alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pedagang Pasrah Naik Turun Harga, Terpenting Bisa Makan

Sebagian pedagang tidak begitu memedulikan naik turunnya harga bahan pokok. Bagi mereka, yang penting dagangan bisa laku, sekalipun untungnya tipis. Terkadang mereka juga harus menanggung rugi karena harga yang mahal tiba-tiba anjlok.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, langit di atas Pasar Rambipuji mulai mendung. Ruang di sekitar pasar, di bagian dalam pun, membutuhkan sinar lampu untuk menambah terangnya pasar. Di lokasi itu, pedagang dan konsumen tampak bercengkerama. Tanya jawab harga ini dan itu sebelum bertransaksi.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Maling di Jember Nekat Sembelih Sapi Dekat Rumah Korban

Pasar Rambipuji memang menjadi salah satu pasar yang ramai di Jember. Tak heran, jalanan di sekitar kerap padat kendaraan. Bukan saja di jalan sekitar pasar, namun Jalan Nasional juga ikut terdampak aktivitas pasar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berbicara naik turunnya harga bahan pokok, seperti cabai rawit, tomat, dan bawang putih, dalam tiga pekan terakhir terlihat mengalami pergerakan. Naik turunnya harga tersebut sudah menjadi hal biasa bagi pedagang. Salah satunya Maisaroh, pedagang asal Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Baca Juga: Jelang Puasa Kontrol Bahan Pokok, Jaga Stabilitas Harga

Maisaroh menyebut, sudah beberapa tahun ini dirinya tidak terlalu memperhatikan naik turunnya harga bahan pokok. Dia hanya fokus menjual dagangan dengan mengambil selisih keuntungan setelah dikirim tengkulak bahan pokok atau pemasok.

Dikatakannya, penjualan yang dilakukan sesuai dengan perkembangan naik turunnya harga di pasar. Kendati begitu, dia mengakui kerap mendengar keluhan pembeli. Maisaroh menuturkan, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil. Meski ada yang harganya naik dan turun.

Dia menjelaskan, naik turunnya sejumlah bahan pokok masih standar. Berkisar antara ratusan rupiah sampai ribuan. Dia pun mengambil keuntungan dengan selisih harga yang relatif tipis. Dia menganggap hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang. “Sama saja,” ungkapnya singkat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, langit di atas Pasar Rambipuji mulai mendung. Ruang di sekitar pasar, di bagian dalam pun, membutuhkan sinar lampu untuk menambah terangnya pasar. Di lokasi itu, pedagang dan konsumen tampak bercengkerama. Tanya jawab harga ini dan itu sebelum bertransaksi.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Maling di Jember Nekat Sembelih Sapi Dekat Rumah Korban

Pasar Rambipuji memang menjadi salah satu pasar yang ramai di Jember. Tak heran, jalanan di sekitar kerap padat kendaraan. Bukan saja di jalan sekitar pasar, namun Jalan Nasional juga ikut terdampak aktivitas pasar.

Berbicara naik turunnya harga bahan pokok, seperti cabai rawit, tomat, dan bawang putih, dalam tiga pekan terakhir terlihat mengalami pergerakan. Naik turunnya harga tersebut sudah menjadi hal biasa bagi pedagang. Salah satunya Maisaroh, pedagang asal Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Baca Juga: Jelang Puasa Kontrol Bahan Pokok, Jaga Stabilitas Harga

Maisaroh menyebut, sudah beberapa tahun ini dirinya tidak terlalu memperhatikan naik turunnya harga bahan pokok. Dia hanya fokus menjual dagangan dengan mengambil selisih keuntungan setelah dikirim tengkulak bahan pokok atau pemasok.

Dikatakannya, penjualan yang dilakukan sesuai dengan perkembangan naik turunnya harga di pasar. Kendati begitu, dia mengakui kerap mendengar keluhan pembeli. Maisaroh menuturkan, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil. Meski ada yang harganya naik dan turun.

Dia menjelaskan, naik turunnya sejumlah bahan pokok masih standar. Berkisar antara ratusan rupiah sampai ribuan. Dia pun mengambil keuntungan dengan selisih harga yang relatif tipis. Dia menganggap hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang. “Sama saja,” ungkapnya singkat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, langit di atas Pasar Rambipuji mulai mendung. Ruang di sekitar pasar, di bagian dalam pun, membutuhkan sinar lampu untuk menambah terangnya pasar. Di lokasi itu, pedagang dan konsumen tampak bercengkerama. Tanya jawab harga ini dan itu sebelum bertransaksi.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Maling di Jember Nekat Sembelih Sapi Dekat Rumah Korban

Pasar Rambipuji memang menjadi salah satu pasar yang ramai di Jember. Tak heran, jalanan di sekitar kerap padat kendaraan. Bukan saja di jalan sekitar pasar, namun Jalan Nasional juga ikut terdampak aktivitas pasar.

Berbicara naik turunnya harga bahan pokok, seperti cabai rawit, tomat, dan bawang putih, dalam tiga pekan terakhir terlihat mengalami pergerakan. Naik turunnya harga tersebut sudah menjadi hal biasa bagi pedagang. Salah satunya Maisaroh, pedagang asal Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji.

Baca Juga: Jelang Puasa Kontrol Bahan Pokok, Jaga Stabilitas Harga

Maisaroh menyebut, sudah beberapa tahun ini dirinya tidak terlalu memperhatikan naik turunnya harga bahan pokok. Dia hanya fokus menjual dagangan dengan mengambil selisih keuntungan setelah dikirim tengkulak bahan pokok atau pemasok.

Dikatakannya, penjualan yang dilakukan sesuai dengan perkembangan naik turunnya harga di pasar. Kendati begitu, dia mengakui kerap mendengar keluhan pembeli. Maisaroh menuturkan, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil. Meski ada yang harganya naik dan turun.

Dia menjelaskan, naik turunnya sejumlah bahan pokok masih standar. Berkisar antara ratusan rupiah sampai ribuan. Dia pun mengambil keuntungan dengan selisih harga yang relatif tipis. Dia menganggap hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang. “Sama saja,” ungkapnya singkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/