alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pecinta Alam Ini Terselamatkan oleh Bisnis APAR

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DUNIA pencinta alam, pendakian gunung, dan alam bebas menjadi hobi tersendiri bagi Reza Pratama. Pengalaman dan wawasan tentang peralatan pendakian juga membawa Reza untuk memulai bisnis persewaan tenda dan peralatan pendakian.

Hobi dijadikan bisnis, begitulah kira-kira yang dijalankan Reza. Pria 28 tahun itu memulai usaha sejak saat mahasiswa pada 2013 lalu dan sebelum bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Kala itu, usaha yang dia geluti di Jember belum booming seperti beberapa tahun belakangan.

Dia mengaku, karena di Jember masih belum begitu familier dengan persewaan alat camping, maka masyarakat yang ingin menyewa kerap merasa tarifnya terlalu mahal. “Padahal dibandingkan kota besar, di Jember ini murah. Harga tendanya juga sama,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seiring berjalannya waktu, ditambah semakin banyaknya pelajar hingga mahasiswa yang melakukan pendakian, lambat laun usahanya kian lancar. “Dulu yang suka main ke gunung itu, kalau tidak anak pecinta alam, Pramuka, atau yang suka adventure saja. Sekarang, anak-anak umum juga mulai bermain ke alam dan camping,” terangnya.

Kondisi pandemi yang mengakibatkan banyaknya tempat wisata ditutup, termasuk aktivitas pendakian, membuat usaha rental peralatan camping dan pendakian itu juga menurun drastis. “Persewaan sekarang sepi. Wisata ditutup. Jalur pendakian ditutup. Mahasiswa banyak yang pulang juga. Jadi, turun sampai 90 persen,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DUNIA pencinta alam, pendakian gunung, dan alam bebas menjadi hobi tersendiri bagi Reza Pratama. Pengalaman dan wawasan tentang peralatan pendakian juga membawa Reza untuk memulai bisnis persewaan tenda dan peralatan pendakian.

Hobi dijadikan bisnis, begitulah kira-kira yang dijalankan Reza. Pria 28 tahun itu memulai usaha sejak saat mahasiswa pada 2013 lalu dan sebelum bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Kala itu, usaha yang dia geluti di Jember belum booming seperti beberapa tahun belakangan.

Dia mengaku, karena di Jember masih belum begitu familier dengan persewaan alat camping, maka masyarakat yang ingin menyewa kerap merasa tarifnya terlalu mahal. “Padahal dibandingkan kota besar, di Jember ini murah. Harga tendanya juga sama,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, ditambah semakin banyaknya pelajar hingga mahasiswa yang melakukan pendakian, lambat laun usahanya kian lancar. “Dulu yang suka main ke gunung itu, kalau tidak anak pecinta alam, Pramuka, atau yang suka adventure saja. Sekarang, anak-anak umum juga mulai bermain ke alam dan camping,” terangnya.

Kondisi pandemi yang mengakibatkan banyaknya tempat wisata ditutup, termasuk aktivitas pendakian, membuat usaha rental peralatan camping dan pendakian itu juga menurun drastis. “Persewaan sekarang sepi. Wisata ditutup. Jalur pendakian ditutup. Mahasiswa banyak yang pulang juga. Jadi, turun sampai 90 persen,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – DUNIA pencinta alam, pendakian gunung, dan alam bebas menjadi hobi tersendiri bagi Reza Pratama. Pengalaman dan wawasan tentang peralatan pendakian juga membawa Reza untuk memulai bisnis persewaan tenda dan peralatan pendakian.

Hobi dijadikan bisnis, begitulah kira-kira yang dijalankan Reza. Pria 28 tahun itu memulai usaha sejak saat mahasiswa pada 2013 lalu dan sebelum bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Kala itu, usaha yang dia geluti di Jember belum booming seperti beberapa tahun belakangan.

Dia mengaku, karena di Jember masih belum begitu familier dengan persewaan alat camping, maka masyarakat yang ingin menyewa kerap merasa tarifnya terlalu mahal. “Padahal dibandingkan kota besar, di Jember ini murah. Harga tendanya juga sama,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, ditambah semakin banyaknya pelajar hingga mahasiswa yang melakukan pendakian, lambat laun usahanya kian lancar. “Dulu yang suka main ke gunung itu, kalau tidak anak pecinta alam, Pramuka, atau yang suka adventure saja. Sekarang, anak-anak umum juga mulai bermain ke alam dan camping,” terangnya.

Kondisi pandemi yang mengakibatkan banyaknya tempat wisata ditutup, termasuk aktivitas pendakian, membuat usaha rental peralatan camping dan pendakian itu juga menurun drastis. “Persewaan sekarang sepi. Wisata ditutup. Jalur pendakian ditutup. Mahasiswa banyak yang pulang juga. Jadi, turun sampai 90 persen,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/