alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Keluarga Perangkat Ini Dapat Rp 24 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID– Almarhum Suyit Al Namu adalah perangkat Desa Pekauman, Grujugan. Karena ikut BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggalkannya bisa sedikit ringan. Sebab mendapatkan santunan kematian Rp 24 juta. Santunan itu merupakan manfaat dari keikutsertaan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pemkab Bondowoso selama ini, mengintruksikan seluruh perangkat desa dan kepala desa untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan. Sampai saat ini dari 209 desa, ada 206 desa yang sudah mengikutkan perangkatnya dan kepala desa ke BPJS Ketenagakerjaan.

Ada dua program yang diikuti, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM). “Dan perangkat desa yang meninggal, keluarganya mendapatkan manfaat program jaminan kematian sebesar Rp 24 juta,” jelas Agung Tri Handono, Asisten 1 Pemkab Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Asisten 1 yang menjadi promotor keikutsertaan perangkat desa dalam BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian itu secara simbolis, kemarin (19/7). Menurutnya maanfaatnya sangat besar. Sebab bagi keluarga yang ditinggal, Rp 24 juta itu sangat banyak. “Bisa dipakai untuk selamatan dan itupun masih sisa,” ujarnya.

Dijelaskan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan selama ini sangat membantu. Sebelum adanya BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Bondowoso membuat program santunan kematian di desa dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 2,5 juta setiap ada perangkat desa yang meninggal. Saat itu, ketika ada perangkat yang meninggal, dapatnya hanya Rp 2,5 juta saja.

“Namun sejak ada BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggal bisa mendapatkan Rp 24 juta,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID– Almarhum Suyit Al Namu adalah perangkat Desa Pekauman, Grujugan. Karena ikut BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggalkannya bisa sedikit ringan. Sebab mendapatkan santunan kematian Rp 24 juta. Santunan itu merupakan manfaat dari keikutsertaan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pemkab Bondowoso selama ini, mengintruksikan seluruh perangkat desa dan kepala desa untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan. Sampai saat ini dari 209 desa, ada 206 desa yang sudah mengikutkan perangkatnya dan kepala desa ke BPJS Ketenagakerjaan.

Ada dua program yang diikuti, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM). “Dan perangkat desa yang meninggal, keluarganya mendapatkan manfaat program jaminan kematian sebesar Rp 24 juta,” jelas Agung Tri Handono, Asisten 1 Pemkab Bondowoso.

Asisten 1 yang menjadi promotor keikutsertaan perangkat desa dalam BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian itu secara simbolis, kemarin (19/7). Menurutnya maanfaatnya sangat besar. Sebab bagi keluarga yang ditinggal, Rp 24 juta itu sangat banyak. “Bisa dipakai untuk selamatan dan itupun masih sisa,” ujarnya.

Dijelaskan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan selama ini sangat membantu. Sebelum adanya BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Bondowoso membuat program santunan kematian di desa dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 2,5 juta setiap ada perangkat desa yang meninggal. Saat itu, ketika ada perangkat yang meninggal, dapatnya hanya Rp 2,5 juta saja.

“Namun sejak ada BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggal bisa mendapatkan Rp 24 juta,” jelasnya.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID– Almarhum Suyit Al Namu adalah perangkat Desa Pekauman, Grujugan. Karena ikut BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggalkannya bisa sedikit ringan. Sebab mendapatkan santunan kematian Rp 24 juta. Santunan itu merupakan manfaat dari keikutsertaan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pemkab Bondowoso selama ini, mengintruksikan seluruh perangkat desa dan kepala desa untuk ikut BPJS Ketenagakerjaan. Sampai saat ini dari 209 desa, ada 206 desa yang sudah mengikutkan perangkatnya dan kepala desa ke BPJS Ketenagakerjaan.

Ada dua program yang diikuti, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM). “Dan perangkat desa yang meninggal, keluarganya mendapatkan manfaat program jaminan kematian sebesar Rp 24 juta,” jelas Agung Tri Handono, Asisten 1 Pemkab Bondowoso.

Asisten 1 yang menjadi promotor keikutsertaan perangkat desa dalam BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian itu secara simbolis, kemarin (19/7). Menurutnya maanfaatnya sangat besar. Sebab bagi keluarga yang ditinggal, Rp 24 juta itu sangat banyak. “Bisa dipakai untuk selamatan dan itupun masih sisa,” ujarnya.

Dijelaskan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan selama ini sangat membantu. Sebelum adanya BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Bondowoso membuat program santunan kematian di desa dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 2,5 juta setiap ada perangkat desa yang meninggal. Saat itu, ketika ada perangkat yang meninggal, dapatnya hanya Rp 2,5 juta saja.

“Namun sejak ada BPJS Ketenagakerjaan, keluarga yang ditinggal bisa mendapatkan Rp 24 juta,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/