alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Ramadan, Ekonomi Harus Bangkit

Bupati Hendy: Terus Bekerja, Berdoa, dan Patuhi Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puasa Ramadan tahun ini merupakan kali pertama pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman memimpin Jember. Apa saja yang dilakukan kedua tokoh tersebut selama bulan suci Ramadan?

Ramadan menjadi bulan penuh hikmah dan hidayah bagi umat muslim seluruh dunia. Inilah yang menjadi momentum terbaik, berdoa bersama-sama untuk agar pandemi Covid-19 cepat berakhir. Seperti yang digalakkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto dan Gus Firjaun, kemarin (19/4), di Desa Kertonegoro, Jenggawah.

Jawa Pos Radar Jember berkesempatan mengikuti kegiatan malam Ramadan yang digelar di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Senin (19/4) lalu. Dalam acara safari Ramadan untuk melangsungkan salat Tarawih bersama itu, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun singgah terlebih dahulu di kantor desa setempat dan menikmati santap takjil bersama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menjelang berbuka puasa tersebut, bupati dan wakil bupati mulai datang. Mereka berdiskusi sejenak dengan tokoh masyarakat dan penjabat setempat. Hidangan petulo serabi dan air mineral menjadi santapan menu takjil bupati dan wakil bupati tersebut.

“Kami tidak menggelar buka bersama, karena buka bersama dilarang oleh presiden. Tetapi kami mau Tarawih bersama,” kata Hendy. Dia juga menjelaskan larangan buka bersama lantaran pandemi di Indonesia pada umumnya belum selesai.

Di kantor desa itu, Hendy dan Gus Firjaun tampak menikmati takjil untuk membatalkan puasanya. Tak lama setelah itu, keduanya menunaikan salat Magrib berjamaah di musala setempat. Usai beribadah, Hendy menjelaskan sejumlah kegiatan selama Ramadan.

Agenda rutin selama Ramadan, lanjut Hendy, yakni menggalakkan salat Tarawih bersama di 2.867 masjid yang ada di Jember. Hal itu dilakukan mulai dari pejabat seperti sekretaris daerah (sekda), para kepala OPD, camat, hingga pemerintahan desa.

Di balik agenda itu, Hendy meminta agar seluruh masyarakat Jember berdoa agar pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) diangkat oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Covid itu mahluk Allah. Untuk itu, saya imbau semua warga berdoa agar Covid-19 diangkat lagi oleh Allah SWT,” jelas Hendy di Balai Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah.

Hendy yang didampingi Gus Firjaun mengingatkan agar seluruh warga Jember tetap waspada karena wabah belum sepenuhnya hilang. “Saya mengingatkan, meskipun di Jember sudah ada zona hijau dan kuning, tetapi seluruh masyarakat harus tetap hati-hati karena Covid-19 masih ada,” cetusnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puasa Ramadan tahun ini merupakan kali pertama pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman memimpin Jember. Apa saja yang dilakukan kedua tokoh tersebut selama bulan suci Ramadan?

Ramadan menjadi bulan penuh hikmah dan hidayah bagi umat muslim seluruh dunia. Inilah yang menjadi momentum terbaik, berdoa bersama-sama untuk agar pandemi Covid-19 cepat berakhir. Seperti yang digalakkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto dan Gus Firjaun, kemarin (19/4), di Desa Kertonegoro, Jenggawah.

Jawa Pos Radar Jember berkesempatan mengikuti kegiatan malam Ramadan yang digelar di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Senin (19/4) lalu. Dalam acara safari Ramadan untuk melangsungkan salat Tarawih bersama itu, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun singgah terlebih dahulu di kantor desa setempat dan menikmati santap takjil bersama.

Menjelang berbuka puasa tersebut, bupati dan wakil bupati mulai datang. Mereka berdiskusi sejenak dengan tokoh masyarakat dan penjabat setempat. Hidangan petulo serabi dan air mineral menjadi santapan menu takjil bupati dan wakil bupati tersebut.

“Kami tidak menggelar buka bersama, karena buka bersama dilarang oleh presiden. Tetapi kami mau Tarawih bersama,” kata Hendy. Dia juga menjelaskan larangan buka bersama lantaran pandemi di Indonesia pada umumnya belum selesai.

Di kantor desa itu, Hendy dan Gus Firjaun tampak menikmati takjil untuk membatalkan puasanya. Tak lama setelah itu, keduanya menunaikan salat Magrib berjamaah di musala setempat. Usai beribadah, Hendy menjelaskan sejumlah kegiatan selama Ramadan.

Agenda rutin selama Ramadan, lanjut Hendy, yakni menggalakkan salat Tarawih bersama di 2.867 masjid yang ada di Jember. Hal itu dilakukan mulai dari pejabat seperti sekretaris daerah (sekda), para kepala OPD, camat, hingga pemerintahan desa.

Di balik agenda itu, Hendy meminta agar seluruh masyarakat Jember berdoa agar pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) diangkat oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Covid itu mahluk Allah. Untuk itu, saya imbau semua warga berdoa agar Covid-19 diangkat lagi oleh Allah SWT,” jelas Hendy di Balai Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah.

Hendy yang didampingi Gus Firjaun mengingatkan agar seluruh warga Jember tetap waspada karena wabah belum sepenuhnya hilang. “Saya mengingatkan, meskipun di Jember sudah ada zona hijau dan kuning, tetapi seluruh masyarakat harus tetap hati-hati karena Covid-19 masih ada,” cetusnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puasa Ramadan tahun ini merupakan kali pertama pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman memimpin Jember. Apa saja yang dilakukan kedua tokoh tersebut selama bulan suci Ramadan?

Ramadan menjadi bulan penuh hikmah dan hidayah bagi umat muslim seluruh dunia. Inilah yang menjadi momentum terbaik, berdoa bersama-sama untuk agar pandemi Covid-19 cepat berakhir. Seperti yang digalakkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto dan Gus Firjaun, kemarin (19/4), di Desa Kertonegoro, Jenggawah.

Jawa Pos Radar Jember berkesempatan mengikuti kegiatan malam Ramadan yang digelar di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Senin (19/4) lalu. Dalam acara safari Ramadan untuk melangsungkan salat Tarawih bersama itu, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun singgah terlebih dahulu di kantor desa setempat dan menikmati santap takjil bersama.

Menjelang berbuka puasa tersebut, bupati dan wakil bupati mulai datang. Mereka berdiskusi sejenak dengan tokoh masyarakat dan penjabat setempat. Hidangan petulo serabi dan air mineral menjadi santapan menu takjil bupati dan wakil bupati tersebut.

“Kami tidak menggelar buka bersama, karena buka bersama dilarang oleh presiden. Tetapi kami mau Tarawih bersama,” kata Hendy. Dia juga menjelaskan larangan buka bersama lantaran pandemi di Indonesia pada umumnya belum selesai.

Di kantor desa itu, Hendy dan Gus Firjaun tampak menikmati takjil untuk membatalkan puasanya. Tak lama setelah itu, keduanya menunaikan salat Magrib berjamaah di musala setempat. Usai beribadah, Hendy menjelaskan sejumlah kegiatan selama Ramadan.

Agenda rutin selama Ramadan, lanjut Hendy, yakni menggalakkan salat Tarawih bersama di 2.867 masjid yang ada di Jember. Hal itu dilakukan mulai dari pejabat seperti sekretaris daerah (sekda), para kepala OPD, camat, hingga pemerintahan desa.

Di balik agenda itu, Hendy meminta agar seluruh masyarakat Jember berdoa agar pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) diangkat oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Covid itu mahluk Allah. Untuk itu, saya imbau semua warga berdoa agar Covid-19 diangkat lagi oleh Allah SWT,” jelas Hendy di Balai Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah.

Hendy yang didampingi Gus Firjaun mengingatkan agar seluruh warga Jember tetap waspada karena wabah belum sepenuhnya hilang. “Saya mengingatkan, meskipun di Jember sudah ada zona hijau dan kuning, tetapi seluruh masyarakat harus tetap hati-hati karena Covid-19 masih ada,” cetusnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/