alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Enggan Jadi Karyawan Abadi, Pria Jember ini Nekat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KEMAJUAN teknologi telah membawa banyak perubahan dalam dunia usaha. Mereka menjual kreativitas dan pengalaman berselancar di dunia maya untuk dimanfaatkan sebagai ladang rezeki. Hal itu yang dilakukan oleh Dodi Sefriadi. Dia rela mundur dari tempat kerjanya dan banting setir sebagai kreator konten alias youtuber.

Dodi mengisahkan perjalanan menjadi penggiat media sosial itu. Tepatnya pada 2018 lalu. Saat itu, pemuda 26 tahun ini bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah kecantikan di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Di tempat kerjanya itu, Dodi awalnya diterima di bagian digital marketing. Berselang tiga bulan kemudian, dia diangkat sebagai bagian administrasi kantor. “Sekitar tiga tahun saya kerja sebagai admin. Dan memasuki tahun ketiga, saya menolak untuk memperpanjang kontrak,” aku Dodi.

Rupanya, keputusan tidak memperpanjang kontrak itu sudah dipikirkan matang-matang. Di saat bersamaan, saat itu Dodi mengaku masih kuliah di semester akhir, menyisakan tugas akhir skripsi dan sidang. Namun, keputusan bukan karena masa kuliahnya yang sudah memasuki semester senja, namun karena mulai mengembangkan kreativitas dan bakatnya di dunia maya. “Kebetulan sebelum kerja, saya sempat mengikuti semacam pelatihan digital desain grafis dan aplikasi perkantoran. Jadi, punya basic dan modal berkreativitas di dunia digital,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ) ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tepat pada 2019 kemarin, Dodi mulai merambah menjadi youtuber. Dia juga aktif membuat konten edukasi di kanal YouTube miliknya. Biasanya, konten yang disajikan itu mengisahkan seputar hal-hal unik, menarik, lalu diselipkan dengan muatan-muatan edukasi dan nilai-nilai agama.

Dari sekitar 300 video yang sudah diunggah hingga hari ini, kanal YouTube-nya sudah memiliki sekitar 350 ribu subscribers. Cukup tinggi untuk sebuah akun YouTube perorangan. Dari total subscribe dan viewers itu, dia bisa meraup keuntungan dari Google AdSense mencapai Rp 10 jutaan lebih per bulan. Nominal itu jauh lebih besar jika dibandingkan saat dia masih menjadi karyawan. “Kalau jumlah subscriber memang tidak seberapa, karena bisa monetisasi itu juga melihat total viewer atau durasi tayang,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KEMAJUAN teknologi telah membawa banyak perubahan dalam dunia usaha. Mereka menjual kreativitas dan pengalaman berselancar di dunia maya untuk dimanfaatkan sebagai ladang rezeki. Hal itu yang dilakukan oleh Dodi Sefriadi. Dia rela mundur dari tempat kerjanya dan banting setir sebagai kreator konten alias youtuber.

Dodi mengisahkan perjalanan menjadi penggiat media sosial itu. Tepatnya pada 2018 lalu. Saat itu, pemuda 26 tahun ini bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah kecantikan di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Di tempat kerjanya itu, Dodi awalnya diterima di bagian digital marketing. Berselang tiga bulan kemudian, dia diangkat sebagai bagian administrasi kantor. “Sekitar tiga tahun saya kerja sebagai admin. Dan memasuki tahun ketiga, saya menolak untuk memperpanjang kontrak,” aku Dodi.

Rupanya, keputusan tidak memperpanjang kontrak itu sudah dipikirkan matang-matang. Di saat bersamaan, saat itu Dodi mengaku masih kuliah di semester akhir, menyisakan tugas akhir skripsi dan sidang. Namun, keputusan bukan karena masa kuliahnya yang sudah memasuki semester senja, namun karena mulai mengembangkan kreativitas dan bakatnya di dunia maya. “Kebetulan sebelum kerja, saya sempat mengikuti semacam pelatihan digital desain grafis dan aplikasi perkantoran. Jadi, punya basic dan modal berkreativitas di dunia digital,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ) ini.

Tepat pada 2019 kemarin, Dodi mulai merambah menjadi youtuber. Dia juga aktif membuat konten edukasi di kanal YouTube miliknya. Biasanya, konten yang disajikan itu mengisahkan seputar hal-hal unik, menarik, lalu diselipkan dengan muatan-muatan edukasi dan nilai-nilai agama.

Dari sekitar 300 video yang sudah diunggah hingga hari ini, kanal YouTube-nya sudah memiliki sekitar 350 ribu subscribers. Cukup tinggi untuk sebuah akun YouTube perorangan. Dari total subscribe dan viewers itu, dia bisa meraup keuntungan dari Google AdSense mencapai Rp 10 jutaan lebih per bulan. Nominal itu jauh lebih besar jika dibandingkan saat dia masih menjadi karyawan. “Kalau jumlah subscriber memang tidak seberapa, karena bisa monetisasi itu juga melihat total viewer atau durasi tayang,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KEMAJUAN teknologi telah membawa banyak perubahan dalam dunia usaha. Mereka menjual kreativitas dan pengalaman berselancar di dunia maya untuk dimanfaatkan sebagai ladang rezeki. Hal itu yang dilakukan oleh Dodi Sefriadi. Dia rela mundur dari tempat kerjanya dan banting setir sebagai kreator konten alias youtuber.

Dodi mengisahkan perjalanan menjadi penggiat media sosial itu. Tepatnya pada 2018 lalu. Saat itu, pemuda 26 tahun ini bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah kecantikan di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Di tempat kerjanya itu, Dodi awalnya diterima di bagian digital marketing. Berselang tiga bulan kemudian, dia diangkat sebagai bagian administrasi kantor. “Sekitar tiga tahun saya kerja sebagai admin. Dan memasuki tahun ketiga, saya menolak untuk memperpanjang kontrak,” aku Dodi.

Rupanya, keputusan tidak memperpanjang kontrak itu sudah dipikirkan matang-matang. Di saat bersamaan, saat itu Dodi mengaku masih kuliah di semester akhir, menyisakan tugas akhir skripsi dan sidang. Namun, keputusan bukan karena masa kuliahnya yang sudah memasuki semester senja, namun karena mulai mengembangkan kreativitas dan bakatnya di dunia maya. “Kebetulan sebelum kerja, saya sempat mengikuti semacam pelatihan digital desain grafis dan aplikasi perkantoran. Jadi, punya basic dan modal berkreativitas di dunia digital,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ) ini.

Tepat pada 2019 kemarin, Dodi mulai merambah menjadi youtuber. Dia juga aktif membuat konten edukasi di kanal YouTube miliknya. Biasanya, konten yang disajikan itu mengisahkan seputar hal-hal unik, menarik, lalu diselipkan dengan muatan-muatan edukasi dan nilai-nilai agama.

Dari sekitar 300 video yang sudah diunggah hingga hari ini, kanal YouTube-nya sudah memiliki sekitar 350 ribu subscribers. Cukup tinggi untuk sebuah akun YouTube perorangan. Dari total subscribe dan viewers itu, dia bisa meraup keuntungan dari Google AdSense mencapai Rp 10 jutaan lebih per bulan. Nominal itu jauh lebih besar jika dibandingkan saat dia masih menjadi karyawan. “Kalau jumlah subscriber memang tidak seberapa, karena bisa monetisasi itu juga melihat total viewer atau durasi tayang,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/