alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Bikin Hand Sanitizer, Peluang Bisnis ABH

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Anak-anak yang berkonflik dengan hukum (ABH), yang mendapatkan diversi hukuman mulai dibuka pemikirannya untuk berwirausaha. Mereka mulai tahu bagaimana cara pembuatan hand sanitizer yang kini telah jadi kebutuhan masyarakat. Bahkan, mereka juga dapat pemahaman digital marketing.

Sabilillah Aziz, 16, warga asal Jelbuk, bersama ABH lainnya terlihat serius untuk menghitung berapa mili alkohol yang akan dipakai sebagai bahan pembuatan hand sanitizer. Pelatihan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II A Jember, kemarin (24/2), digelar di Grand Cafe, Sumbersari.

SA yang sehari-hari membantu orang tuanya bertani tersebut mengaku baru memahami cara membuat hand sanitizer. Menurutnya, cairan untuk mensterilkan atau mengganti cuci tangan memakai sabun menjadi peluang di Jelbuk. “Menurut saya peluang, karena setahu saya di Jelbuk tidak ada yang membuat,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih lagi perkantoran di Jelbuk juga semua butuh hand sanitizer. “Jadi, hand sanitizer ini semacam kebutuhan masyarakat,” katanya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Anak-anak yang berkonflik dengan hukum (ABH), yang mendapatkan diversi hukuman mulai dibuka pemikirannya untuk berwirausaha. Mereka mulai tahu bagaimana cara pembuatan hand sanitizer yang kini telah jadi kebutuhan masyarakat. Bahkan, mereka juga dapat pemahaman digital marketing.

Sabilillah Aziz, 16, warga asal Jelbuk, bersama ABH lainnya terlihat serius untuk menghitung berapa mili alkohol yang akan dipakai sebagai bahan pembuatan hand sanitizer. Pelatihan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II A Jember, kemarin (24/2), digelar di Grand Cafe, Sumbersari.

SA yang sehari-hari membantu orang tuanya bertani tersebut mengaku baru memahami cara membuat hand sanitizer. Menurutnya, cairan untuk mensterilkan atau mengganti cuci tangan memakai sabun menjadi peluang di Jelbuk. “Menurut saya peluang, karena setahu saya di Jelbuk tidak ada yang membuat,” tuturnya.

Terlebih lagi perkantoran di Jelbuk juga semua butuh hand sanitizer. “Jadi, hand sanitizer ini semacam kebutuhan masyarakat,” katanya.

SUMBERSARI, Radar Jember – Anak-anak yang berkonflik dengan hukum (ABH), yang mendapatkan diversi hukuman mulai dibuka pemikirannya untuk berwirausaha. Mereka mulai tahu bagaimana cara pembuatan hand sanitizer yang kini telah jadi kebutuhan masyarakat. Bahkan, mereka juga dapat pemahaman digital marketing.

Sabilillah Aziz, 16, warga asal Jelbuk, bersama ABH lainnya terlihat serius untuk menghitung berapa mili alkohol yang akan dipakai sebagai bahan pembuatan hand sanitizer. Pelatihan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II A Jember, kemarin (24/2), digelar di Grand Cafe, Sumbersari.

SA yang sehari-hari membantu orang tuanya bertani tersebut mengaku baru memahami cara membuat hand sanitizer. Menurutnya, cairan untuk mensterilkan atau mengganti cuci tangan memakai sabun menjadi peluang di Jelbuk. “Menurut saya peluang, karena setahu saya di Jelbuk tidak ada yang membuat,” tuturnya.

Terlebih lagi perkantoran di Jelbuk juga semua butuh hand sanitizer. “Jadi, hand sanitizer ini semacam kebutuhan masyarakat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/