alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Eksekusi Skenario Mempercepat Perizinan

Bupati Hendy Tinjau Gedung DPMPTSP Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur menemui Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menindaklanjuti aduan tentang lamanya pengajuan izin di Jember. Merespons temuan lembaga negara yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu, Hendy telah merencanakan skenario untuk mempercepat perizinan. Salah satunya memindahkan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ke lokasi baru.

“Untuk menindaklanjuti hal itu, kami bakal menggunakan gedung Window of Jember ini untuk operasional DPMPTSP,” ungkap Hendy. Seperti diketahui, kantor lama DPMPTSP menempati salah satu lokasi di gedung eks BHS sekitar Alun-Alun Jember. Gedung itu dinilai tidak representatif karena lahan parkirnya kurang pas. Apalagi kalau ada kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

Sementara itu, gedung baru yang bakal dipakai ini merupakan bangunan kosong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Lokasinya berada di Jalan Gajahmada, Kaliwates, tak jauh dari Kantor PLN Jember. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur nasional dengan bangunan dan lahan parkir yang cukup luas. “Jadi, kami fungsikan untuk meningkatkan pelayanan PTSP,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diharapkan, pemindahan kantor tersebut dapat meningkatkan dan mempercepat pelayanan perizinan dan nonperizinan di Kabupaten Jember. “Lahan parkirnya luas dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” terangnya.

Selain memindahkan gedung ke lokasi baru, skenario lain mempercepat pelayanan perizinan juga dilakukan oleh Hendy. Yaitu pemberian wewenang perizinan kepada kepala dinas, serta penambahan SDM. Jika paket kebijakan itu sudah berjalan, layanan segala perizinan di Jember diharapkan bisa lebih singkat dari sebelumnya.

Plt Kepala DPMPTSP Arief Tyahyono menuturkan, pelayanan perizinan itu tidak melulu tentang kecepatan pemberian perizinan. Namun, juga mengenai cara memanusiakan manusia sebelum mengajukan permohonan izin usaha. “Itu juga harus dipertimbangkan,” terang mantan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur menemui Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menindaklanjuti aduan tentang lamanya pengajuan izin di Jember. Merespons temuan lembaga negara yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu, Hendy telah merencanakan skenario untuk mempercepat perizinan. Salah satunya memindahkan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ke lokasi baru.

“Untuk menindaklanjuti hal itu, kami bakal menggunakan gedung Window of Jember ini untuk operasional DPMPTSP,” ungkap Hendy. Seperti diketahui, kantor lama DPMPTSP menempati salah satu lokasi di gedung eks BHS sekitar Alun-Alun Jember. Gedung itu dinilai tidak representatif karena lahan parkirnya kurang pas. Apalagi kalau ada kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

Sementara itu, gedung baru yang bakal dipakai ini merupakan bangunan kosong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Lokasinya berada di Jalan Gajahmada, Kaliwates, tak jauh dari Kantor PLN Jember. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur nasional dengan bangunan dan lahan parkir yang cukup luas. “Jadi, kami fungsikan untuk meningkatkan pelayanan PTSP,” paparnya.

Diharapkan, pemindahan kantor tersebut dapat meningkatkan dan mempercepat pelayanan perizinan dan nonperizinan di Kabupaten Jember. “Lahan parkirnya luas dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” terangnya.

Selain memindahkan gedung ke lokasi baru, skenario lain mempercepat pelayanan perizinan juga dilakukan oleh Hendy. Yaitu pemberian wewenang perizinan kepada kepala dinas, serta penambahan SDM. Jika paket kebijakan itu sudah berjalan, layanan segala perizinan di Jember diharapkan bisa lebih singkat dari sebelumnya.

Plt Kepala DPMPTSP Arief Tyahyono menuturkan, pelayanan perizinan itu tidak melulu tentang kecepatan pemberian perizinan. Namun, juga mengenai cara memanusiakan manusia sebelum mengajukan permohonan izin usaha. “Itu juga harus dipertimbangkan,” terang mantan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belum lama ini, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur menemui Bupati Jember Hendy Siswanto untuk menindaklanjuti aduan tentang lamanya pengajuan izin di Jember. Merespons temuan lembaga negara yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu, Hendy telah merencanakan skenario untuk mempercepat perizinan. Salah satunya memindahkan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ke lokasi baru.

“Untuk menindaklanjuti hal itu, kami bakal menggunakan gedung Window of Jember ini untuk operasional DPMPTSP,” ungkap Hendy. Seperti diketahui, kantor lama DPMPTSP menempati salah satu lokasi di gedung eks BHS sekitar Alun-Alun Jember. Gedung itu dinilai tidak representatif karena lahan parkirnya kurang pas. Apalagi kalau ada kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

Sementara itu, gedung baru yang bakal dipakai ini merupakan bangunan kosong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Lokasinya berada di Jalan Gajahmada, Kaliwates, tak jauh dari Kantor PLN Jember. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur nasional dengan bangunan dan lahan parkir yang cukup luas. “Jadi, kami fungsikan untuk meningkatkan pelayanan PTSP,” paparnya.

Diharapkan, pemindahan kantor tersebut dapat meningkatkan dan mempercepat pelayanan perizinan dan nonperizinan di Kabupaten Jember. “Lahan parkirnya luas dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” terangnya.

Selain memindahkan gedung ke lokasi baru, skenario lain mempercepat pelayanan perizinan juga dilakukan oleh Hendy. Yaitu pemberian wewenang perizinan kepada kepala dinas, serta penambahan SDM. Jika paket kebijakan itu sudah berjalan, layanan segala perizinan di Jember diharapkan bisa lebih singkat dari sebelumnya.

Plt Kepala DPMPTSP Arief Tyahyono menuturkan, pelayanan perizinan itu tidak melulu tentang kecepatan pemberian perizinan. Namun, juga mengenai cara memanusiakan manusia sebelum mengajukan permohonan izin usaha. “Itu juga harus dipertimbangkan,” terang mantan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/