alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jangan Asal Cabut Bunga di Sawah

Pemanfaatan Refugia demi Atasi Hama Padi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanaman hias, termasuk bunga-bungaan, semakin digemari sejak merebaknya pandemi Covid-19. Bahkan, bunga liar yang berada di areal persawahan pun tak luput dari daya tarik pecinta tanaman hias. Hal ini membuat indahnya tanaman bunga di pematang sawah justru mulai rusak, bahkan hilang begitu saja. Padahal, tanaman itu merupakan musuh alami hama penyakit pada tanaman padi.

Di areal persawahan Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, seorang buruh tani bernama Supiran tampak sibuk menyiapkan penyemprotan hama. Setelah itu, dia juga mulai berjalan di dekat sungai untuk memetik bunga kertas yang kemudian ditabur. “Dulu di sini banyak bunga,” kenangnya.

Supiran mengaku, areal persawahan di Desa Dukuh Dempok sempat menjadi tempat favorit para muda-mudi untuk berswafoto. Tak heran, sebab di kawasan ini terdapat banyak bunga berjenis zinnia yang menjadi daya tarik bagi mereka. “Dulu banyak bunga di sini,” jelasnya. Mulai dari bunga matahari hingga bunga kertas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, kata dia, sedikit demi sedikit tanaman bunga matahari yang ditanam di dekat sawah itu rusak. Bahkan hilang karena sering dipetik. “Ada saja yang mengambil,” paparnya. Padahal, penanaman bunga matahari tersebut dimaksudkan untuk menangkal hama, termasuk wereng. Tak heran jika akhirnya petani setempat enggan untuk menanam bunga matahari, dan memilih menanam bunga kertas saja.

Sementara itu, Sumardi, pegawai UPT Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur, mengatakan, dalam mengatasi hama penyakit, perlu pengendalian hama secara terpadu. Artinya, semua unsur perlu dipakai. Tidak hanya membasmi dengan pestisida, tapi juga musuh alami.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanaman hias, termasuk bunga-bungaan, semakin digemari sejak merebaknya pandemi Covid-19. Bahkan, bunga liar yang berada di areal persawahan pun tak luput dari daya tarik pecinta tanaman hias. Hal ini membuat indahnya tanaman bunga di pematang sawah justru mulai rusak, bahkan hilang begitu saja. Padahal, tanaman itu merupakan musuh alami hama penyakit pada tanaman padi.

Di areal persawahan Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, seorang buruh tani bernama Supiran tampak sibuk menyiapkan penyemprotan hama. Setelah itu, dia juga mulai berjalan di dekat sungai untuk memetik bunga kertas yang kemudian ditabur. “Dulu di sini banyak bunga,” kenangnya.

Supiran mengaku, areal persawahan di Desa Dukuh Dempok sempat menjadi tempat favorit para muda-mudi untuk berswafoto. Tak heran, sebab di kawasan ini terdapat banyak bunga berjenis zinnia yang menjadi daya tarik bagi mereka. “Dulu banyak bunga di sini,” jelasnya. Mulai dari bunga matahari hingga bunga kertas.

Sayangnya, kata dia, sedikit demi sedikit tanaman bunga matahari yang ditanam di dekat sawah itu rusak. Bahkan hilang karena sering dipetik. “Ada saja yang mengambil,” paparnya. Padahal, penanaman bunga matahari tersebut dimaksudkan untuk menangkal hama, termasuk wereng. Tak heran jika akhirnya petani setempat enggan untuk menanam bunga matahari, dan memilih menanam bunga kertas saja.

Sementara itu, Sumardi, pegawai UPT Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur, mengatakan, dalam mengatasi hama penyakit, perlu pengendalian hama secara terpadu. Artinya, semua unsur perlu dipakai. Tidak hanya membasmi dengan pestisida, tapi juga musuh alami.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanaman hias, termasuk bunga-bungaan, semakin digemari sejak merebaknya pandemi Covid-19. Bahkan, bunga liar yang berada di areal persawahan pun tak luput dari daya tarik pecinta tanaman hias. Hal ini membuat indahnya tanaman bunga di pematang sawah justru mulai rusak, bahkan hilang begitu saja. Padahal, tanaman itu merupakan musuh alami hama penyakit pada tanaman padi.

Di areal persawahan Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, seorang buruh tani bernama Supiran tampak sibuk menyiapkan penyemprotan hama. Setelah itu, dia juga mulai berjalan di dekat sungai untuk memetik bunga kertas yang kemudian ditabur. “Dulu di sini banyak bunga,” kenangnya.

Supiran mengaku, areal persawahan di Desa Dukuh Dempok sempat menjadi tempat favorit para muda-mudi untuk berswafoto. Tak heran, sebab di kawasan ini terdapat banyak bunga berjenis zinnia yang menjadi daya tarik bagi mereka. “Dulu banyak bunga di sini,” jelasnya. Mulai dari bunga matahari hingga bunga kertas.

Sayangnya, kata dia, sedikit demi sedikit tanaman bunga matahari yang ditanam di dekat sawah itu rusak. Bahkan hilang karena sering dipetik. “Ada saja yang mengambil,” paparnya. Padahal, penanaman bunga matahari tersebut dimaksudkan untuk menangkal hama, termasuk wereng. Tak heran jika akhirnya petani setempat enggan untuk menanam bunga matahari, dan memilih menanam bunga kertas saja.

Sementara itu, Sumardi, pegawai UPT Proteksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur, mengatakan, dalam mengatasi hama penyakit, perlu pengendalian hama secara terpadu. Artinya, semua unsur perlu dipakai. Tidak hanya membasmi dengan pestisida, tapi juga musuh alami.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/