alexametrics
27.2 C
Jember
Wednesday, 17 August 2022

Komunitas Angklung Semakin Banyak

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar JemberMaraknya pengamen angklung di Jember merupakan dilema bagi pemerintah. Khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember. Pasalnya, pengamen yang menggunakan alat musik tradisional itu semakin banyak dan membuat masyarakat menjadi terganggu.

BACA JUGA : Petani Bali Gigit Jari Lantaran Gagal Panen Cabai

Kabid Kebudayaan Disparbud Jember Fibriyanto menjelaskan bahwa pada tahun 2020 pernah ada upaya untuk mengajak para pengamen angklung agar mau sama-sama membentuk komunitas dan tidak lagi mengamen di jalanan. Sayangnya, upaya itu gagal karena pengamen angklung tidak berkenan. “Padahal angklung itu merupakan salah satu alat musik tradisional untuk dilestarikan. Seharusnya para pengamen jalanan tidak perlu turun ke jalan untuk bermain angklung dan meminta sumbangan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mulai tahun 2023 akan ada rencana untuk pengembangan kelestarian musik tradisional, mengingat saat ini alat musik tradisional mulai berkurang pemainnya. “Bupati Jember Hendy Siswanto juga ada rencana dengan kami untuk sama-sama memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk melestarikan musik dan kesenian tradisional,” ujarnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar JemberMaraknya pengamen angklung di Jember merupakan dilema bagi pemerintah. Khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember. Pasalnya, pengamen yang menggunakan alat musik tradisional itu semakin banyak dan membuat masyarakat menjadi terganggu.

BACA JUGA : Petani Bali Gigit Jari Lantaran Gagal Panen Cabai

Kabid Kebudayaan Disparbud Jember Fibriyanto menjelaskan bahwa pada tahun 2020 pernah ada upaya untuk mengajak para pengamen angklung agar mau sama-sama membentuk komunitas dan tidak lagi mengamen di jalanan. Sayangnya, upaya itu gagal karena pengamen angklung tidak berkenan. “Padahal angklung itu merupakan salah satu alat musik tradisional untuk dilestarikan. Seharusnya para pengamen jalanan tidak perlu turun ke jalan untuk bermain angklung dan meminta sumbangan,” ujarnya.

Mulai tahun 2023 akan ada rencana untuk pengembangan kelestarian musik tradisional, mengingat saat ini alat musik tradisional mulai berkurang pemainnya. “Bupati Jember Hendy Siswanto juga ada rencana dengan kami untuk sama-sama memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk melestarikan musik dan kesenian tradisional,” ujarnya.

SUMBERSARI, Radar JemberMaraknya pengamen angklung di Jember merupakan dilema bagi pemerintah. Khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember. Pasalnya, pengamen yang menggunakan alat musik tradisional itu semakin banyak dan membuat masyarakat menjadi terganggu.

BACA JUGA : Petani Bali Gigit Jari Lantaran Gagal Panen Cabai

Kabid Kebudayaan Disparbud Jember Fibriyanto menjelaskan bahwa pada tahun 2020 pernah ada upaya untuk mengajak para pengamen angklung agar mau sama-sama membentuk komunitas dan tidak lagi mengamen di jalanan. Sayangnya, upaya itu gagal karena pengamen angklung tidak berkenan. “Padahal angklung itu merupakan salah satu alat musik tradisional untuk dilestarikan. Seharusnya para pengamen jalanan tidak perlu turun ke jalan untuk bermain angklung dan meminta sumbangan,” ujarnya.

Mulai tahun 2023 akan ada rencana untuk pengembangan kelestarian musik tradisional, mengingat saat ini alat musik tradisional mulai berkurang pemainnya. “Bupati Jember Hendy Siswanto juga ada rencana dengan kami untuk sama-sama memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk melestarikan musik dan kesenian tradisional,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/