alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

PMK Ponorogo Tembus 4000 Kasus Akibat Krisis Mantri

Mobile_AP_Rectangle 1

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Laporan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Ponorogo tembus 4.000 kasus. Dari total itu, 75 persen merupakan kasus dari Kecamatan Pudak. Meluasnya sebaran PMK turut menyebabkan carut-marut data kematian ternak akibat PMK.

BACA JUGA : Lagu Si Jura Bersamamu Jadi Pembakar Semangat Pembukaan Porprov

Masun, Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mengaku, ada ketimpangan data kematian. Dispertahankan melaporkan kematian tak sesuai kenyataan di lapangan mencapai ratusan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masunberkesimpulan bahwa kabupaten ini kekurangan mantri hewan. Saat ini sebatas digawangi sembilan dokter hewan dan harus meng-cover 21 kecamatan. Di Kecamatan Pudak saja cuma digawangi satu mantri dan harus berbagi tugas ke Mlarak.

Masun telah berkoordinasi dengan bupati terkait persoalan pelik ini. Solusinya, pemkab segera merekrut relawan dokter hewan. Masun mengusulkan tambahan 12 dokter hewan dan 10 paramedik. Namun, perekrutan tidak dapat dilakukan dalam waktu satu-dua hari ke depan.

- Advertisement -

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Laporan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Ponorogo tembus 4.000 kasus. Dari total itu, 75 persen merupakan kasus dari Kecamatan Pudak. Meluasnya sebaran PMK turut menyebabkan carut-marut data kematian ternak akibat PMK.

BACA JUGA : Lagu Si Jura Bersamamu Jadi Pembakar Semangat Pembukaan Porprov

Masun, Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mengaku, ada ketimpangan data kematian. Dispertahankan melaporkan kematian tak sesuai kenyataan di lapangan mencapai ratusan.

Masunberkesimpulan bahwa kabupaten ini kekurangan mantri hewan. Saat ini sebatas digawangi sembilan dokter hewan dan harus meng-cover 21 kecamatan. Di Kecamatan Pudak saja cuma digawangi satu mantri dan harus berbagi tugas ke Mlarak.

Masun telah berkoordinasi dengan bupati terkait persoalan pelik ini. Solusinya, pemkab segera merekrut relawan dokter hewan. Masun mengusulkan tambahan 12 dokter hewan dan 10 paramedik. Namun, perekrutan tidak dapat dilakukan dalam waktu satu-dua hari ke depan.

PONOROGO, RADARJEMBER.ID- Laporan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Ponorogo tembus 4.000 kasus. Dari total itu, 75 persen merupakan kasus dari Kecamatan Pudak. Meluasnya sebaran PMK turut menyebabkan carut-marut data kematian ternak akibat PMK.

BACA JUGA : Lagu Si Jura Bersamamu Jadi Pembakar Semangat Pembukaan Porprov

Masun, Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mengaku, ada ketimpangan data kematian. Dispertahankan melaporkan kematian tak sesuai kenyataan di lapangan mencapai ratusan.

Masunberkesimpulan bahwa kabupaten ini kekurangan mantri hewan. Saat ini sebatas digawangi sembilan dokter hewan dan harus meng-cover 21 kecamatan. Di Kecamatan Pudak saja cuma digawangi satu mantri dan harus berbagi tugas ke Mlarak.

Masun telah berkoordinasi dengan bupati terkait persoalan pelik ini. Solusinya, pemkab segera merekrut relawan dokter hewan. Masun mengusulkan tambahan 12 dokter hewan dan 10 paramedik. Namun, perekrutan tidak dapat dilakukan dalam waktu satu-dua hari ke depan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/