alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Putus Sekolah ? Kalian Tetap Bisa Bekerja Disini

Berdayakan Remaja Putus Sekolah, Kembangkan Batik Industri Rumahan

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWINING, RADARJEMBER.ID – Usaha batik rumahan milik Heri Efendi memang tidak terlihat dari jalan besar, karena berada di perkampungan penduduk. Namun, keberadaan home industry di Jalan Dharmawangsa, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambupuji, itu mampu mendatangkan manfaat bagi orang lain. Terutama anak putus sekolah.

Setiap harinya, aktivitas pembuatan batik dilakukan oleh puluhan remaja yang tak lagi mengenyam bangku pendidikan. Impitan ekonomi membuat para remaja ini tidak bisa melanjutkan pendidikan, lantas bekerja di Batik Damar Asli (Damas).

Heri menuturkan, semangat mereka untuk mengenal batik cukup tinggi. “Mereka bekerja di sini karena tidak bisa sekolah lagi. Tidak hanya berasal dari sekitar sini, namun ada pula dari kecamatan lain seperti Bangsalsari dan Panti,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya, mereka datang tanpa ada kemampuan untuk membatik. Lambat laun, seiring waktu berjalan, mereka semakin terampil membuat batik hingga mengepak. Ayah dari satu anak ini menegaskan, kendati mereka hanya berlatar belakang pendidikan SD dan SMP, namun memiliki kemauan keras untuk belajar membatik.

Seperti Bagus, misalnya. Dirinya memutuskan untuk bekerja di usaha batik milik pria asal Kecamatan Balung tersebut karena harus membantu perekonomian neneknya. Sebelum ini, dia membantu sang nenek berjualan bakso. Namun, saat ini usahanya ditutup karena kondisi kesehatan neneknya yang semakin menurun.

- Advertisement -

KALIWINING, RADARJEMBER.ID – Usaha batik rumahan milik Heri Efendi memang tidak terlihat dari jalan besar, karena berada di perkampungan penduduk. Namun, keberadaan home industry di Jalan Dharmawangsa, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambupuji, itu mampu mendatangkan manfaat bagi orang lain. Terutama anak putus sekolah.

Setiap harinya, aktivitas pembuatan batik dilakukan oleh puluhan remaja yang tak lagi mengenyam bangku pendidikan. Impitan ekonomi membuat para remaja ini tidak bisa melanjutkan pendidikan, lantas bekerja di Batik Damar Asli (Damas).

Heri menuturkan, semangat mereka untuk mengenal batik cukup tinggi. “Mereka bekerja di sini karena tidak bisa sekolah lagi. Tidak hanya berasal dari sekitar sini, namun ada pula dari kecamatan lain seperti Bangsalsari dan Panti,” ujarnya.

Awalnya, mereka datang tanpa ada kemampuan untuk membatik. Lambat laun, seiring waktu berjalan, mereka semakin terampil membuat batik hingga mengepak. Ayah dari satu anak ini menegaskan, kendati mereka hanya berlatar belakang pendidikan SD dan SMP, namun memiliki kemauan keras untuk belajar membatik.

Seperti Bagus, misalnya. Dirinya memutuskan untuk bekerja di usaha batik milik pria asal Kecamatan Balung tersebut karena harus membantu perekonomian neneknya. Sebelum ini, dia membantu sang nenek berjualan bakso. Namun, saat ini usahanya ditutup karena kondisi kesehatan neneknya yang semakin menurun.

KALIWINING, RADARJEMBER.ID – Usaha batik rumahan milik Heri Efendi memang tidak terlihat dari jalan besar, karena berada di perkampungan penduduk. Namun, keberadaan home industry di Jalan Dharmawangsa, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambupuji, itu mampu mendatangkan manfaat bagi orang lain. Terutama anak putus sekolah.

Setiap harinya, aktivitas pembuatan batik dilakukan oleh puluhan remaja yang tak lagi mengenyam bangku pendidikan. Impitan ekonomi membuat para remaja ini tidak bisa melanjutkan pendidikan, lantas bekerja di Batik Damar Asli (Damas).

Heri menuturkan, semangat mereka untuk mengenal batik cukup tinggi. “Mereka bekerja di sini karena tidak bisa sekolah lagi. Tidak hanya berasal dari sekitar sini, namun ada pula dari kecamatan lain seperti Bangsalsari dan Panti,” ujarnya.

Awalnya, mereka datang tanpa ada kemampuan untuk membatik. Lambat laun, seiring waktu berjalan, mereka semakin terampil membuat batik hingga mengepak. Ayah dari satu anak ini menegaskan, kendati mereka hanya berlatar belakang pendidikan SD dan SMP, namun memiliki kemauan keras untuk belajar membatik.

Seperti Bagus, misalnya. Dirinya memutuskan untuk bekerja di usaha batik milik pria asal Kecamatan Balung tersebut karena harus membantu perekonomian neneknya. Sebelum ini, dia membantu sang nenek berjualan bakso. Namun, saat ini usahanya ditutup karena kondisi kesehatan neneknya yang semakin menurun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/