alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Hybrid Working, Tantangan Baru bagi Perusahaan dan Karyawan

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Trend kerja baru yang timbul akibat Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia, membuat karyawan bekerja secara hybrid yakni tanpa batas ruang dan waktu.

BACA JUGA : Basket Putra Jember Menang Lawan Trenggalek

Walaupun fleksibel, bekerja secara hybrid membawakan tantangan-tantangan baru baik bagi perusahaan-perusahaan ataupun karyawan untuk dapat menciptakan lingkungan kerja terbaik di masa normal baru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada masa awal pandemi, dunia berdebat lewat berita dan media sosial tentang mana yang lebih baik, bekerja dari rumah atau kantor. Saat ini, dapat dilihat bahwa hybrid working akan tetap dilakukan, bahkan setelah pembatasan sosial dilonggarkan.
Sekitar 85 persen karyawan Indonesia meminta fleksibilitas pasca-pandemi terhadap lokasi dan jam kerja, dan 53 persen dari karyawan percaya bahwa pengaturan tempat kerja yang fleksibel akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Meskipun pekerjaan lebih banyak terselesaikan saat berada di rumah, para responden cenderung bekerja lembur.
Berdasar penelitian Logitech baru-baru ini, 55 persen perusahaan dengan karyawan lebih dari 10.000 mengatakan bahwa mereka bekerja melebihi jam kerja saat berada di rumah. Mereka yang berperan sebagai kontributor individu lebih sering lembur di rumah (52 persen) dibandingkan mereka yang berada di C-level (33 persen).

Video Collaboration Lead Logitech Indonesia Bayu Eko Susetio dalam keterangannya diterima di Jakarta mengatakan bahwa sesungguhnya banyak pekerja yang merasa lebih terbebani dengan perubahan ini, karena tidak memberikan batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu di rumah.

“Ritme kerja yang biasanya dilakukan semakin terganggu dengan adanya jadwal kerja hybrid. Maka dari itu, perusahaan perlu mengetahui langkah-langkah terbaik untuk memaksimalkan trend yang ada terhadap objektif perusahaan,” jelas Bayu.

Kenyataannya, pertemuan atau meeting secara virtual akan terus menjadi hal yang penting terhadap kolaborasi dan koneksi sosial dengan semakin banyaknya orang yang bekerja jarak jauh. Pada bulan-bulan mendatang, isu yang dihadapi perusahaan bukanlah mengurangi konferensi video, namun menemukan cara terbaik untuk mengelola fungsinya serta menciptakan lingkungan kerja yang baik sehingga dapat menghasilkan produktivitas dan efektivitas maksimum.

Model kerja hybrid – di mana karyawan dapat berpindah antar kedua lokasi – merupakan cara terbaik untuk memastikan pekerjaan berhasil melalui penyatuan semua manfaat dunia yang baru dengan energi kolaboratif sosial yang lama.

Tidak heran bahwa penelitian Logitech yang sama menemukan 71 persen perusahaan berencana untuk mengizinkan karyawan bekerja secara hybrid kedepannya, walaupun masih ada beberapa orang yang merindukan hiruk-pikuk tempat kerja.

Maka dari itu, berikut adalah tujuh strategi terbaik bagi perusahaan untuk meningkatkan kondisi kerja di rumah karyawan dari mana pun mereka bekerja sekarang, baik itu hybrid atau pun sepenuhnya bekerja dari jarak jauh berdasarkan penelitian Logitech.

1. Ruang pertemuan yang didukung oleh video

Selama masa pandemi, perusahaan telah melihat video sebagai solusi efektif untuk mendukung kebutuhan meeting ketika tim tidak dapat hadir di tempat. Hal tersebut juga populer di kalangan pengguna langsung, 78 persen pengguna dari peserta meeting lebih memilih untuk mengikuti meetingvideo dibandingkan meeting dengan audio saja.

Dengan demikian, ruang meeting yang didukung oleh teknologi video sangat penting untuk mengakomodasi kolaborasi antara karyawan yang bekerja dari jarak jauh dan dari kantor.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Trend kerja baru yang timbul akibat Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia, membuat karyawan bekerja secara hybrid yakni tanpa batas ruang dan waktu.

BACA JUGA : Basket Putra Jember Menang Lawan Trenggalek

Walaupun fleksibel, bekerja secara hybrid membawakan tantangan-tantangan baru baik bagi perusahaan-perusahaan ataupun karyawan untuk dapat menciptakan lingkungan kerja terbaik di masa normal baru.

Pada masa awal pandemi, dunia berdebat lewat berita dan media sosial tentang mana yang lebih baik, bekerja dari rumah atau kantor. Saat ini, dapat dilihat bahwa hybrid working akan tetap dilakukan, bahkan setelah pembatasan sosial dilonggarkan.
Sekitar 85 persen karyawan Indonesia meminta fleksibilitas pasca-pandemi terhadap lokasi dan jam kerja, dan 53 persen dari karyawan percaya bahwa pengaturan tempat kerja yang fleksibel akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Meskipun pekerjaan lebih banyak terselesaikan saat berada di rumah, para responden cenderung bekerja lembur.
Berdasar penelitian Logitech baru-baru ini, 55 persen perusahaan dengan karyawan lebih dari 10.000 mengatakan bahwa mereka bekerja melebihi jam kerja saat berada di rumah. Mereka yang berperan sebagai kontributor individu lebih sering lembur di rumah (52 persen) dibandingkan mereka yang berada di C-level (33 persen).

Video Collaboration Lead Logitech Indonesia Bayu Eko Susetio dalam keterangannya diterima di Jakarta mengatakan bahwa sesungguhnya banyak pekerja yang merasa lebih terbebani dengan perubahan ini, karena tidak memberikan batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu di rumah.

“Ritme kerja yang biasanya dilakukan semakin terganggu dengan adanya jadwal kerja hybrid. Maka dari itu, perusahaan perlu mengetahui langkah-langkah terbaik untuk memaksimalkan trend yang ada terhadap objektif perusahaan,” jelas Bayu.

Kenyataannya, pertemuan atau meeting secara virtual akan terus menjadi hal yang penting terhadap kolaborasi dan koneksi sosial dengan semakin banyaknya orang yang bekerja jarak jauh. Pada bulan-bulan mendatang, isu yang dihadapi perusahaan bukanlah mengurangi konferensi video, namun menemukan cara terbaik untuk mengelola fungsinya serta menciptakan lingkungan kerja yang baik sehingga dapat menghasilkan produktivitas dan efektivitas maksimum.

Model kerja hybrid – di mana karyawan dapat berpindah antar kedua lokasi – merupakan cara terbaik untuk memastikan pekerjaan berhasil melalui penyatuan semua manfaat dunia yang baru dengan energi kolaboratif sosial yang lama.

Tidak heran bahwa penelitian Logitech yang sama menemukan 71 persen perusahaan berencana untuk mengizinkan karyawan bekerja secara hybrid kedepannya, walaupun masih ada beberapa orang yang merindukan hiruk-pikuk tempat kerja.

Maka dari itu, berikut adalah tujuh strategi terbaik bagi perusahaan untuk meningkatkan kondisi kerja di rumah karyawan dari mana pun mereka bekerja sekarang, baik itu hybrid atau pun sepenuhnya bekerja dari jarak jauh berdasarkan penelitian Logitech.

1. Ruang pertemuan yang didukung oleh video

Selama masa pandemi, perusahaan telah melihat video sebagai solusi efektif untuk mendukung kebutuhan meeting ketika tim tidak dapat hadir di tempat. Hal tersebut juga populer di kalangan pengguna langsung, 78 persen pengguna dari peserta meeting lebih memilih untuk mengikuti meetingvideo dibandingkan meeting dengan audio saja.

Dengan demikian, ruang meeting yang didukung oleh teknologi video sangat penting untuk mengakomodasi kolaborasi antara karyawan yang bekerja dari jarak jauh dan dari kantor.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Trend kerja baru yang timbul akibat Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia, membuat karyawan bekerja secara hybrid yakni tanpa batas ruang dan waktu.

BACA JUGA : Basket Putra Jember Menang Lawan Trenggalek

Walaupun fleksibel, bekerja secara hybrid membawakan tantangan-tantangan baru baik bagi perusahaan-perusahaan ataupun karyawan untuk dapat menciptakan lingkungan kerja terbaik di masa normal baru.

Pada masa awal pandemi, dunia berdebat lewat berita dan media sosial tentang mana yang lebih baik, bekerja dari rumah atau kantor. Saat ini, dapat dilihat bahwa hybrid working akan tetap dilakukan, bahkan setelah pembatasan sosial dilonggarkan.
Sekitar 85 persen karyawan Indonesia meminta fleksibilitas pasca-pandemi terhadap lokasi dan jam kerja, dan 53 persen dari karyawan percaya bahwa pengaturan tempat kerja yang fleksibel akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Meskipun pekerjaan lebih banyak terselesaikan saat berada di rumah, para responden cenderung bekerja lembur.
Berdasar penelitian Logitech baru-baru ini, 55 persen perusahaan dengan karyawan lebih dari 10.000 mengatakan bahwa mereka bekerja melebihi jam kerja saat berada di rumah. Mereka yang berperan sebagai kontributor individu lebih sering lembur di rumah (52 persen) dibandingkan mereka yang berada di C-level (33 persen).

Video Collaboration Lead Logitech Indonesia Bayu Eko Susetio dalam keterangannya diterima di Jakarta mengatakan bahwa sesungguhnya banyak pekerja yang merasa lebih terbebani dengan perubahan ini, karena tidak memberikan batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu di rumah.

“Ritme kerja yang biasanya dilakukan semakin terganggu dengan adanya jadwal kerja hybrid. Maka dari itu, perusahaan perlu mengetahui langkah-langkah terbaik untuk memaksimalkan trend yang ada terhadap objektif perusahaan,” jelas Bayu.

Kenyataannya, pertemuan atau meeting secara virtual akan terus menjadi hal yang penting terhadap kolaborasi dan koneksi sosial dengan semakin banyaknya orang yang bekerja jarak jauh. Pada bulan-bulan mendatang, isu yang dihadapi perusahaan bukanlah mengurangi konferensi video, namun menemukan cara terbaik untuk mengelola fungsinya serta menciptakan lingkungan kerja yang baik sehingga dapat menghasilkan produktivitas dan efektivitas maksimum.

Model kerja hybrid – di mana karyawan dapat berpindah antar kedua lokasi – merupakan cara terbaik untuk memastikan pekerjaan berhasil melalui penyatuan semua manfaat dunia yang baru dengan energi kolaboratif sosial yang lama.

Tidak heran bahwa penelitian Logitech yang sama menemukan 71 persen perusahaan berencana untuk mengizinkan karyawan bekerja secara hybrid kedepannya, walaupun masih ada beberapa orang yang merindukan hiruk-pikuk tempat kerja.

Maka dari itu, berikut adalah tujuh strategi terbaik bagi perusahaan untuk meningkatkan kondisi kerja di rumah karyawan dari mana pun mereka bekerja sekarang, baik itu hybrid atau pun sepenuhnya bekerja dari jarak jauh berdasarkan penelitian Logitech.

1. Ruang pertemuan yang didukung oleh video

Selama masa pandemi, perusahaan telah melihat video sebagai solusi efektif untuk mendukung kebutuhan meeting ketika tim tidak dapat hadir di tempat. Hal tersebut juga populer di kalangan pengguna langsung, 78 persen pengguna dari peserta meeting lebih memilih untuk mengikuti meetingvideo dibandingkan meeting dengan audio saja.

Dengan demikian, ruang meeting yang didukung oleh teknologi video sangat penting untuk mengakomodasi kolaborasi antara karyawan yang bekerja dari jarak jauh dan dari kantor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/