alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pemasaran Kopi Chuseyo Gunakan Platform Metaverse

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Layanan pemasaran dengan menggunakan platform metaverse kini digunakan oleh Kopi Chuseyo, kedai kopi yang terinspirasi dari budaya pop Korea atau K-Pop.  Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) WIR Group, Kopi Chuseyo mengembangkan layanan dan memperkuat jaringan pemasarannya.

BACA JUGA : Tanggapan KAI tentang Pelecehan Seksual yang Viral, Begini Nasib Pelaku

“Kami merasa sangat terhormat bisa bekerjasama dengan WIR Group untuk memperkuat jaringan usaha dan layanan pemasaran dengan menggunakan platform metaverse yang sedang dikembangkan dan menjadi jaringan kopi pertama yang masuk ke metaverse. Kami berharap kerja sama ini akan semakin ditingkatkan dalam banyak hal di masa depan untuk mengembangkan ekosistem WEB3 di Indonesia,” kata pendiri Kopi Chuseyo Daniel Hermansyah seperti dikutip dari keterangan resminya diterima di Jakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kedai kopi ini berdiri sejak tahun 2019 dan memiliki 50 cabang di seluruh Indonesia ini melihat adanya urgensi untuk melakukan transformasi digital saat ini. Ia mengatakan, potensi yang dapat digali melalui platform metaverse begitu besar, sehingga mereka ingin ambil bagian.

“Kami ingin tidak hanya mengembangkan layanan dan pemasaran, tetapi juga membuka potensi ekonomi di daerah-daerah, yang tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, kami merasa perlu lebih siap lagi menghadapi iklim kompetisi yang kian ketat dalam dunia usaha di era digital tanpa batas,” ujarnya.
Menurut Daniel, pihaknya sedang mencoba mencari seed funding dan berencana menjadi sebuah tech startup dan kolaborasi dengan WIR Group akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan, potensi dan kinerja yang akan dikerahkan demi keberlangsungan usaha.

Chief Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus menegaskan, transformasi digital mutlak dilakukan dunia usaha agar mereka mampu mengembangkan berbagai strategi usaha yang tepat, supaya tetap berada dalam jalur kompetisi di era digital yang kian dinamis.
Menurut Gupta, teknologi Augmented Reality & Virtual Reality yang mereka kembangkan sejak 2009 telah mendukung ratusan klien dalam mengembangkan usahanya untuk menjadi lebih kompetitif. Platform metaverse menjadi entry point bagi siapapun untuk mewujudkan berbagai imajinasi melalui inovasi teknologi sehingga masyarakat dapat merasakan pengalaman digital terbaik dan unik serta tak terbayangkan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Layanan pemasaran dengan menggunakan platform metaverse kini digunakan oleh Kopi Chuseyo, kedai kopi yang terinspirasi dari budaya pop Korea atau K-Pop.  Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) WIR Group, Kopi Chuseyo mengembangkan layanan dan memperkuat jaringan pemasarannya.

BACA JUGA : Tanggapan KAI tentang Pelecehan Seksual yang Viral, Begini Nasib Pelaku

“Kami merasa sangat terhormat bisa bekerjasama dengan WIR Group untuk memperkuat jaringan usaha dan layanan pemasaran dengan menggunakan platform metaverse yang sedang dikembangkan dan menjadi jaringan kopi pertama yang masuk ke metaverse. Kami berharap kerja sama ini akan semakin ditingkatkan dalam banyak hal di masa depan untuk mengembangkan ekosistem WEB3 di Indonesia,” kata pendiri Kopi Chuseyo Daniel Hermansyah seperti dikutip dari keterangan resminya diterima di Jakarta.

Kedai kopi ini berdiri sejak tahun 2019 dan memiliki 50 cabang di seluruh Indonesia ini melihat adanya urgensi untuk melakukan transformasi digital saat ini. Ia mengatakan, potensi yang dapat digali melalui platform metaverse begitu besar, sehingga mereka ingin ambil bagian.

“Kami ingin tidak hanya mengembangkan layanan dan pemasaran, tetapi juga membuka potensi ekonomi di daerah-daerah, yang tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, kami merasa perlu lebih siap lagi menghadapi iklim kompetisi yang kian ketat dalam dunia usaha di era digital tanpa batas,” ujarnya.
Menurut Daniel, pihaknya sedang mencoba mencari seed funding dan berencana menjadi sebuah tech startup dan kolaborasi dengan WIR Group akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan, potensi dan kinerja yang akan dikerahkan demi keberlangsungan usaha.

Chief Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus menegaskan, transformasi digital mutlak dilakukan dunia usaha agar mereka mampu mengembangkan berbagai strategi usaha yang tepat, supaya tetap berada dalam jalur kompetisi di era digital yang kian dinamis.
Menurut Gupta, teknologi Augmented Reality & Virtual Reality yang mereka kembangkan sejak 2009 telah mendukung ratusan klien dalam mengembangkan usahanya untuk menjadi lebih kompetitif. Platform metaverse menjadi entry point bagi siapapun untuk mewujudkan berbagai imajinasi melalui inovasi teknologi sehingga masyarakat dapat merasakan pengalaman digital terbaik dan unik serta tak terbayangkan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Layanan pemasaran dengan menggunakan platform metaverse kini digunakan oleh Kopi Chuseyo, kedai kopi yang terinspirasi dari budaya pop Korea atau K-Pop.  Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) WIR Group, Kopi Chuseyo mengembangkan layanan dan memperkuat jaringan pemasarannya.

BACA JUGA : Tanggapan KAI tentang Pelecehan Seksual yang Viral, Begini Nasib Pelaku

“Kami merasa sangat terhormat bisa bekerjasama dengan WIR Group untuk memperkuat jaringan usaha dan layanan pemasaran dengan menggunakan platform metaverse yang sedang dikembangkan dan menjadi jaringan kopi pertama yang masuk ke metaverse. Kami berharap kerja sama ini akan semakin ditingkatkan dalam banyak hal di masa depan untuk mengembangkan ekosistem WEB3 di Indonesia,” kata pendiri Kopi Chuseyo Daniel Hermansyah seperti dikutip dari keterangan resminya diterima di Jakarta.

Kedai kopi ini berdiri sejak tahun 2019 dan memiliki 50 cabang di seluruh Indonesia ini melihat adanya urgensi untuk melakukan transformasi digital saat ini. Ia mengatakan, potensi yang dapat digali melalui platform metaverse begitu besar, sehingga mereka ingin ambil bagian.

“Kami ingin tidak hanya mengembangkan layanan dan pemasaran, tetapi juga membuka potensi ekonomi di daerah-daerah, yang tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, kami merasa perlu lebih siap lagi menghadapi iklim kompetisi yang kian ketat dalam dunia usaha di era digital tanpa batas,” ujarnya.
Menurut Daniel, pihaknya sedang mencoba mencari seed funding dan berencana menjadi sebuah tech startup dan kolaborasi dengan WIR Group akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan, potensi dan kinerja yang akan dikerahkan demi keberlangsungan usaha.

Chief Marketing Officer WIR Group Gupta Sitorus menegaskan, transformasi digital mutlak dilakukan dunia usaha agar mereka mampu mengembangkan berbagai strategi usaha yang tepat, supaya tetap berada dalam jalur kompetisi di era digital yang kian dinamis.
Menurut Gupta, teknologi Augmented Reality & Virtual Reality yang mereka kembangkan sejak 2009 telah mendukung ratusan klien dalam mengembangkan usahanya untuk menjadi lebih kompetitif. Platform metaverse menjadi entry point bagi siapapun untuk mewujudkan berbagai imajinasi melalui inovasi teknologi sehingga masyarakat dapat merasakan pengalaman digital terbaik dan unik serta tak terbayangkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/