alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Warga Desak Kandang Ayam Ditutup

Sebabkan Bau dan Serbuan Lalat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, kembali mendesak pemerintah agar segera menutup kandang ayam yang ada di kampung mereka. Warga sudah geregetan karena aktivitas peternakan itu menimbulkan bau serta serbuan lalat. Apalagi, lokasi kandang berada di tengah perkampungan, sehingga keberadaannya cukup meresahkan.

Eko, warga setempat, mengaku, dampak peternakan itu tak hanya menimbulkan bau serta lalat saja. Namun, juga pencemaran lingkungan. Sebab, dia mengungkapkan, pemilik kandang seenaknya membuang bangkai ayam ke sungai di dusun setempat. “Dulu warga sudah melayangkan protes. Juga sempat ada mediasi. Bahkan, telah mengirim petisi yang berisi tanda tangan agar kandang tersebut ditutup, Namun, sampai saat ini belum terealisasi,” katanya.

Menurut dia, warga akan mengumpulkan tanda tangan kembali yang nantinya dikirimkan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember. Surat berisi penolakan operasional kandang ini menyusul surat yang telah dikirim sebelumnya ke DLH, beberapa waktu lalu. Eko khawatir, jika DLH lamban merespons tuntutan itu, warga akan bertindak sendiri dengan menutup paksa kandang tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Eko, warga sudah jengah dan kekesalan mereka memuncak. Sebab, saban hari warga harus melawan serbuan serangga yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit itu. “Sekarang kalau ada tamu, saya tidak berani menyuguhkan kopi. Karena belum lima menit, sudah banyak lalat yang masuk,” ucapnya.

Dia pun meminta Muspika Wuluhan atau DLH Jember segera turun ke lokasi untuk mengecek kembali aktivitas di kandang. Kata Eko, agar para pemangku kepentingan itu tahu seberapa besar dampak operasional kandang terhadap warga.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, kembali mendesak pemerintah agar segera menutup kandang ayam yang ada di kampung mereka. Warga sudah geregetan karena aktivitas peternakan itu menimbulkan bau serta serbuan lalat. Apalagi, lokasi kandang berada di tengah perkampungan, sehingga keberadaannya cukup meresahkan.

Eko, warga setempat, mengaku, dampak peternakan itu tak hanya menimbulkan bau serta lalat saja. Namun, juga pencemaran lingkungan. Sebab, dia mengungkapkan, pemilik kandang seenaknya membuang bangkai ayam ke sungai di dusun setempat. “Dulu warga sudah melayangkan protes. Juga sempat ada mediasi. Bahkan, telah mengirim petisi yang berisi tanda tangan agar kandang tersebut ditutup, Namun, sampai saat ini belum terealisasi,” katanya.

Menurut dia, warga akan mengumpulkan tanda tangan kembali yang nantinya dikirimkan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember. Surat berisi penolakan operasional kandang ini menyusul surat yang telah dikirim sebelumnya ke DLH, beberapa waktu lalu. Eko khawatir, jika DLH lamban merespons tuntutan itu, warga akan bertindak sendiri dengan menutup paksa kandang tersebut.

Menurut Eko, warga sudah jengah dan kekesalan mereka memuncak. Sebab, saban hari warga harus melawan serbuan serangga yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit itu. “Sekarang kalau ada tamu, saya tidak berani menyuguhkan kopi. Karena belum lima menit, sudah banyak lalat yang masuk,” ucapnya.

Dia pun meminta Muspika Wuluhan atau DLH Jember segera turun ke lokasi untuk mengecek kembali aktivitas di kandang. Kata Eko, agar para pemangku kepentingan itu tahu seberapa besar dampak operasional kandang terhadap warga.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, kembali mendesak pemerintah agar segera menutup kandang ayam yang ada di kampung mereka. Warga sudah geregetan karena aktivitas peternakan itu menimbulkan bau serta serbuan lalat. Apalagi, lokasi kandang berada di tengah perkampungan, sehingga keberadaannya cukup meresahkan.

Eko, warga setempat, mengaku, dampak peternakan itu tak hanya menimbulkan bau serta lalat saja. Namun, juga pencemaran lingkungan. Sebab, dia mengungkapkan, pemilik kandang seenaknya membuang bangkai ayam ke sungai di dusun setempat. “Dulu warga sudah melayangkan protes. Juga sempat ada mediasi. Bahkan, telah mengirim petisi yang berisi tanda tangan agar kandang tersebut ditutup, Namun, sampai saat ini belum terealisasi,” katanya.

Menurut dia, warga akan mengumpulkan tanda tangan kembali yang nantinya dikirimkan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember. Surat berisi penolakan operasional kandang ini menyusul surat yang telah dikirim sebelumnya ke DLH, beberapa waktu lalu. Eko khawatir, jika DLH lamban merespons tuntutan itu, warga akan bertindak sendiri dengan menutup paksa kandang tersebut.

Menurut Eko, warga sudah jengah dan kekesalan mereka memuncak. Sebab, saban hari warga harus melawan serbuan serangga yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit itu. “Sekarang kalau ada tamu, saya tidak berani menyuguhkan kopi. Karena belum lima menit, sudah banyak lalat yang masuk,” ucapnya.

Dia pun meminta Muspika Wuluhan atau DLH Jember segera turun ke lokasi untuk mengecek kembali aktivitas di kandang. Kata Eko, agar para pemangku kepentingan itu tahu seberapa besar dampak operasional kandang terhadap warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/