alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Korban PHK Oleh Perusahaan Dituntut Jeli Mengamati Peluang Bisnis

Pandemi, Awal Segalanya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MASIH ada celah untuk mengali ekonomi di tengah pandemi. Begitulah yang diucapkan oleh Silva Dwi Lestari. Perempuan yang juga sebagai Anggota Exco Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember ini mengamati celah bisnis tersebut adalah keinginan manusia hidup sehat dan proteksi kesehatan.

Perempuan 41 tahun tersebut mengaku, pada awal pandemi dirinya juga waswas terhadap pekerjaannya sebagai agen asuransi yang turun drastis. Terlebih lagi, banyak juga sektor usaha yang tutup sementara hingga gulung tikar. “Pegawai-pegawai banyak dirumahkan. Jadi, logikanya, semua terkena imbasnya, termasuk asuransi,” tuturnya.

Banyak orang memilih untuk menghemat uang dan hanya membeli kebutuhan pokok. Pandemi yang terus berlarut-larut dan tidak tahu kapan akan selesai, sedikit banyak mengubah paradigma masyarakat. “Karena pandemi ini, paradigma masyarakat untuk hidup sehat itu lebih meningkat, termasuk memproteksi kesehatan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Silva juga tidak menyangka, masyarakat yang memiliki penghasilan lebih sekarang banyak memilih untuk mencari proteksi kesehatan, yaitu berupa asuransi. Oleh karena itu, dia menyimpulkan, pandemi ini bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari segalanya. Bahkan, produk makanan sehat juga laris manis. “Buah-buahan mengalami peningkatan. Produk turunan buah seperti salad juga menjadi celah berbisnis di tengah pandemi,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MASIH ada celah untuk mengali ekonomi di tengah pandemi. Begitulah yang diucapkan oleh Silva Dwi Lestari. Perempuan yang juga sebagai Anggota Exco Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember ini mengamati celah bisnis tersebut adalah keinginan manusia hidup sehat dan proteksi kesehatan.

Perempuan 41 tahun tersebut mengaku, pada awal pandemi dirinya juga waswas terhadap pekerjaannya sebagai agen asuransi yang turun drastis. Terlebih lagi, banyak juga sektor usaha yang tutup sementara hingga gulung tikar. “Pegawai-pegawai banyak dirumahkan. Jadi, logikanya, semua terkena imbasnya, termasuk asuransi,” tuturnya.

Banyak orang memilih untuk menghemat uang dan hanya membeli kebutuhan pokok. Pandemi yang terus berlarut-larut dan tidak tahu kapan akan selesai, sedikit banyak mengubah paradigma masyarakat. “Karena pandemi ini, paradigma masyarakat untuk hidup sehat itu lebih meningkat, termasuk memproteksi kesehatan,” katanya.

Silva juga tidak menyangka, masyarakat yang memiliki penghasilan lebih sekarang banyak memilih untuk mencari proteksi kesehatan, yaitu berupa asuransi. Oleh karena itu, dia menyimpulkan, pandemi ini bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari segalanya. Bahkan, produk makanan sehat juga laris manis. “Buah-buahan mengalami peningkatan. Produk turunan buah seperti salad juga menjadi celah berbisnis di tengah pandemi,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – MASIH ada celah untuk mengali ekonomi di tengah pandemi. Begitulah yang diucapkan oleh Silva Dwi Lestari. Perempuan yang juga sebagai Anggota Exco Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember ini mengamati celah bisnis tersebut adalah keinginan manusia hidup sehat dan proteksi kesehatan.

Perempuan 41 tahun tersebut mengaku, pada awal pandemi dirinya juga waswas terhadap pekerjaannya sebagai agen asuransi yang turun drastis. Terlebih lagi, banyak juga sektor usaha yang tutup sementara hingga gulung tikar. “Pegawai-pegawai banyak dirumahkan. Jadi, logikanya, semua terkena imbasnya, termasuk asuransi,” tuturnya.

Banyak orang memilih untuk menghemat uang dan hanya membeli kebutuhan pokok. Pandemi yang terus berlarut-larut dan tidak tahu kapan akan selesai, sedikit banyak mengubah paradigma masyarakat. “Karena pandemi ini, paradigma masyarakat untuk hidup sehat itu lebih meningkat, termasuk memproteksi kesehatan,” katanya.

Silva juga tidak menyangka, masyarakat yang memiliki penghasilan lebih sekarang banyak memilih untuk mencari proteksi kesehatan, yaitu berupa asuransi. Oleh karena itu, dia menyimpulkan, pandemi ini bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari segalanya. Bahkan, produk makanan sehat juga laris manis. “Buah-buahan mengalami peningkatan. Produk turunan buah seperti salad juga menjadi celah berbisnis di tengah pandemi,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/