alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Lakukan PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawan

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Akibat PHK masal yang dilakukan, Tesla menghadapi gugatan dari dua mantan karyawannya. Mereka telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan atas klaim bahwa tindakan PHK massal melanggar undang-undang federal.

BACA JUGA : Regulasi Atlet Transgender akan Ditinjau FIFA dan Word Athletics

Seperti dikutip dari Reuters, gugatan diajukan Minggu (19/6) malam di Texas oleh dua karyawan yang mengatakan mereka diberhentikan dari pabrik Tesla di Sparks, Nevada, pada Juni. Menurut gugatan itu, lebih dari 500 karyawan yang diberhentikan. Perusahaan tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pemutusan hubungan kerja. Padahal menurut undang-undang, harus ada pemberitahuan 60 hari sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tesla baru saja memberitahu karyawan bahwa pemutusan hubungan kerja mereka akan segera berlaku,” kata gugatan itu.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, diketahui bahwa sebelumnya, Elon Musk mengatakan dia memiliki firasat buruk terhadap ekonomi dan Tesla perlu memangkas sekitar 10 persen karyawan.

“Cukup mengejutkan bahwa Tesla secara terang-terangan melanggar undang-undang perburuhan federal dengan memberhentikan begitu banyak pekerja tanpa memberikan pemberitahuan yang diperlukan,” ucap Shannon Liss-Riordan, seorang pengacara yang mewakili para pekerja.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Akibat PHK masal yang dilakukan, Tesla menghadapi gugatan dari dua mantan karyawannya. Mereka telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan atas klaim bahwa tindakan PHK massal melanggar undang-undang federal.

BACA JUGA : Regulasi Atlet Transgender akan Ditinjau FIFA dan Word Athletics

Seperti dikutip dari Reuters, gugatan diajukan Minggu (19/6) malam di Texas oleh dua karyawan yang mengatakan mereka diberhentikan dari pabrik Tesla di Sparks, Nevada, pada Juni. Menurut gugatan itu, lebih dari 500 karyawan yang diberhentikan. Perusahaan tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pemutusan hubungan kerja. Padahal menurut undang-undang, harus ada pemberitahuan 60 hari sebelumnya.

“Tesla baru saja memberitahu karyawan bahwa pemutusan hubungan kerja mereka akan segera berlaku,” kata gugatan itu.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, diketahui bahwa sebelumnya, Elon Musk mengatakan dia memiliki firasat buruk terhadap ekonomi dan Tesla perlu memangkas sekitar 10 persen karyawan.

“Cukup mengejutkan bahwa Tesla secara terang-terangan melanggar undang-undang perburuhan federal dengan memberhentikan begitu banyak pekerja tanpa memberikan pemberitahuan yang diperlukan,” ucap Shannon Liss-Riordan, seorang pengacara yang mewakili para pekerja.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Akibat PHK masal yang dilakukan, Tesla menghadapi gugatan dari dua mantan karyawannya. Mereka telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan atas klaim bahwa tindakan PHK massal melanggar undang-undang federal.

BACA JUGA : Regulasi Atlet Transgender akan Ditinjau FIFA dan Word Athletics

Seperti dikutip dari Reuters, gugatan diajukan Minggu (19/6) malam di Texas oleh dua karyawan yang mengatakan mereka diberhentikan dari pabrik Tesla di Sparks, Nevada, pada Juni. Menurut gugatan itu, lebih dari 500 karyawan yang diberhentikan. Perusahaan tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pemutusan hubungan kerja. Padahal menurut undang-undang, harus ada pemberitahuan 60 hari sebelumnya.

“Tesla baru saja memberitahu karyawan bahwa pemutusan hubungan kerja mereka akan segera berlaku,” kata gugatan itu.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun, diketahui bahwa sebelumnya, Elon Musk mengatakan dia memiliki firasat buruk terhadap ekonomi dan Tesla perlu memangkas sekitar 10 persen karyawan.

“Cukup mengejutkan bahwa Tesla secara terang-terangan melanggar undang-undang perburuhan federal dengan memberhentikan begitu banyak pekerja tanpa memberikan pemberitahuan yang diperlukan,” ucap Shannon Liss-Riordan, seorang pengacara yang mewakili para pekerja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/