22.9 C
Jember
Tuesday, 7 February 2023

Maksimalkan PAD Restoran dan Hotel di Jember

Perhitungan Mulai Terapkan Sinkron Box

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember –  Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2023 akan dilakukan melalui beberapa program baru yang dirasa dapat menaikkan PAD. Salah satu sasarannya yakni restoran dan hotel yang tersebar di Jember.

BACA JUGA : Perempuan Muda di Jember Lompat dari Gladak Kembar, Korban Selamat

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Hadi Sasmito mengatakan, pajak hotel dan restoran menjadi salah satu fokus dari peningkatan PAD. Cara baru yang diterapkan yakni melalui pemasangan sinkron box atau sejenis alat otomatis pencatat retribusi. Dengan itu diharapkan ada progres wajib pajak menjadi lebih baik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, dari hasil pengamatan dengan dipasangnya sinkron box, terdapat kenaikan realisasi yang signifikan. “Untuk saat ini masih 211 sinkron box,” ucap Hadi Sasmito, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain pajak restoran dan hotel, optimalisasi tata kelola barang milik daerah (BMD) Gunung Sadeng untuk penerimaan pajak daerah mineral bukan logam batuan (MBLB) dan kontribusi tetap lain-lain yang sah. Menurutnya, pada tahun 2023 ini menjadi perhatian yang serius. “Optimalisasi akan dilakukan di tahun 2023 ini,” jelasnya.

Berdasarkan realisasi capaian pajak daerah tahun 2022 mencapai 99,73 persen yang dikelola oleh Bapenda. Sedangkan retribusi daerah mencapai 76,75 persen yang dikelola OPD. Sementara, dalam hasil capaian pajak daerah yang belum maksimal adalah PBB sebesar 72,51 persen, pajak hiburan  88,61 persen, pajak reklame  89,96 persen, dan pajak parkir  78,09 persen.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember –  Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2023 akan dilakukan melalui beberapa program baru yang dirasa dapat menaikkan PAD. Salah satu sasarannya yakni restoran dan hotel yang tersebar di Jember.

BACA JUGA : Perempuan Muda di Jember Lompat dari Gladak Kembar, Korban Selamat

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Hadi Sasmito mengatakan, pajak hotel dan restoran menjadi salah satu fokus dari peningkatan PAD. Cara baru yang diterapkan yakni melalui pemasangan sinkron box atau sejenis alat otomatis pencatat retribusi. Dengan itu diharapkan ada progres wajib pajak menjadi lebih baik.

Menurutnya, dari hasil pengamatan dengan dipasangnya sinkron box, terdapat kenaikan realisasi yang signifikan. “Untuk saat ini masih 211 sinkron box,” ucap Hadi Sasmito, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain pajak restoran dan hotel, optimalisasi tata kelola barang milik daerah (BMD) Gunung Sadeng untuk penerimaan pajak daerah mineral bukan logam batuan (MBLB) dan kontribusi tetap lain-lain yang sah. Menurutnya, pada tahun 2023 ini menjadi perhatian yang serius. “Optimalisasi akan dilakukan di tahun 2023 ini,” jelasnya.

Berdasarkan realisasi capaian pajak daerah tahun 2022 mencapai 99,73 persen yang dikelola oleh Bapenda. Sedangkan retribusi daerah mencapai 76,75 persen yang dikelola OPD. Sementara, dalam hasil capaian pajak daerah yang belum maksimal adalah PBB sebesar 72,51 persen, pajak hiburan  88,61 persen, pajak reklame  89,96 persen, dan pajak parkir  78,09 persen.

SUMBERSARI, Radar Jember –  Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2023 akan dilakukan melalui beberapa program baru yang dirasa dapat menaikkan PAD. Salah satu sasarannya yakni restoran dan hotel yang tersebar di Jember.

BACA JUGA : Perempuan Muda di Jember Lompat dari Gladak Kembar, Korban Selamat

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Hadi Sasmito mengatakan, pajak hotel dan restoran menjadi salah satu fokus dari peningkatan PAD. Cara baru yang diterapkan yakni melalui pemasangan sinkron box atau sejenis alat otomatis pencatat retribusi. Dengan itu diharapkan ada progres wajib pajak menjadi lebih baik.

Menurutnya, dari hasil pengamatan dengan dipasangnya sinkron box, terdapat kenaikan realisasi yang signifikan. “Untuk saat ini masih 211 sinkron box,” ucap Hadi Sasmito, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selain pajak restoran dan hotel, optimalisasi tata kelola barang milik daerah (BMD) Gunung Sadeng untuk penerimaan pajak daerah mineral bukan logam batuan (MBLB) dan kontribusi tetap lain-lain yang sah. Menurutnya, pada tahun 2023 ini menjadi perhatian yang serius. “Optimalisasi akan dilakukan di tahun 2023 ini,” jelasnya.

Berdasarkan realisasi capaian pajak daerah tahun 2022 mencapai 99,73 persen yang dikelola oleh Bapenda. Sedangkan retribusi daerah mencapai 76,75 persen yang dikelola OPD. Sementara, dalam hasil capaian pajak daerah yang belum maksimal adalah PBB sebesar 72,51 persen, pajak hiburan  88,61 persen, pajak reklame  89,96 persen, dan pajak parkir  78,09 persen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca