alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Bidik Sektor Pertanian Lebih Menjanjikan

Mobile_AP_Rectangle 1

Mengenai penggunaan pupuk, Hendy juga mendapat informasi dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bahwa banyak masyarakat atau petani di Kecamatan Wuluhan mulai beradaptasi dengan ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas. Dengan cara, petani juga menggunakan bahan-bahan organik. “Di sini tidak ada persoalan terkait pupuk, karena mereka juga memakai bahan organik,” katanya.

Meskipun jumlahnya tidak banyak, kata Hendy, namun dia mengapresiasi para petani yang berinovasi dengan menggunakan bahan organik tersebut. Hal itu dinilainya sebagai bentuk kolaborasi petani dengan kios-kios atau distributor penyedia pupuk, dalam menyikapi keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi.

Orang nomor satu di Jember ini juga berharap, sinergi semacam itu dilakukan petani di desa-desa atau kecamatan lain di Jember. “Sinergi semacam ini luar biasa. Makanya kita akan support, ada infrastruktur kita perbaiki, sekaligus akan menjadi role model. Kita punya 31 kecamatan, dengan keterbatasan anggaran, tentunya kami harus ada skala prioritas,” jelas Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengenai penyediaan pupuk itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Imam Sudarmaji sempat menguraikan terkait rencana Pemkab Jember yang akan mendirikan dua pabrik pupuk organik senilai Rp4 Miliar menggunakan pos anggaran APBD Jember tahun 2022.

Keberadaan pabrik pupuk itu disebutnya sebagai alternatif, sekaligus upaya mengembalikan kondisi unsur hara tanah di Jember. “Pada tahun 2022 ini, akan didirikan dua pabrik pupuk organik, satu di Kecamatan Wuluhan dan satu di Kecamatan Silo. Dalam sehari kita targetkan pabrik ini bisa produksi 5 sampai 10 ton pupuk,” pungkasnya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DISKOMINFO FOR RADAR JEMBER

- Advertisement -

Mengenai penggunaan pupuk, Hendy juga mendapat informasi dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bahwa banyak masyarakat atau petani di Kecamatan Wuluhan mulai beradaptasi dengan ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas. Dengan cara, petani juga menggunakan bahan-bahan organik. “Di sini tidak ada persoalan terkait pupuk, karena mereka juga memakai bahan organik,” katanya.

Meskipun jumlahnya tidak banyak, kata Hendy, namun dia mengapresiasi para petani yang berinovasi dengan menggunakan bahan organik tersebut. Hal itu dinilainya sebagai bentuk kolaborasi petani dengan kios-kios atau distributor penyedia pupuk, dalam menyikapi keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi.

Orang nomor satu di Jember ini juga berharap, sinergi semacam itu dilakukan petani di desa-desa atau kecamatan lain di Jember. “Sinergi semacam ini luar biasa. Makanya kita akan support, ada infrastruktur kita perbaiki, sekaligus akan menjadi role model. Kita punya 31 kecamatan, dengan keterbatasan anggaran, tentunya kami harus ada skala prioritas,” jelas Hendy.

Mengenai penyediaan pupuk itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Imam Sudarmaji sempat menguraikan terkait rencana Pemkab Jember yang akan mendirikan dua pabrik pupuk organik senilai Rp4 Miliar menggunakan pos anggaran APBD Jember tahun 2022.

Keberadaan pabrik pupuk itu disebutnya sebagai alternatif, sekaligus upaya mengembalikan kondisi unsur hara tanah di Jember. “Pada tahun 2022 ini, akan didirikan dua pabrik pupuk organik, satu di Kecamatan Wuluhan dan satu di Kecamatan Silo. Dalam sehari kita targetkan pabrik ini bisa produksi 5 sampai 10 ton pupuk,” pungkasnya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DISKOMINFO FOR RADAR JEMBER

Mengenai penggunaan pupuk, Hendy juga mendapat informasi dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bahwa banyak masyarakat atau petani di Kecamatan Wuluhan mulai beradaptasi dengan ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas. Dengan cara, petani juga menggunakan bahan-bahan organik. “Di sini tidak ada persoalan terkait pupuk, karena mereka juga memakai bahan organik,” katanya.

Meskipun jumlahnya tidak banyak, kata Hendy, namun dia mengapresiasi para petani yang berinovasi dengan menggunakan bahan organik tersebut. Hal itu dinilainya sebagai bentuk kolaborasi petani dengan kios-kios atau distributor penyedia pupuk, dalam menyikapi keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi.

Orang nomor satu di Jember ini juga berharap, sinergi semacam itu dilakukan petani di desa-desa atau kecamatan lain di Jember. “Sinergi semacam ini luar biasa. Makanya kita akan support, ada infrastruktur kita perbaiki, sekaligus akan menjadi role model. Kita punya 31 kecamatan, dengan keterbatasan anggaran, tentunya kami harus ada skala prioritas,” jelas Hendy.

Mengenai penyediaan pupuk itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Jember, Imam Sudarmaji sempat menguraikan terkait rencana Pemkab Jember yang akan mendirikan dua pabrik pupuk organik senilai Rp4 Miliar menggunakan pos anggaran APBD Jember tahun 2022.

Keberadaan pabrik pupuk itu disebutnya sebagai alternatif, sekaligus upaya mengembalikan kondisi unsur hara tanah di Jember. “Pada tahun 2022 ini, akan didirikan dua pabrik pupuk organik, satu di Kecamatan Wuluhan dan satu di Kecamatan Silo. Dalam sehari kita targetkan pabrik ini bisa produksi 5 sampai 10 ton pupuk,” pungkasnya.

Jurnalis: Maulana
Fotografer: DISKOMINFO FOR RADAR JEMBER

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/