alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Ternyata Pembuatan Batik Bisa Merusak Lingkungan Karena ini

Kembangkan Industri Batik Ramah Lingkungan

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALSARI, RADARJEMBER.ID – Pemerintah terus mendorong terbentuknya industri hijau. Yakni industri yang ramah lingkungan. Tak hanya kepada perusahaan skala besar, tapi juga industri rumahan. Salah satunya kepada para perajin batik di Kecamatan Ambulu.

Saat melihat dari dekat proses pembuatan batik Jember rumahan di Dusun Krajan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mengingatkan kepada pengusaha batik di kecamatan tersebut agar memperhatikan kelestarian lingkungan.

Rombongan tamu dari Jogjakarta ini memberikan jasa konsultasi teknologi daur ulang limbah lilin batik atau malam. BBKB menganggap hal tersebut perlu dikenalkan kepada pengusaha batik Jember karena limbah batik bisa merusak lingkungan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Di Jember kami melakukan konsultasi kepada produsen batik Jember terkait daur ulang malam. Selain itu, memberikan konsultasi mengenai pengembangan batik warna alam menggunakan limbah kulit buah kakao,” ungkap Heru Kustanto, Plt Kepala BBKB kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, melalui konsultasi langsung ini pengusaha batik Jember di Kabupaten Jember mampu menerapkan prinsip industri berwawasan lingkungan. Selain itu, dari konsultasi daur ulang limbah batik ini diharapkan pemilik batik rumahan bisa ikut mendukung program pemerintah industri hijau.

- Advertisement -

TEGALSARI, RADARJEMBER.ID – Pemerintah terus mendorong terbentuknya industri hijau. Yakni industri yang ramah lingkungan. Tak hanya kepada perusahaan skala besar, tapi juga industri rumahan. Salah satunya kepada para perajin batik di Kecamatan Ambulu.

Saat melihat dari dekat proses pembuatan batik Jember rumahan di Dusun Krajan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mengingatkan kepada pengusaha batik di kecamatan tersebut agar memperhatikan kelestarian lingkungan.

Rombongan tamu dari Jogjakarta ini memberikan jasa konsultasi teknologi daur ulang limbah lilin batik atau malam. BBKB menganggap hal tersebut perlu dikenalkan kepada pengusaha batik Jember karena limbah batik bisa merusak lingkungan.

“Di Jember kami melakukan konsultasi kepada produsen batik Jember terkait daur ulang malam. Selain itu, memberikan konsultasi mengenai pengembangan batik warna alam menggunakan limbah kulit buah kakao,” ungkap Heru Kustanto, Plt Kepala BBKB kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, melalui konsultasi langsung ini pengusaha batik Jember di Kabupaten Jember mampu menerapkan prinsip industri berwawasan lingkungan. Selain itu, dari konsultasi daur ulang limbah batik ini diharapkan pemilik batik rumahan bisa ikut mendukung program pemerintah industri hijau.

TEGALSARI, RADARJEMBER.ID – Pemerintah terus mendorong terbentuknya industri hijau. Yakni industri yang ramah lingkungan. Tak hanya kepada perusahaan skala besar, tapi juga industri rumahan. Salah satunya kepada para perajin batik di Kecamatan Ambulu.

Saat melihat dari dekat proses pembuatan batik Jember rumahan di Dusun Krajan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mengingatkan kepada pengusaha batik di kecamatan tersebut agar memperhatikan kelestarian lingkungan.

Rombongan tamu dari Jogjakarta ini memberikan jasa konsultasi teknologi daur ulang limbah lilin batik atau malam. BBKB menganggap hal tersebut perlu dikenalkan kepada pengusaha batik Jember karena limbah batik bisa merusak lingkungan.

“Di Jember kami melakukan konsultasi kepada produsen batik Jember terkait daur ulang malam. Selain itu, memberikan konsultasi mengenai pengembangan batik warna alam menggunakan limbah kulit buah kakao,” ungkap Heru Kustanto, Plt Kepala BBKB kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, melalui konsultasi langsung ini pengusaha batik Jember di Kabupaten Jember mampu menerapkan prinsip industri berwawasan lingkungan. Selain itu, dari konsultasi daur ulang limbah batik ini diharapkan pemilik batik rumahan bisa ikut mendukung program pemerintah industri hijau.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca