alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Kualifikasi Direksi PDAM Dipertanyakan

Tak Perlu Syarat Keahlian Pengolahan Air

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Proses open bidding calon Direksi Perumdam Tirta Pandalungan Jember atau PDAM Jember sejauh ini masih berlangsung. Setelah terkumpul 20 nama yang bakal memperebutkan posisi direksi, proses berikutnya yang akan mengerucutkan nama-nama ke tahap nominasi, dan diharapkan lebih terbuka dan profesional.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

“Namanya seleksi terbuka, harus ada asas keterbukaan. Dan paling penting, dilahirkan atas dasar profesionalitas. Bukan suka atau tidak suka,” pinta Mufid, anggota DPRD Jember. Menurut dia, sejak Perda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diteken bupati bersama dewan, beberapa bulan kemarin, menjadi semangat yang harus didukung bersama. Termasuk ketika perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan air itu tengah proses reformasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mufid mengingatkan agar panitia seleksi (pansel) maupun Pemkab Jember benar menggunakan kewenangannya dalam melakukan penyeleksian. “Jangan sampai seleksi direksi ini atas dasar faktor kedekatan atau dipengaruhi kepentingan politis. PDAM ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak, dan digadang-gadang bisa menyumbang PAD (pendapatan asli daerah, Red),” ucapnya.

Wakil rakyat yang duduk di Komisi C DPRD Jember itu tegas mengingatkan jangan ada aroma nepotisme dalam proses seleksi calon direksi PDAM Jember tersebut. Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui satu per satu orang dari 20 nama yang bakal masuk nominasi itu.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Proses open bidding calon Direksi Perumdam Tirta Pandalungan Jember atau PDAM Jember sejauh ini masih berlangsung. Setelah terkumpul 20 nama yang bakal memperebutkan posisi direksi, proses berikutnya yang akan mengerucutkan nama-nama ke tahap nominasi, dan diharapkan lebih terbuka dan profesional.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

“Namanya seleksi terbuka, harus ada asas keterbukaan. Dan paling penting, dilahirkan atas dasar profesionalitas. Bukan suka atau tidak suka,” pinta Mufid, anggota DPRD Jember. Menurut dia, sejak Perda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diteken bupati bersama dewan, beberapa bulan kemarin, menjadi semangat yang harus didukung bersama. Termasuk ketika perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan air itu tengah proses reformasi.

Mufid mengingatkan agar panitia seleksi (pansel) maupun Pemkab Jember benar menggunakan kewenangannya dalam melakukan penyeleksian. “Jangan sampai seleksi direksi ini atas dasar faktor kedekatan atau dipengaruhi kepentingan politis. PDAM ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak, dan digadang-gadang bisa menyumbang PAD (pendapatan asli daerah, Red),” ucapnya.

Wakil rakyat yang duduk di Komisi C DPRD Jember itu tegas mengingatkan jangan ada aroma nepotisme dalam proses seleksi calon direksi PDAM Jember tersebut. Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui satu per satu orang dari 20 nama yang bakal masuk nominasi itu.

SUMBERSARI, Radar Jember – Proses open bidding calon Direksi Perumdam Tirta Pandalungan Jember atau PDAM Jember sejauh ini masih berlangsung. Setelah terkumpul 20 nama yang bakal memperebutkan posisi direksi, proses berikutnya yang akan mengerucutkan nama-nama ke tahap nominasi, dan diharapkan lebih terbuka dan profesional.

BACA JUGA : Sudarsono Peserta Tertua, Road to Super Road Bike 68 KM

“Namanya seleksi terbuka, harus ada asas keterbukaan. Dan paling penting, dilahirkan atas dasar profesionalitas. Bukan suka atau tidak suka,” pinta Mufid, anggota DPRD Jember. Menurut dia, sejak Perda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diteken bupati bersama dewan, beberapa bulan kemarin, menjadi semangat yang harus didukung bersama. Termasuk ketika perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan air itu tengah proses reformasi.

Mufid mengingatkan agar panitia seleksi (pansel) maupun Pemkab Jember benar menggunakan kewenangannya dalam melakukan penyeleksian. “Jangan sampai seleksi direksi ini atas dasar faktor kedekatan atau dipengaruhi kepentingan politis. PDAM ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak, dan digadang-gadang bisa menyumbang PAD (pendapatan asli daerah, Red),” ucapnya.

Wakil rakyat yang duduk di Komisi C DPRD Jember itu tegas mengingatkan jangan ada aroma nepotisme dalam proses seleksi calon direksi PDAM Jember tersebut. Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui satu per satu orang dari 20 nama yang bakal masuk nominasi itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/