alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kripik Sukun Jadi Ikon Desa Karangsemanding

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika anda melintas di sepanjang jalan penghubung antara Desa Balung dan Karangduren, terdapat sekitar 15 orang penjual keripik sukun yang merupakan produk dari Dusun Kedung Nilo, Desa Karangsemanding.

Di Desa Karangsemanding sendiri banyak tumbuh pohon sukun yang memunculkan ide dari warganya untuk mengolah menjadi keripik sukun. Farida, 35, salah seorang pengusaha keripik sukun mengaku bila aktivitas pembuatan keripik sukun baru berlangsung 2017 lalu.
“Pohon sukun di Desa Karangsemanding tumbuh subur, karena itu warga mencoba mengolah buah sukun tersebut sebagai keripik dan usaha ini menjadi ikon desa,” tegas Farida.

Ibu dua orang putra ini mengaku dua hari sekali membikin keripik sukun, bahkan ia terlihat sangat sibuk jika ada orderan masuk. “Sekali membuat keripik sukun di luar orderan bisa menghabiskan 10 buah Sukun, tapi bila ada orderan bisa mencapai 25 Sukun,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembuatan keripik Sukun ini tidaklah sulit, semua dilakukan secara manual dan memakan waktu empat jam. Huzaima, produsen keripik sukun lainnya mengungkapkan, harga sukun itu akan lebih murah bila pembeli mengambil sendiri dari pohon.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika anda melintas di sepanjang jalan penghubung antara Desa Balung dan Karangduren, terdapat sekitar 15 orang penjual keripik sukun yang merupakan produk dari Dusun Kedung Nilo, Desa Karangsemanding.

Di Desa Karangsemanding sendiri banyak tumbuh pohon sukun yang memunculkan ide dari warganya untuk mengolah menjadi keripik sukun. Farida, 35, salah seorang pengusaha keripik sukun mengaku bila aktivitas pembuatan keripik sukun baru berlangsung 2017 lalu.
“Pohon sukun di Desa Karangsemanding tumbuh subur, karena itu warga mencoba mengolah buah sukun tersebut sebagai keripik dan usaha ini menjadi ikon desa,” tegas Farida.

Ibu dua orang putra ini mengaku dua hari sekali membikin keripik sukun, bahkan ia terlihat sangat sibuk jika ada orderan masuk. “Sekali membuat keripik sukun di luar orderan bisa menghabiskan 10 buah Sukun, tapi bila ada orderan bisa mencapai 25 Sukun,” imbuhnya.

Pembuatan keripik Sukun ini tidaklah sulit, semua dilakukan secara manual dan memakan waktu empat jam. Huzaima, produsen keripik sukun lainnya mengungkapkan, harga sukun itu akan lebih murah bila pembeli mengambil sendiri dari pohon.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jika anda melintas di sepanjang jalan penghubung antara Desa Balung dan Karangduren, terdapat sekitar 15 orang penjual keripik sukun yang merupakan produk dari Dusun Kedung Nilo, Desa Karangsemanding.

Di Desa Karangsemanding sendiri banyak tumbuh pohon sukun yang memunculkan ide dari warganya untuk mengolah menjadi keripik sukun. Farida, 35, salah seorang pengusaha keripik sukun mengaku bila aktivitas pembuatan keripik sukun baru berlangsung 2017 lalu.
“Pohon sukun di Desa Karangsemanding tumbuh subur, karena itu warga mencoba mengolah buah sukun tersebut sebagai keripik dan usaha ini menjadi ikon desa,” tegas Farida.

Ibu dua orang putra ini mengaku dua hari sekali membikin keripik sukun, bahkan ia terlihat sangat sibuk jika ada orderan masuk. “Sekali membuat keripik sukun di luar orderan bisa menghabiskan 10 buah Sukun, tapi bila ada orderan bisa mencapai 25 Sukun,” imbuhnya.

Pembuatan keripik Sukun ini tidaklah sulit, semua dilakukan secara manual dan memakan waktu empat jam. Huzaima, produsen keripik sukun lainnya mengungkapkan, harga sukun itu akan lebih murah bila pembeli mengambil sendiri dari pohon.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/