alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Eks Lokalisasi Moroseneng Kini Jadi Kampung Anggrek

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- ”Sulit memang, tapi bukan tidak mungkin”. Kalimat itu masih tebersit di kepala Septian Nugraha. Ketua Karang Taruna RT 3, RW 1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, itu sempat ragu ketika diajak masuk ke tim anggrek.

Tugasnya tidak hanya sulit. Tapi, nyaris tidak mungkin.Dia bersama 15 anggota timnya dipercaya untuk merawat 500 lebih tanaman anggrek di greenhouse Sememi Jaya Gang III. Yang menjadi tantangan, memaksa anggrek hidup di tempat bukan habitatnya.

”Anggrek ini tanaman suhu dingin. Jadi, bukan hanya sulit. Tapi, benar-benar sulit membudidayakan anggrek di sini (Surabaya, Red),” kata Septian.Pemuda 24 tahun itu bercerita bagaimana awal mula menanam anggrek itu dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada pertengahan 2019, Wali Kota Tri Rismaharini menggagas kampung anggrek di Kelurahan Sememi. Eks lokalisasi Moroseneng di Sememi Jaya Gang III ditunjuk sebagai tempat budi dayanya. Bekas Wisma Barbara disulap menjadi laboratorium pembibitan tanaman.

Tepat September pada tahun itu, Septian bergabung. Dia ragu. Sedikit bingung. Pada umumnya, budi daya anggrek dilakukan di tempat dengan suhu 15 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- ”Sulit memang, tapi bukan tidak mungkin”. Kalimat itu masih tebersit di kepala Septian Nugraha. Ketua Karang Taruna RT 3, RW 1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, itu sempat ragu ketika diajak masuk ke tim anggrek.

Tugasnya tidak hanya sulit. Tapi, nyaris tidak mungkin.Dia bersama 15 anggota timnya dipercaya untuk merawat 500 lebih tanaman anggrek di greenhouse Sememi Jaya Gang III. Yang menjadi tantangan, memaksa anggrek hidup di tempat bukan habitatnya.

”Anggrek ini tanaman suhu dingin. Jadi, bukan hanya sulit. Tapi, benar-benar sulit membudidayakan anggrek di sini (Surabaya, Red),” kata Septian.Pemuda 24 tahun itu bercerita bagaimana awal mula menanam anggrek itu dilakukan.

Pada pertengahan 2019, Wali Kota Tri Rismaharini menggagas kampung anggrek di Kelurahan Sememi. Eks lokalisasi Moroseneng di Sememi Jaya Gang III ditunjuk sebagai tempat budi dayanya. Bekas Wisma Barbara disulap menjadi laboratorium pembibitan tanaman.

Tepat September pada tahun itu, Septian bergabung. Dia ragu. Sedikit bingung. Pada umumnya, budi daya anggrek dilakukan di tempat dengan suhu 15 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID- ”Sulit memang, tapi bukan tidak mungkin”. Kalimat itu masih tebersit di kepala Septian Nugraha. Ketua Karang Taruna RT 3, RW 1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, itu sempat ragu ketika diajak masuk ke tim anggrek.

Tugasnya tidak hanya sulit. Tapi, nyaris tidak mungkin.Dia bersama 15 anggota timnya dipercaya untuk merawat 500 lebih tanaman anggrek di greenhouse Sememi Jaya Gang III. Yang menjadi tantangan, memaksa anggrek hidup di tempat bukan habitatnya.

”Anggrek ini tanaman suhu dingin. Jadi, bukan hanya sulit. Tapi, benar-benar sulit membudidayakan anggrek di sini (Surabaya, Red),” kata Septian.Pemuda 24 tahun itu bercerita bagaimana awal mula menanam anggrek itu dilakukan.

Pada pertengahan 2019, Wali Kota Tri Rismaharini menggagas kampung anggrek di Kelurahan Sememi. Eks lokalisasi Moroseneng di Sememi Jaya Gang III ditunjuk sebagai tempat budi dayanya. Bekas Wisma Barbara disulap menjadi laboratorium pembibitan tanaman.

Tepat September pada tahun itu, Septian bergabung. Dia ragu. Sedikit bingung. Pada umumnya, budi daya anggrek dilakukan di tempat dengan suhu 15 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/