alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Cegah Lonjakan Harga, Intervensi Pasar

Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun Masuk Pasar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah harga bahan pokok diprediksi bakal naik. Kondisi itu juga sudah mulai terjadi beberapa pekan belakangan. Bahkan di beberapa pasar tradisional kenaikan harga kebutuhan pokok sudah terpantau, walaupun di batas kewajaran. “Memang ada sedikit kenaikan, tapi tidak seberapa, dan masuk katagori normal,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, kala sidak ke Pasar Tanjung bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kemarin.

Baca Juga : Usai Lindas Warga Tanggul Jember hingga Tewas, Sopir Boks Malah Bablas

Saat turun ke pasar itu, Hendy memantau langsung ketersediaan maupun harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurut dia, kenaikan harga-harga barang di pasar masih tergolong normal jika dibandingkan dengan kenaikan harga saat awal merebaknya pandemi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mencontohkan, seperti harga minyak goreng. Setelah ada penetrasi dari perusahaan minyak pada gelaran pasar murah di beberapa kecamatan lalu, hasilnya, harga tidak meroket. Untuk minyak curah harganya berkisar Rp 14.500–15.000 per liternya.

Sementara itu, pada komoditas lainnya cenderung ada penurunan. Seperti cabai, dari yang biasanya mencapai kisaran Rp 65 ribu per kilogram, saat itu di kisaran Rp 28 ribu. “Artinya, harga itu tergolong normal,” sebut Hendy yang turun ke Pasar Tanjung didampingi Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau yang akrab disapa Gus Firjaun.

Dia juga memastikan, saat sidak itu, harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Langkah mengurai kenaikan harga di sejumlah kecamatan beberapa pekan lalu, diakuinya turut membantu mengontrol kenaikan harga pasaran. “Demikian halnya minyak goreng. Tidak tajam kenaikannya, karena telah ada pasar murah di beberapa kecamatan di Jember,” aku Hendy.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah harga bahan pokok diprediksi bakal naik. Kondisi itu juga sudah mulai terjadi beberapa pekan belakangan. Bahkan di beberapa pasar tradisional kenaikan harga kebutuhan pokok sudah terpantau, walaupun di batas kewajaran. “Memang ada sedikit kenaikan, tapi tidak seberapa, dan masuk katagori normal,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, kala sidak ke Pasar Tanjung bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kemarin.

Baca Juga : Usai Lindas Warga Tanggul Jember hingga Tewas, Sopir Boks Malah Bablas

Saat turun ke pasar itu, Hendy memantau langsung ketersediaan maupun harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurut dia, kenaikan harga-harga barang di pasar masih tergolong normal jika dibandingkan dengan kenaikan harga saat awal merebaknya pandemi.

Dia mencontohkan, seperti harga minyak goreng. Setelah ada penetrasi dari perusahaan minyak pada gelaran pasar murah di beberapa kecamatan lalu, hasilnya, harga tidak meroket. Untuk minyak curah harganya berkisar Rp 14.500–15.000 per liternya.

Sementara itu, pada komoditas lainnya cenderung ada penurunan. Seperti cabai, dari yang biasanya mencapai kisaran Rp 65 ribu per kilogram, saat itu di kisaran Rp 28 ribu. “Artinya, harga itu tergolong normal,” sebut Hendy yang turun ke Pasar Tanjung didampingi Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau yang akrab disapa Gus Firjaun.

Dia juga memastikan, saat sidak itu, harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Langkah mengurai kenaikan harga di sejumlah kecamatan beberapa pekan lalu, diakuinya turut membantu mengontrol kenaikan harga pasaran. “Demikian halnya minyak goreng. Tidak tajam kenaikannya, karena telah ada pasar murah di beberapa kecamatan di Jember,” aku Hendy.

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah harga bahan pokok diprediksi bakal naik. Kondisi itu juga sudah mulai terjadi beberapa pekan belakangan. Bahkan di beberapa pasar tradisional kenaikan harga kebutuhan pokok sudah terpantau, walaupun di batas kewajaran. “Memang ada sedikit kenaikan, tapi tidak seberapa, dan masuk katagori normal,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, kala sidak ke Pasar Tanjung bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kemarin.

Baca Juga : Usai Lindas Warga Tanggul Jember hingga Tewas, Sopir Boks Malah Bablas

Saat turun ke pasar itu, Hendy memantau langsung ketersediaan maupun harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurut dia, kenaikan harga-harga barang di pasar masih tergolong normal jika dibandingkan dengan kenaikan harga saat awal merebaknya pandemi.

Dia mencontohkan, seperti harga minyak goreng. Setelah ada penetrasi dari perusahaan minyak pada gelaran pasar murah di beberapa kecamatan lalu, hasilnya, harga tidak meroket. Untuk minyak curah harganya berkisar Rp 14.500–15.000 per liternya.

Sementara itu, pada komoditas lainnya cenderung ada penurunan. Seperti cabai, dari yang biasanya mencapai kisaran Rp 65 ribu per kilogram, saat itu di kisaran Rp 28 ribu. “Artinya, harga itu tergolong normal,” sebut Hendy yang turun ke Pasar Tanjung didampingi Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau yang akrab disapa Gus Firjaun.

Dia juga memastikan, saat sidak itu, harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Langkah mengurai kenaikan harga di sejumlah kecamatan beberapa pekan lalu, diakuinya turut membantu mengontrol kenaikan harga pasaran. “Demikian halnya minyak goreng. Tidak tajam kenaikannya, karena telah ada pasar murah di beberapa kecamatan di Jember,” aku Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/