alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Saatnya Santri Jadi Entrepreneur

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Santri harus menjadi subyek, tidak lagi menjadi obyek. Santri harus menjadi pelaku, tidak lagi menjadi tamu. Salah satunya dengan menanamkan jiwa entrepreneur yang kuat kepada para santri. Ini untuk mengembangkan inovasi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dalam sambutannya pada webinar yang diselenggrakan oleh Lakpesdam PCNU Jember. Diskusi yang merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2020 ini, mengangkat tema “Santripreneurship, Kerja Santri untuk Negeri” Jumat (23/10).

Dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Dr Waryono sebagai keynote speaker. Kemudian juga tiga narasumber santri yakni, Ainun Hadi, Managing Director PT. Waskita Multi Trada- Founder Metalchem Indonesia. Syarif Thayib, Founder Kids Preneur Center Pertama di Indonesia. Dan Sulaiman, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Santri Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Waryono, Pesantren di Kabupaten Jember membutuhkan pemetaan pengembangan usaha untuk menjadi pedoman bagi santri dalam berwirausaha. Sehingga bisnis yang dijalankan santri dapat unggul dan dikenali masyarakat umum.

“Saya pikir kita sudah cukup, pesantren jumlahnya 3.000 lebih. Dengan santri mukim sekitar 5 juta. Artinya pesantren sudah memiliki santri yang ilmunya memadai. Maka menurut saya, perlu adanya strategi untuk mengembangkan entrepreneur baru dari kalangan pesantren. Sehingga, ke depannya toko-toko dan usaha yang ada di sepanjang jalan itu adalah santri,” ungkapnya.

Selain berdaya saing secara intelektual, santri juga harus mampu berdaya saing secara finansial. Karena keduanya merupakan fondasi bagi santri untuk tetap kokoh iman dan tidak terombang-ambing dalam menentukan pilihan.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Santri harus menjadi subyek, tidak lagi menjadi obyek. Santri harus menjadi pelaku, tidak lagi menjadi tamu. Salah satunya dengan menanamkan jiwa entrepreneur yang kuat kepada para santri. Ini untuk mengembangkan inovasi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dalam sambutannya pada webinar yang diselenggrakan oleh Lakpesdam PCNU Jember. Diskusi yang merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2020 ini, mengangkat tema “Santripreneurship, Kerja Santri untuk Negeri” Jumat (23/10).

Dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Dr Waryono sebagai keynote speaker. Kemudian juga tiga narasumber santri yakni, Ainun Hadi, Managing Director PT. Waskita Multi Trada- Founder Metalchem Indonesia. Syarif Thayib, Founder Kids Preneur Center Pertama di Indonesia. Dan Sulaiman, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Santri Indonesia.

Menurut Waryono, Pesantren di Kabupaten Jember membutuhkan pemetaan pengembangan usaha untuk menjadi pedoman bagi santri dalam berwirausaha. Sehingga bisnis yang dijalankan santri dapat unggul dan dikenali masyarakat umum.

“Saya pikir kita sudah cukup, pesantren jumlahnya 3.000 lebih. Dengan santri mukim sekitar 5 juta. Artinya pesantren sudah memiliki santri yang ilmunya memadai. Maka menurut saya, perlu adanya strategi untuk mengembangkan entrepreneur baru dari kalangan pesantren. Sehingga, ke depannya toko-toko dan usaha yang ada di sepanjang jalan itu adalah santri,” ungkapnya.

Selain berdaya saing secara intelektual, santri juga harus mampu berdaya saing secara finansial. Karena keduanya merupakan fondasi bagi santri untuk tetap kokoh iman dan tidak terombang-ambing dalam menentukan pilihan.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Santri harus menjadi subyek, tidak lagi menjadi obyek. Santri harus menjadi pelaku, tidak lagi menjadi tamu. Salah satunya dengan menanamkan jiwa entrepreneur yang kuat kepada para santri. Ini untuk mengembangkan inovasi baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dalam sambutannya pada webinar yang diselenggrakan oleh Lakpesdam PCNU Jember. Diskusi yang merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2020 ini, mengangkat tema “Santripreneurship, Kerja Santri untuk Negeri” Jumat (23/10).

Dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Dr Waryono sebagai keynote speaker. Kemudian juga tiga narasumber santri yakni, Ainun Hadi, Managing Director PT. Waskita Multi Trada- Founder Metalchem Indonesia. Syarif Thayib, Founder Kids Preneur Center Pertama di Indonesia. Dan Sulaiman, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Santri Indonesia.

Menurut Waryono, Pesantren di Kabupaten Jember membutuhkan pemetaan pengembangan usaha untuk menjadi pedoman bagi santri dalam berwirausaha. Sehingga bisnis yang dijalankan santri dapat unggul dan dikenali masyarakat umum.

“Saya pikir kita sudah cukup, pesantren jumlahnya 3.000 lebih. Dengan santri mukim sekitar 5 juta. Artinya pesantren sudah memiliki santri yang ilmunya memadai. Maka menurut saya, perlu adanya strategi untuk mengembangkan entrepreneur baru dari kalangan pesantren. Sehingga, ke depannya toko-toko dan usaha yang ada di sepanjang jalan itu adalah santri,” ungkapnya.

Selain berdaya saing secara intelektual, santri juga harus mampu berdaya saing secara finansial. Karena keduanya merupakan fondasi bagi santri untuk tetap kokoh iman dan tidak terombang-ambing dalam menentukan pilihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/