alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Siapa Mau Beli Sapi Sekarat PMK Cukup Rp 2 Juta Saja?

Mobile_AP_Rectangle 1

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Populasi sapi di Kabupaten Ponorogo ditaksir turun sepuluh persen. Paling tinggi di Pudak. Data per 14 Juni, serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat 342 ekor sapi mati dan 196 ekor terpaksa harus dipotong.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Kader Jangan Terus Berada di Zona Nyaman.

Para peternak tak memiliki alternatif lain, selain memotong paksa sapi piaraan mereka. Kondisi fisik ternak semakin lemah dan harapan sembuh tipis. Daripada mati, sapi sekarat itu terpaksa diobral Rp 2 juta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Total sapi perah terjangkit PMK di Pudak mencapai 3.076 ekor. Sujadi Eko Admojo, Kepala Desa Pudak Kulon menambahkan, total populasi sapi perah di wilayahnya mencapai 1.465 ekor. Sebanyak 971 ekor terjangkit PMK.

Bahkan, 800 ekor di antaranya belum tertangani. Sementara ternak mati akibat PMK mencapai 38 ekor. Sedikitnya 106 ekor disembelih paksa atau dijual ke jagal. Untuk tempat penguburan sapi, warga swadaya untuk menyediakan tempat .

Miseri Efendi, Wakil Ketua DPRD Ponorog menekankan, mata rantai sebaran PMK harus segera diputus. Salah satunya melalui vaksinasi. Karenanya, hasil hearing segera diteruskan ke pemkab dan pemprov.

- Advertisement -

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Populasi sapi di Kabupaten Ponorogo ditaksir turun sepuluh persen. Paling tinggi di Pudak. Data per 14 Juni, serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat 342 ekor sapi mati dan 196 ekor terpaksa harus dipotong.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Kader Jangan Terus Berada di Zona Nyaman.

Para peternak tak memiliki alternatif lain, selain memotong paksa sapi piaraan mereka. Kondisi fisik ternak semakin lemah dan harapan sembuh tipis. Daripada mati, sapi sekarat itu terpaksa diobral Rp 2 juta.

Total sapi perah terjangkit PMK di Pudak mencapai 3.076 ekor. Sujadi Eko Admojo, Kepala Desa Pudak Kulon menambahkan, total populasi sapi perah di wilayahnya mencapai 1.465 ekor. Sebanyak 971 ekor terjangkit PMK.

Bahkan, 800 ekor di antaranya belum tertangani. Sementara ternak mati akibat PMK mencapai 38 ekor. Sedikitnya 106 ekor disembelih paksa atau dijual ke jagal. Untuk tempat penguburan sapi, warga swadaya untuk menyediakan tempat .

Miseri Efendi, Wakil Ketua DPRD Ponorog menekankan, mata rantai sebaran PMK harus segera diputus. Salah satunya melalui vaksinasi. Karenanya, hasil hearing segera diteruskan ke pemkab dan pemprov.

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Populasi sapi di Kabupaten Ponorogo ditaksir turun sepuluh persen. Paling tinggi di Pudak. Data per 14 Juni, serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat 342 ekor sapi mati dan 196 ekor terpaksa harus dipotong.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Kader Jangan Terus Berada di Zona Nyaman.

Para peternak tak memiliki alternatif lain, selain memotong paksa sapi piaraan mereka. Kondisi fisik ternak semakin lemah dan harapan sembuh tipis. Daripada mati, sapi sekarat itu terpaksa diobral Rp 2 juta.

Total sapi perah terjangkit PMK di Pudak mencapai 3.076 ekor. Sujadi Eko Admojo, Kepala Desa Pudak Kulon menambahkan, total populasi sapi perah di wilayahnya mencapai 1.465 ekor. Sebanyak 971 ekor terjangkit PMK.

Bahkan, 800 ekor di antaranya belum tertangani. Sementara ternak mati akibat PMK mencapai 38 ekor. Sedikitnya 106 ekor disembelih paksa atau dijual ke jagal. Untuk tempat penguburan sapi, warga swadaya untuk menyediakan tempat .

Miseri Efendi, Wakil Ketua DPRD Ponorog menekankan, mata rantai sebaran PMK harus segera diputus. Salah satunya melalui vaksinasi. Karenanya, hasil hearing segera diteruskan ke pemkab dan pemprov.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/