alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Penjual Kuliner Terpukul Akibat Lonjakan Harga Daging

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Di Kabupaten Mojokertohargadaging tidak terkendali.Pekan terakhir ini meroket hingga Rp 120 ribu dari harga normal Rp 100 ribu per kilogram.Kenaikan harga daging di pasaran ini imbas dari Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal tersebut diakui oleh pedagang daging di pasar tradisional di Mojokerto.

Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Rakyat Kedungmaling, Kecamatan Sooko, menceritakan,kenaikan harga ini imbas dari wabah virus dan saat ini telah sudah menjangkiti ribuan sapi di 18 kecamatan ini, sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan. Hari biasa sebelum PMK mereka bisa menjual 150 kilogram daging, sejak PMK penjualan turun jadi 80 kilogram per hari,

Penurunan omzet itu akibat konsumen mengurangi pembelian,pembeli takut bila daging ternak itu terinfeksi PMK. Mereka adalah pelaku kuliner rawon, soto, hingga sate. Dulu biasa beli 5 kilogram, sekarang mereka mengurangi jadi 2 kilogram.Selain itu, warga juga takut makan daging.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Di Kabupaten Mojokertohargadaging tidak terkendali.Pekan terakhir ini meroket hingga Rp 120 ribu dari harga normal Rp 100 ribu per kilogram.Kenaikan harga daging di pasaran ini imbas dari Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal tersebut diakui oleh pedagang daging di pasar tradisional di Mojokerto.

Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Rakyat Kedungmaling, Kecamatan Sooko, menceritakan,kenaikan harga ini imbas dari wabah virus dan saat ini telah sudah menjangkiti ribuan sapi di 18 kecamatan ini, sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan. Hari biasa sebelum PMK mereka bisa menjual 150 kilogram daging, sejak PMK penjualan turun jadi 80 kilogram per hari,

Penurunan omzet itu akibat konsumen mengurangi pembelian,pembeli takut bila daging ternak itu terinfeksi PMK. Mereka adalah pelaku kuliner rawon, soto, hingga sate. Dulu biasa beli 5 kilogram, sekarang mereka mengurangi jadi 2 kilogram.Selain itu, warga juga takut makan daging.

RADARJEMBER.ID – Di Kabupaten Mojokertohargadaging tidak terkendali.Pekan terakhir ini meroket hingga Rp 120 ribu dari harga normal Rp 100 ribu per kilogram.Kenaikan harga daging di pasaran ini imbas dari Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hal tersebut diakui oleh pedagang daging di pasar tradisional di Mojokerto.

Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Rakyat Kedungmaling, Kecamatan Sooko, menceritakan,kenaikan harga ini imbas dari wabah virus dan saat ini telah sudah menjangkiti ribuan sapi di 18 kecamatan ini, sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan. Hari biasa sebelum PMK mereka bisa menjual 150 kilogram daging, sejak PMK penjualan turun jadi 80 kilogram per hari,

Penurunan omzet itu akibat konsumen mengurangi pembelian,pembeli takut bila daging ternak itu terinfeksi PMK. Mereka adalah pelaku kuliner rawon, soto, hingga sate. Dulu biasa beli 5 kilogram, sekarang mereka mengurangi jadi 2 kilogram.Selain itu, warga juga takut makan daging.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/