alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemasok Rokok Ilegal Terbesar dari Kediri dan Malang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Persebaran rokok ilegal di Lumajang memang sudah dilakukan upaya pemberantasan. Namun, bukan berarti habis. Peredarannya masih saja marak.

Diketahui pemasok terbesar bukan dari lokal. Melainkan dari Kediri dan Malang.
Dengan peredaran ini, Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang mengambil langkah tegas. Meskipun tindakan yang diambil lebih bersifat persuasif ppada embinaan dan pengawasan, namun langkah nyata terus dilakukan.

Syamsul Arifin, Bidang Perdagangan Dindag Lumajang menjelaskan, rokok tanpa dilengkapi pita cukai ini jumlahnya tidak sedikit. Kebanyakan tidak dipasok dari dalam kota Lumajang. “Ada memang dari Lumajang sendiri. Tetapi pasokan dari Kediri dan Malang sangat besar. Temuan kami pasokan dari daerah tersebut melebihi produksi lokal,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yang dari dalam Lumajang sendiri menurut dia kebanyakan sudah dilakukan pembinaan. Bahkan pengawasan dilakukan rutin dan berkala. Pihaknya juga telah memfasilitasi pengurusan di Bea Cukai yang ada di Kota Probolinggo.

Itu jika penanganan jika diproduksi lokal. Namun bagi pemasok luar pihaknya merasa kesulitan. “Penanganannya langsung dilimpahkan pada pihak kepolisian daerah setempat,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Persebaran rokok ilegal di Lumajang memang sudah dilakukan upaya pemberantasan. Namun, bukan berarti habis. Peredarannya masih saja marak.

Diketahui pemasok terbesar bukan dari lokal. Melainkan dari Kediri dan Malang.
Dengan peredaran ini, Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang mengambil langkah tegas. Meskipun tindakan yang diambil lebih bersifat persuasif ppada embinaan dan pengawasan, namun langkah nyata terus dilakukan.

Syamsul Arifin, Bidang Perdagangan Dindag Lumajang menjelaskan, rokok tanpa dilengkapi pita cukai ini jumlahnya tidak sedikit. Kebanyakan tidak dipasok dari dalam kota Lumajang. “Ada memang dari Lumajang sendiri. Tetapi pasokan dari Kediri dan Malang sangat besar. Temuan kami pasokan dari daerah tersebut melebihi produksi lokal,” jelasnya.

Yang dari dalam Lumajang sendiri menurut dia kebanyakan sudah dilakukan pembinaan. Bahkan pengawasan dilakukan rutin dan berkala. Pihaknya juga telah memfasilitasi pengurusan di Bea Cukai yang ada di Kota Probolinggo.

Itu jika penanganan jika diproduksi lokal. Namun bagi pemasok luar pihaknya merasa kesulitan. “Penanganannya langsung dilimpahkan pada pihak kepolisian daerah setempat,” jelasnya.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Persebaran rokok ilegal di Lumajang memang sudah dilakukan upaya pemberantasan. Namun, bukan berarti habis. Peredarannya masih saja marak.

Diketahui pemasok terbesar bukan dari lokal. Melainkan dari Kediri dan Malang.
Dengan peredaran ini, Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang mengambil langkah tegas. Meskipun tindakan yang diambil lebih bersifat persuasif ppada embinaan dan pengawasan, namun langkah nyata terus dilakukan.

Syamsul Arifin, Bidang Perdagangan Dindag Lumajang menjelaskan, rokok tanpa dilengkapi pita cukai ini jumlahnya tidak sedikit. Kebanyakan tidak dipasok dari dalam kota Lumajang. “Ada memang dari Lumajang sendiri. Tetapi pasokan dari Kediri dan Malang sangat besar. Temuan kami pasokan dari daerah tersebut melebihi produksi lokal,” jelasnya.

Yang dari dalam Lumajang sendiri menurut dia kebanyakan sudah dilakukan pembinaan. Bahkan pengawasan dilakukan rutin dan berkala. Pihaknya juga telah memfasilitasi pengurusan di Bea Cukai yang ada di Kota Probolinggo.

Itu jika penanganan jika diproduksi lokal. Namun bagi pemasok luar pihaknya merasa kesulitan. “Penanganannya langsung dilimpahkan pada pihak kepolisian daerah setempat,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/