGN) di Jember masih belum usai. Para peserta didik dari SD hingga SMP ikut berpartisipasi dalam peringatan itu. Juga sebagai unjuk skill dari apa yang telah diajarkan di sekolah masing-masing.

Peringatan itu dikemas dalam kemeriahan parade drum band dan marching band tingkat pelajar. Bupati Jember Hendy Siswanto mengakui bahwa Jember memang memiliki talent pelajar yang berprestasi dalam bidang tersebut. Dengan momen HGN, dia sepakat bahwa siswa bisa menyalurkan bakat sekaligus memberikan apresiasi kepada guru lewat aksi-aksi hebatnya.

Bupati Hendy yang juga ditemani oleh Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dan Plt Sekda Jember Arief Tjahjono mengucapkan rasa terimakasih atas jasa para guru. Sehingga bisa melahirkan anak-anak yang lihai memainkan peralatan musik drum band dengan atraksi-atraksi yang memukau. “Terimakasih kepada kepala sekolah yang telah membimbing,” ucapnya saat sambutan pelepasan parade, kemarin pagi (26/11) di tepi jalan raya depan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Jember.

Merdeka belajar bagi anak didik dan merdeka mengajar bagi guru. Begitulah cuplikan pesan yang dirangkum Bupati Hendy dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI Nadiem Makarim. Pesan itu ditekankan kembali kepada para guru yang ikut berkumpul mendampingi siswa-siswinya.

Diketahui, sebanyak 1500 pelajar yang mengikuti parade. Semua itu tergabung dalam 25 grup. Sebanyak 7 grup yang terdiri dari sekolah SD, 16 grup tingkat SMP/MTs, dan 2 grup SMA.  Baik sekolah negeri maupun swasta se Jember. Rute yang dilalui dimulai dari Jalan Gajah Mada dan berakhir di Alun-Alun Jember.

Menurutnya, parade drum band dan marchinh band mampu menjadi alternatif menjalurkan bakat siswa. Dia juga berencana akan menggeber kegiatan tersebut tiap tahun. “Melalui parade drum band, selain bisa mengangkat eksistensi sekolah juga sebagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Jember,” papar Bupati Hendy.

Ribuan peserta parade dan orang tua hadir dalam satu event. Banyak para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut menikmati keuntungan. Dagangannya bisa laris dan ekonomi jadi berputar. Ini merupakan komitmen yang terus dilakukan bupati.

Semangat kebangkitan ekonomi adalah upaya yang selalu diselipkan di berbagai event. Bahkan, tidak lama ini, Pemkab Jember telah me-launching event yang akan dihelat selama 2023 nanti. “Semua akan kami kemas dalam seni budaya, maknanya tersampaikan dan ekonomi juga bisa bangkit,” pungkasnya. (sil/mun)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca