alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Shahrizal Irfandi, Pengusaha Tahu yang Tetap Produktif

Setelah harga minyak goreng naik, bahan pokok lain mulai menyusul, seperti kedelai impor. Hal itu kontan berdampak pada nasib sejumlah pengusaha tahu di Jember. Lantas, bagaimana mereka menyiasatinya agar tetap bertahan?

Mobile_AP_Rectangle 1

Kendati begitu, Rizal mengakui, kenaikan harga kebutuhan pokok yang diikuti oleh komoditas kedelai juga dinilainya lumayan tinggi untuk pengusaha skala kecil seperti dirinya. Biasanya, kata dia, harga itu di kisaran sekitar Rp 10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. “Padahal tahun lalu menjelang puasa dan Lebaran tidak seperti ini. Entah ada apa sebenarnya, kami pedagang juga bingung dan dilema untuk menaikkan harga ke konsumen,” gerutu Rizal.

Karenanya, untuk menyiasati itu, Rizal mengaku terpaksa menaikkan harga jual tahu-tahu miliknya menjadi Rp 2.500 per 10 potong tahu, tanpa mengurangi takaran ataupun ukuran tahu. “Sepakat. Akhirnya kami naikkan Rp 500. Biasanya Rp 2 ribu, kini Rp 2.500 per 10 potong tahu,” katanya.

Pria 45 tahun itu juga menaikkan harga jual tahu-tahu miliknya bukan tanpa sebab. Dia memiliki tiga orang karyawan di rumahnya yang tiap hari memproduksi tahu. Selain itu, juga untuk mengimbangi ongkos operasional setiap harinya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai pengusaha kecil, besar harapan dia agar kebutuhan akan kedelai itu bisa terpenuhi dengan harga umum atau terjangkau. Terlebih ketika memasuki Ramadan hingga Lebaran tahun ini. “Yang penting saya tidak sampai memberhentikan karyawan saya, dan semoga saja harga kedelai impor ini tidak melambung lagi,” harapnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Kendati begitu, Rizal mengakui, kenaikan harga kebutuhan pokok yang diikuti oleh komoditas kedelai juga dinilainya lumayan tinggi untuk pengusaha skala kecil seperti dirinya. Biasanya, kata dia, harga itu di kisaran sekitar Rp 10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. “Padahal tahun lalu menjelang puasa dan Lebaran tidak seperti ini. Entah ada apa sebenarnya, kami pedagang juga bingung dan dilema untuk menaikkan harga ke konsumen,” gerutu Rizal.

Karenanya, untuk menyiasati itu, Rizal mengaku terpaksa menaikkan harga jual tahu-tahu miliknya menjadi Rp 2.500 per 10 potong tahu, tanpa mengurangi takaran ataupun ukuran tahu. “Sepakat. Akhirnya kami naikkan Rp 500. Biasanya Rp 2 ribu, kini Rp 2.500 per 10 potong tahu,” katanya.

Pria 45 tahun itu juga menaikkan harga jual tahu-tahu miliknya bukan tanpa sebab. Dia memiliki tiga orang karyawan di rumahnya yang tiap hari memproduksi tahu. Selain itu, juga untuk mengimbangi ongkos operasional setiap harinya.

Sebagai pengusaha kecil, besar harapan dia agar kebutuhan akan kedelai itu bisa terpenuhi dengan harga umum atau terjangkau. Terlebih ketika memasuki Ramadan hingga Lebaran tahun ini. “Yang penting saya tidak sampai memberhentikan karyawan saya, dan semoga saja harga kedelai impor ini tidak melambung lagi,” harapnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

Kendati begitu, Rizal mengakui, kenaikan harga kebutuhan pokok yang diikuti oleh komoditas kedelai juga dinilainya lumayan tinggi untuk pengusaha skala kecil seperti dirinya. Biasanya, kata dia, harga itu di kisaran sekitar Rp 10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. “Padahal tahun lalu menjelang puasa dan Lebaran tidak seperti ini. Entah ada apa sebenarnya, kami pedagang juga bingung dan dilema untuk menaikkan harga ke konsumen,” gerutu Rizal.

Karenanya, untuk menyiasati itu, Rizal mengaku terpaksa menaikkan harga jual tahu-tahu miliknya menjadi Rp 2.500 per 10 potong tahu, tanpa mengurangi takaran ataupun ukuran tahu. “Sepakat. Akhirnya kami naikkan Rp 500. Biasanya Rp 2 ribu, kini Rp 2.500 per 10 potong tahu,” katanya.

Pria 45 tahun itu juga menaikkan harga jual tahu-tahu miliknya bukan tanpa sebab. Dia memiliki tiga orang karyawan di rumahnya yang tiap hari memproduksi tahu. Selain itu, juga untuk mengimbangi ongkos operasional setiap harinya.

Sebagai pengusaha kecil, besar harapan dia agar kebutuhan akan kedelai itu bisa terpenuhi dengan harga umum atau terjangkau. Terlebih ketika memasuki Ramadan hingga Lebaran tahun ini. “Yang penting saya tidak sampai memberhentikan karyawan saya, dan semoga saja harga kedelai impor ini tidak melambung lagi,” harapnya.

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/